Hanurata Graha

Hanurata dan Sucaco
Hanurata Graha (kiri). 27 Desember 2017, foto pribadi, Creative Commons License

Gedung ini dimiliki oleh PT Hanurata yang bergerak di bidang perkayuan, milik Probosutedjo, adik Presiden Soeharto. Gedung berdesain aneh ini, karena atap joglonya diatas gedung bergaya internasional, mulai dibangun pada 12 Agustus 1977 dengan menanam kepala kerbau, dan diresmikan pada 3 April 1982 oleh Komisaris Utama PT Hanurata, Probosutedjo. Gedung tersebut menghabiskan biaya 2,8 milyar rupiah dan dana tersebut berasal dari kas internal PT Hanurata.

Gedung ini diberi nama “Hanurata Graha” oleh Yayasan Trikora dan Yayasan Harapan Kita, dan awalnya digunakan untuk PT Hanurata dan yayasan-yayasan milik Probosutedjo dan keluarga.

Pasca-pembangunan, gedung ini menjadi kantor sewa, sementara Hanurata sendiri masih operasional walau tidak memiliki website.

Arsitektur dan teknis

Gedung setinggi 40 meter dan berlantai 8 ini memiliki keunikan, yaitu, pertama, atap joglo dan kedua, pondasi gedungnya yang lebih dalam dibanding tinggi gedungnya sendiri. Gedung ini didesain oleh tim arsitek Biro Arsitek dan Insinyur Estetika, dipimpin oleh Ir. Soenarjo Sosro IAI, selama enam bulan.

Penambahan joglo tersebut merupakan percampuran gaya vernacular Jawa dan modernisme internasional, karena atas permintaan pemilik gedung yang menginginkan adanya nuansa kejawen pada gedung. Desain gedung Hanurata secara umum, memang sengaja dibuat untuk memastikan ritme cakrawala pada Jalan Kebon Sirih tidak monoton. Pada atap joglo, desainnya dibuat sedemikian rupa karena keterbatasan pada bagian atap yang tidak boleh ditutupi.

Pondasi gedung ini memiliki kedalaman 72 meter, 32 meter lebih dalam dari tinggi gedung. Penyebabnya adalah keadaan lapisan tanah dalam di Jalan Kebon Sirih dan Jalan M.H. Thamrin yang berlumpur dan tidak stabil.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Kebon Sirih No. 67-69 Jakarta
  • Arsitek: Biro Arsitek & Insinyur Estetika
  • Pemborong:
    • Dewanta Karsa (utama)
    • Jaya Sumpile Indonesia (piling)
    • Decenta (atap)
  • Lama pembangunan: Agustus 1977 – April 1982
  • Tinggi gedung: 40 meter
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Rp. 2,8 milyar (1982, setara Rp. 67 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. NN (1982). “Gedung Hanurata: Punya Ciri Khas”. Majalah Konstruksi, Mei 1982.

Lokasi

Comments