Gedung Wahana Artha

Honda Wahana Jakarta
1 Januari 2015, foto pribadi, Creative Commons License

Gedung Wahana Artha ini juga tergolong bukan gedung yang ingin ditulis di Setiap Gedung Punya Cerita, namun kembali penulis sampaikan, apa yang ada di sumber Kompasdata dan majalah Konstruksi adalah yang akan ditulis di blog ini. Walaupun itu, yang membedakan gedung lain dengan Wahana Artha, adalah penggunaan gedung yang dianggap tidak umum, kantor digabung dengan dealer motor di lantai dasar (1). Awalnya bernama Atap Centre (1), gedung ini berganti nama sejak 1997 setelah meresmikan nama grup baru pemilik gedung, Wahana Artha (2), dan claddingnya berubah dari awalnya berlapis biru. Sebelumnya, Wahana Motor berpusat di Jalan Sukarjo Wirjopranoto 2A (2).

Secara etimologis, nama awal Atap Centre diambil karena harapan pemilik gedung pada satu atap naungan Grup Astra, dan filosofi atap sebagai puncak sebuah rumah, melambangkan menggapai cita-cita (1).

Gedung Wahana Artha dengan luas lantai 4.500 meter persegi ini memiliki 8 lantai dan 1 lantai semi basement, dengan ketinggian 38 meter (1). Barangkali inilah spesialnya gedung Wahana Artha yang lebih menonjol dari Gedung Putera yang usianya terpaut 16 tahun, dan juga pada Hotel Alpine yang jaraknya selemparan batu dengan Wahana Artha. Gaya arsitektur yang diusung gedung rancangan Kiat Karsindo Consultants masih bergaya modern internasional, dengan finishing cladding berwarna perak (di foto terlihat biru) dan kaca berwarna biru St. Gobain (1). Belakangan cladding diganti menjadi perak kasat mata.

gedung dengan lapis biru bergaya modern dengan reklame dealer honda di bagian terbawah gedung
Cladding asli Gedung Wahana Artha, sekitar awal Juli 1991.
Sumber: Majalah Konstruksi No. 163, November 1991.
Gedung Wahana Artha dibangun oleh pemborong milik negara Wijaya Karya, dengan subkontraktor Frankipile Indonesia untuk pondasi, Berca untuk instalasi listrik, Jaya Kencana untuk liftnya dan YKK Alumico untuk cladding awal (1). Pembangunan dimulai pada 10 Juli 1990 hingga keseluruhan bangunan selesai pada Juli 1991, dan pada 19 Juli 1991 Wahana Makmur Sejati resmi pindah ke gedung ini (1). Struktur gedung menggunakan pondasi frankipile, struktur atas frame terbuka dengan balok satu arah, bebas pratekan. Proyek ini menghabiskan Rp 7,7 milyar nilai 1991 (1), setara Rp 87,6 milyar nilai 2019.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Atap Centre
  • Alamat: Jalan Gunung Sahari Raya No. 32 Jakarta (2)
  • Arsitek:
    • Kiat Karsindo (desain)
    • Susanto Ciptajaya (struktur)
  • Pemborong:
    • Wijaya Karta (utama)
    • Frankipile Indonesia (pondasi)
    • YKK Alumico (cladding)
    • Jaya Kencana (lift)
  • Lama pembangunan: Juli 1990-Juli 1991
  • Diresmikan: 19 Juli 1991 (1)
  • Jumlah lantai: 8 + 1 semibasement
  • Tinggi: 38 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 7,7 milyar (1991, setara Rp 87,6 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Hidayat, Rahmi; Djati Retnowati, Saptiwi. "Gedung Atap Centre: Menaungi Penyewa Sejawat". Majalah Konstruksi No. 163, November 1991.
  2. Website resmi Wahana Artha Motor (arsip, 20 April 2008)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

Pertama ditulis 5 April 2019
5 April 2019, malam: alt-text foto, sejarah dan kohesi bahasa pada penjelasan Atap Centre.

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)