Plaza PP

gedung berwarna biru jernih dengan lapangan taman di depannya
Plaza PP, megah dan modern. Sumber: Majalah Konstruksi No. 163, November 1991.
Plaza PP, gedung berlantai 8 di bilangan Tahi Bonar Simatupang ini merupakan kantor pusat kedua PT Pembangunan Perumahan, sebuah pemborong milik negara yang kini memiliki beberapa anak bisnis terkait seperti PP Presisi, PP Properti dan PP Urban. Kantor pusat lama mereka berada di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, yang dibongkar pada sekitar 1990 untuk selanjutnya dibangun Plaza Permata. Walau gedung ini dibangun dan dimiliki oleh PT PP, mereka hanya merancang struktur dan mekanik/listriknya sendiri, desain gedung seluas 12.500 meter persegi ini dirancang oleh tim arsitek dari Perentjana Djaja (1).

Pembangunan gedung bergaya fungsional ini dimulai pada Agustus 1990 dan selesai pada April 1991 (1). Menilik desainnya, legiun kotak kaca ini hanya bergaya pascamodern. Warna yang digunakan pada lapis kacanya berwarna biru, juga karena faktor warna korporasi PT PP (1). Secara struktural, Plaza PP memiliki pondasi tiang pancang dan struktur utama rangka beton bertulang dengan tembok geser untuk core (1).

Lanskap kompleks Plaza PP menjadi titik plus dalam perencanaannya. Mengingat lokasinya berada di kawasan yang dianggap hijau dan resapan air, luas gedung Plaza PP hanya seperlima luas lahan, yang kebanyakan digunakan untuk lahan parkir dan taman (1). Lahan parkirnya sendiri juga dipenuhi dengan pohon, mengurangi dampak negatif dari "pembetonan lahan resapan" seperti yang biasanya dituduhkan oleh fanatik pecinta lingkungan.

Plaza PP resmi dibuka pada 23 Agustus 1991 (1) oleh Menteri PU Radinal Moochtar. Menurut Menkeu Nasrudin Sumintapura, kepada Kompas, soal pindahnya PT PP ke Plaza PP, "kini nilai ekonomis sudah mengalahkan nilai nostalgia" (2).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan T.B. Simatupang No. 57 Jakarta
  • Arsitek:
    • Perentjana Djaja (desain)
    • PT Pembangunan Perumahan (struktur dan mekanik/listrik)
  • Pemborong:
    • PT Pembangunan Perumahan
  • Lama pembangunan: Agustus 1990 - April 1991
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Rp 15 milyar (1991, setara Rp 174 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Retnowati, Saptiwi Djati; Dwi Ratih (1991). "Plaza PP: Berusaha Tidak Mengubah Wajah Lingkungan". Majalah Konstruksi No. 163, November 1991.
  2. PSC (1991). "Nama dan Peristiwa: Nasrudin Sumintapura Resmikan Gedung PP di Jakarta". KOMPAS, 27 Agustus 1991.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Ratu Plaza (terbaru 6 Juli 2020)