Gedung Sekretariat ASEAN

Sekretariat ASEAN
Sederhana bagi gedung organisasi regional. 30 Juni 2018, Creative Commons License
Association of Southeast Asian Nation dibentuk pada 8 Agustus 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh 5 negara - Singapura, Malaysia, Muangthai (Thailand), Filipina dan tentu saja Indonesia (9). Saat ASEAN dibentuk, belum ada sekretariat tetap dan masih berupa "Standing committee" (3) sampai pada 23 Februari 1976, dalam KTT ASEAN pertama di Bali, disepakati bahwa Sekretariat ASEAN berkedudukan di Jakarta (8).

Pemilihan lokasi Sekretariat ASEAN di Kebayoran sebenarnya sudah dicanangkan sejak 1974 (3). Pada 2 Mei 1974, Menlu Adam Malik, kepada harian KOMPAS, menyinggung bahwa kantor Sekretariat ASEAN akan dibangun di Kemayoran, dan tanahnya sudah disiapkan. Namun rencana tersebut disaingi Filipina yang mengklaim menyiapkan sebidang lahan di Roxas Boulevard, Manila, untuk Sekretariat ASEAN, dan memberikan pembiayaan yang menarik berupa pembiayaan penuh Filipina selama dua tahun pertama (3).

Rencana tersebut sempat dibahas di rapat Menlu negara anggota ASEAN pada Mei 1974 di Hotel Borobudur, namun tidak menghasilkan apa-apa (4). Baru dengan disahkannya Sekretariat ASEAN dalam KTT ASEAN I 1976 (8), rencana tandingan untuk membangun Sekretariat ASEAN di Roxas Boulevard gugur sudah.

Konstruksi

Pada Juli 1976, pemerintah menggelontorkan dana awal Rp 2,8 milyar untuk pembangunan Sekretariat ASEAN, dengan biaya sendiri (5). Pembangunan dimulai pada April 1978 (7).

Kantor proyek Gedung Sekretariat ASEAN sempat digarong maling, bersama dengan gedung Trisula Perwari di Menteng Raya, pada medio November 1979 (6). Pencuri berhasil menggasak total 10 mesin tik, 4 mesin hitung, jam dan radio. 3 orang ditangkap polisi pada Desember 1979, dan sialnya beberapa barang curian itu sudah dibeli penadah sebelumnya (6).

Pembangunan Gedung Sekretariat ASEAN sempat terhambat akibat kebijakan 15 November 1978 (devaluasi) dan kenaikan harga minyak pada Mei 1980, sehingga melipatgandakan anggaran pembangunan antara Rp 5-6 milyar dari APBN (1)(7), pembangunan tersebut rampung pada akhir 1980 dan dilaksanakan uji penerangan pada awal 1981. Taksiran nilai tersebut setara 123-147 milyar Rupiah nilai 2019.

Pemerintah Republik Indonesia menyerahkan gedung rancangan Gubah Laras tersebut pada Sekretariat ASEAN pada 6 Mei 1981 (7). Tiga hari kemudian, Presiden Soeharto meresmikan operasional kantor Sekretariat ASEAN (8).

Arsitektur dan struktur

Desain Sekretariat ASEAN dirancang oleh tim arsitek Gubah Laras, dikepalai oleh Soejoedi Wiroatmodjo, pendiri firma arsitek paling ternama di Indonesia dan terkenal dengan rancangan beberapa gedung-gedung untuk Pemerintah RI seperti Gedung DPR/MPR dan Manggala Wanabhakti, gedung ini juga sedang dalam tahap konstruksi kala Sekretariat ASEAN selesai dibangun. Desain yang diusung pada Gedung Sekretariat ASEAN, kata Soejoedi kepada Majalah Konstruksi terbitan khusus ASEAN pada 1981, membawa spirit keterbukaan dan mencerminkan sifat kerjasama antar negara-negara Asia Tenggara, kala itu baru beranggotakan 5 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand).  Selain memiliki sifat terbuka, Gedung Sekretariat ASEAN diharapkan menjadi sebuah monumen untuk bangsa-bangsa Asia Tenggara - hal ini juga digarisbawahi oleh pidato Presiden Soeharto saat peresmian Gedung Sekretariat ASEAN pada 9 Mei 1981:
...... melambangkan tekad yang tidak tergoyahkan dari 250 juta rakyat-rakyat kelima negara anggota ASEAN untuk bersatu padu. Dengan tampilnya gedung Sekretariat ini, maka tekad bersatu-padu tadi makin diperkokoh oleh sarana organisasi yang tangguh.
(2)

