Gedung Bank Ganesha (terbaru 2 Mei 2020)


Sebelum gedung Harapan Motor dibangun, PT Harapan Motor berkantor di dua tempat, iaitu Jalan Gunung Sahari dan di Pulogadung, dekat pabrik Yamaha (4). Operasional yang berpencar inilah yang menyebabkan Harapan Motor membangun gedung baru di Jalan Hayam Wuruk.

Desain gedung dilaksanakan pada 1975, dan pembangunannya dimulai pada 1977 dan selesai sekitar 1978 (1). Setelah pembangunan selesai, PT Harapan Motor berkantor disana hingga sekitar akhir 1980an setelah gedung ini dijual ke Grup Gajah Tunggal dan sempat menjadi supermarket Lotus (5). Belum diketahui nasib gedung tersebut saat kerusuhan Mei 1998 terjadi karena keterbatasan sumber, mengingat kawasan Jalan Hayam Wuruk termasuk daerah paling kuat terdampak kerusuhan, sementara PT Harapan Motor sudah melebur ke Yamaha Indonesia Motor Manufacturing bersama beberapa perusahaan terkait lainnya. Juga tidak diketahui kapan gedung ini mengalami renovasi tampilan muka parsial yang hanya mengubah sisi depan gedung.

Bank Ganesha berkantor pusat dari eks Gedung Harapan Motor mulai 2001, sampai pindah ke Wisma Hayam Wuruk sejak 2016 (2). Hingga Maret 2019, gedung masih berstatus sebagai perkantoran sewa, saat ini juga menampung Datindo Entrycom, biro administrasi efek saham kenamaan (3). Sejak 17 Oktober 2018, OCBC NISP mulai membuka Kantor Cabang Hayam Wuruk di gedung ini

Arsitektur & Teknis (1)

Desain gedung dilakukan oleh J. Heru Gunawan (arsitek sekaligus pemilik PT Arta Buana Sakti, pemborong gedung Yamaha Motor) bersama dengan arsitek dari Jepang bernama Meiji Watanabe & Associates. Bersama arsitek yang sama, mereka juga mendesain gedung Wisma Sudirman, atau kala Majalah Konstruksi menerbitkan artikel tentang gedung ini, masih bernama Wisma Harapan. Secara luar, gedung ini terlihat biasa-biasa saja, mengingat sejajar dengan rukan-rukan lain yang tidak mendapat ekspos media bila dibanding gedung Harapan Motor. Tetapi gedung ini panjang dan terdapat akses dari Jalan Batu Ceper II. Hal ini terjadi mengingat desainnya harus memenuhi syarat dan ketentuan tata ruang di Jalan Hayam Wuruk Jakarta.



Secara struktur, gedung ini menggunakan beton bertulang dengan sistem pratekan, tujuannya untuk mengurangi jumlah kolom, sehingga memaksimalkan ruang kantor dan mengurangi lama pekerjaan gedung. Selain itu, gedung Yamaha juga menggunakan kaca curtain wall, impor Jepang, yang diklaim bisa menyerap panas sampai 40 persen.

Interior gedung juga tidak terlalu banyak desain, untuk fleksibilitas penggunaan kantor sesuai kebutuhan pemilik.

Data dan fakta (1)

  • Nama sebelumnya: Gedung Yamaha, Gedung Harapan Motor
  • Alamat: Jalan Hayam Wuruk No. 28 Jakarta
  • Arsitek: Ir. J. Heru Gunawan bersama Meiji Watanabe & Associates
  • Pemborong:
    • PT Arta Buana Sakti (kontraktor utama)
  • Lama pembangunan: 1977 – 1978
  • Tinggi gedung: 24 meter
  • Jumlah lantai: 6
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. NN (1978). “Yamaha membangun kantor di Hayam Wuruk”. Majalah Konstruksi, Desember 1978-Januari-Februari 1979.
  2. Laporan Tahunan Bank Ganesha (arsip)
  3. Web resmi Datindo Entrycom
  4. Humas OCBC NISP (2018). "Bank OCBC NISP Hadirkan Konsep Perbankan Baru di Premium Guest House". OCBC NISP, 17 Oktober 2018. (Arsip)
  5. "Gajah Tunggal Group: Gajah Gemuk dari Bandengan Utara". Majalah Prospek, 29 Desember 1990. Kutipan, hal 101: "Juga, ia mengambil alih Wisma Harapan dan gedung milik kantor pusat Harapan Group tadi, yang sekarang ditempati Lotus Department Store."

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis pada 29 Maret 2019
  • 29 Maret 2019: Tenant baru
  • 4 Februari 2020: Sejarah pergantian pemilik gedung ditambah dari majalah Prospek
  • 2 Mei 2020: Menambah durasi mulai operasional kantor pusat Bank Ganesha dari gedung ini

          Komentar

          Yang banyak dibaca seminggu terakhir

          Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

          Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

          Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

          Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)

          Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai