Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel & Mall Ciputra
Besar dan mewah - 22 Desember 2011, foto pribadi - Creative Commons License
Mal Ciputra, atau saat dibangun bernama CitraLand Mall Grogol (1)(2), adalah mall pertama yang dibangun oleh grup real estate Ciputra Group pimpinan insinyur dan taipan properti ternama Ir. Ciputra (6). Ide dari pembangunan Mal Ciputra bisa dikatakan contoh dari memancing pengunjung mall dari mall-mall yang berkedudukan di Jakarta Pusat dan Selatan, dan dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, mengutip penuturan Agus J. Alwie, manajer proyek Ciputra Development, yang terbit di majalah Konstruksi edisi Oktober 1991, dan diperkuat dengan keterangan koordinator tim arsitek Ir. Ulung di Republika pada September 1993 (1)(9).

Mal Ciputra dirancang oleh Design International dari Toronto, Kanada (1)(2), bersama dengan Perentjana Djaja dan Beca Carter dari Auckland, Selandia Baru (1)(2), dan dibangun oleh beberapa pemborong, dikomando dibawah Jaya Konstruksi selaku manajemen konstruksi (1)(2), dari Maret 1991 (pilling) (2)(5) hingga selesai dibangun secara keseluruhan setidaknya pada Februari 1994. Pada 26 Februari 1993 (2)(5), Mal Ciputra resmi dibuka untuk umum, namun hotel dan mall secara keseluruhan baru dibuka oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 21 Maret 1994 (3)(5). Topping-off gedung dilaksanakan pada 24 September 1992 (4).



Deskripsi bangunan

Mal Ciputra memiliki 17 lantai yang terdiri dari 8 lantai mall, 9 lantai hotel dan 1 basement dengan luas lantai total mencapai 80 ribu meter persegi termasuk lapangan parkir (2)(5). Ditambah dengan hotel, total luas gedung mencapai 110 ribu meter persegi (2)(5). Mal Ciputra memiliki gedung parkir enam lantai seluas 31 ribu meter persegi, yang menampung sebanyak 500 mobil, ditambah 700 mobil dan 2000 sepeda motor di luar gedung parkir (Majalah Konstruksi, mengutip Agus J. Alwie pada 1993, total 1500 mobil) (2)(5).

Bila ditilik dari tenant yang mengisi, Mal Ciputra adalah mall kelas menengah ke atas dengan dominan tenant nasional, seperti Matahari Department Store, Supermarket Hero, bioskop XXI hingga Toko Buku Gramedia (5), dengan jumlah tenant total sekitar 360 unit, tenant bisa saja menyewa lebih dari 1 unit toko (5), per Februari 2019, mencapai 98 persen dari total luas ruangan di Mal Ciputra (8).

Lapis luarnya yang memiliki langgam pascamodernisme (9), berdasarkan mata penulis, cukup terlihat berkesan budget karena dilapisi cat, namun bisa terbantu oleh atriumnya yang megah dan penggunaan granit dan lantai yang baik, dan kamar hotel dan layanan yang sangat baik untuk hotel bintang tiga. Tetapi, perlu diketahui bahwa penulis belum pernah mengunjungi Mal Ciputra untuk menilai mall ini lebih lanjut. Hal yang bisa dibilang sebuah terobosan dari mal ini adalah penggunaan app khusus yang bisa menghubungkan manajemen mall dengan tenant dan pengunjung, bernama "CL Online" (8).

Hotel Ciputra, dioperasikan oleh Swiss-Bel Hotels, memiliki 336 kamar (7) (awalnya 260 kamar, kemungkinan sudah diperluas dengan mencaplok ruang perkantoran seluas 3000 meter persegi (2)) yang terbagi ke dalam enam kategori seperti Deluxe, Ciputra Deluxe, Grand Deluxe, Executive Club, Suite dan Presidential Suite. Hotel Ciputra memiliki tiga rumah makan bernama The Gallery, Pulau Bar dan Marble Court Lobby (7). Hotel Ciputra, termasuk mall, juga memiliki fasilitas kolam renang, tempat fitness, lounge bisnis dan eksekutif hingga 17 ruang balai sidang berkapasitas 10 hingga maksimal 1700 orang (7).

Salah satu wartawan Republika mengapresiasi keberadaan Mal Ciputra Jakarta sebagai "game-changer" citra Grogol yang kala itu mendapat reputasi negatif karena keberadaan rumah sakit jiwa di sebelah Mal Ciputra (9).

Data dan fakta

  • Nama lama: Citraland Grogol, Citraland Mall
  • Alamat: Jalan Letnan Jenderal S. Parman, Jakarta
  • Arsitek:
    • Beca Carter, Hollings & Ferner (konsep desain)
    • Design International (perancang pertama)
    • Perentjana Djaja (architect of record)
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi MP (pemborong utama, arsitektur dan struktur)
    • Nusa Raya Cipta (pondasi)
    • Waskita Karya (substruktur)
    • Meditya Kreasi Utama (interior)
  • Lama pembangunan: Maret 1991 - Februari 1994
  • Jumlah lantai: 18
  • Jumlah kamar: 336
  • Biaya pembangunan: USD 150 juta/Rp 310 milyar (1993, setara Rp 3,1 triliun nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Retnowati, Saptiwi Djati (1991). "Citraland Grogol: Dengan Konsep Mix Used Complex". Majalah Konstruksi No. 162, Oktober 1991.
  2. Retnowati, Saptiwi Djati; Dwi Ratih (1993). "CitraLand Grogol: Bangunan Multifungsi Yang Menjadi Landmark di Jakarta Barat." Majalah Konstruksi No. 179, Maret 1993.
  3. KOMPAS, 22 Maret 1994 (iklan)
  4. KOMPAS, 24 September 1992 (iklan)
  5. Website resmi Ciputra Mall (orig)
  6. "Sejarah dan Pengembangan Ciputra Group". Home.co.id (orig)
  7. Website resmi Hotel Ciputra
  8. Anggita, Vina; Rahayu, Eva Martha (ed.). "Apresiasi Mal Ciputra untuk Pengunjung di Usia ke-26". SWA, 27 Februari 2019. (arsip)
  9. che (1993). "Sebuah Grogol dengan Banyak Citra". Republika, 5 September 1993 hal. 11

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama dibuat 21 Maret 2019
  • 28 Maret 2019: tambahan mengenai jumlah tenant
  • 14 Januari 2020: sedikit perubahan pada nama mall
  • 17 Maret 2020: Tambahan referensi

Comments