Pembangunan gedung berlantai 9 ini (belum termasuk penthouse untuk ruang lift dan tong air) dibangun oleh pemborong milik negara PT Pembangunan Perumahan, menariknya dengan memanfaatkan sebagian perangkat konstruksi yang pernah digunakan untuk membangun Hotel Indonesia. Ditilik dari struktur, tidak begitu kompleks dan masih sangat konvensional dan normatif, pondasi tiang pancang, struktur utama beton bertulang - bahkan bagian bidang miringnya tak begitu rumit. Finishing gedung bergaya modernis ini, kala selesai dibangun, memakai cladding keramik, dan jendela berwarna cokelat yang kacanya impor dari Jepang.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Sisingamangaraja No. 70A Jakarta
  • Arsitek:
    • Soejoedi Wirjoatmodjo (Gubah Laras)
  • Pemborong:
    • Pembangunan Perumahan
  • Lama pembangunan: April 1978 - 1980
  • Dibuka: 9 Mei 1981
  • Jumlah lantai: 9
  • Tinggi gedung: 39,8 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 5 milyar (1981, setara Rp 123 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi:
    • Sejarah dan Sospol (keterlibatan Indonesia dalam kancah diplomasi global)

Sumber

  1. NN (1981). "Multi-year Project Gedung Sekretariat Asean". Majalah Konstruksi edisi khusus 1981, tanggal penerbitan belum jelas.
  2. Pidato Presiden Soeharto, 9 Mei 1981
  3. rb (1974). "Indonesia sudah siapkan tanah untuk Sekretariat ASEAN". KOMPAS, 3 Mei 1974
  4. rb/azk (1974). "Sidang Para Menlu Asean di "Flores Room" Hotel Borobudur: Struktur Sekretariat Asean Masih Perlu Dirumuskan Kembali". KOMPAS, 8 Mei 1974
  5. rb/ds (1976). "Gedung Sekretariat ASEAN di Kebayoran Baru Bertingkat 8". KOMPAS, 1 Juli 1976
  6. mus (1979). "Satserse Kodak Metro turuntangan". KOMPAS, 4 Desember 1979
  7. rs (1981). "ASEAN Terima Gedung dari Pemerintah RI". KOMPAS, 7 Mei 1981.
  8. Kesowo, Bambang; Martoredjo, Wirawan et. al. (1995). "40 Tahun Indonesia Merdeka". Jakarta: Sekretariat Negara. ISBN 979-8300-06-8.
  9. Web resmi Seknas ASEAN Republik Indonesia

Bibilografi terkait

Sukada, Budi A. 2012. "Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi." Jakarta: Gubah Laras. Bisa dibeli disini atau di toko buku bekas terdekat di kota anda. Penulis tidak berafiliasi dengan penerbit atau penjual.

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

Pertama ditulis pada 9 Mei 2019 (38 tahun peresmian gedung Sekretariat ASEAN)
16 Mei 2019: penambahan besar-besaran berupa sejarah awal dan pembangunan gedung dari sumber harian KOMPAS dan 40 Tahun Indonesia Merdeka.
23 Mei 2019: Menghapus pernyataan bahwa "Standing Committee ASEAN" berkantor di Pejambon. Kantor di Pejambon adalah kantor Sekretariat Nasional ASEAN Deplu, sementara ASEAN belum memiliki kedudukan sekretariat tetap.

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)