Gedung Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara

Gedung Kementerian ATR BPN
30 Juni 2018 - foto pribadi, Creative Commons License

Gedung yang kini menjadi kantor Kementerian Agraria & Tata Ruang ini tak jauh dari kementerian atau direktorat yang mengurusi ketataruangan. Awalnya gedung ini adalah bagian dari Kompleks Departemen PU, dan gedung ini adalah pengembangan dari kompleks Direktorat Tata Kota & Tata Daerah (DTKTD/DKTD) yang bertempat di Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, yang sekawasan dengan kantor Sekretariat ASEAN.

Pada September 1980 (2), Departemen Pekerjaan Umum menyelenggarakan sebuah sayembara desain gedung baru DTKTD, yang diikuti oleh 8 firma arsitek, yaitu Arkonin, Encona Engineering, Parama, PRW Architects, Perentjana Djaja, Widya Pertiwi, Han Awal & Partners, dan Ciriajasa (2). Ciriajasa dinyatakan sebagai pemenang sayembara (2).

Pembangunan dimulai pada 20 Januari 1981 (1) dengan peletakan batu pertama oleh Menteri PU Ir. Poernomosidi. Pemborong gedung DTKTD adalah PT Indonesian Consortium of Construction Industries (1), konsorsium pemborong Indonesia yang akan bertugas melakukan pembangunan di Timur Tengah. Tetapi, karena beberapa bulan pertama pembangunan proyek ini berlangsung lambat dan hanya menjadi pusdiklat tak resmi bagi buruh dan insinyur ICCI (1), akhirnya PT Pembangunan Perumahan - anggota ICCI - ikut serta melaksanakan proyek pembangunan untuk mempercepat pembangunan (1). Proyek selesai dengan tepat waktu, pada 20 November 1982 gedung DTKTD akhirnya diserahkan kepada Direktorat Tata Kota & Tata Daerah Departemen PU (1).

Sejak 1994 hingga 2004, gedung ini sempat dikabarkan kosong, hingga dipakai kembali oleh Kementerian Perumahan Rakyat hingga Kemenpera melebur ke Departemen PU dan kini digunakan oleh Kementerian ATR/BPN. (3W)

Arsitektural dan Teknis

Gedung Kementerian ATR/BPN saat disayembarakan dikriteriakan berupa gedung berlantai 8 dengan luas lantai kotor tepat 13.200 meter persegi yang hemat pembiayaan dan hemat biaya energi (2). Kriteria tersebut diwujudkan berupa pelaksanaan berbasis model fast track alias perancangan dan pelaksanaan dilakukan bersamaan, biaya per lantai diperkirakan tidak sampai 170 ribu rupiah per meter persegi dalam nilai 1980 (nilai 2020 adalah 5,1 juta rupiah/meter persegi), memanfaatkan udara alam dan cahaya matahari alami masuk ke dalam interior gedung untuk mengurangi biaya AC (1)(2). Walau tidak memiliki kelebihan desain yang menarik, tetapi gedung ini secara fungsional membantu pemilik gedung menghemat biaya operasional.

Gedung Kementerian ATR/BPN, dulu Gedung Kementerian Perumahan Rakyat dan Dirjen Tata Kota dan Tata Daerah PU. 1981-1982. Gedung berwarna putih bergaya modern di Jakarta
Saat rampung.
Sumber foto: Majalah Konstruksi, April 1983

Bangunan setinggi estimasi 34 meter ini dibangun dengan struktur beton pratekan dan pondasi dengan bored pile (1). Finishing fasad memanfaatkan cat pada tembok karena panel pracetak (prefabrication) ringan tidak menghasilkan bentuk yang semestinya, dan jendela diberi louvre untuk menangkal sinar sekaligus untuk mempercantik tampang gedung. (1)

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Gedung DTKTD, Blok A Kompleks PU (proyek), Kementerian Perumahan Rakyat
  • Alamat: Jalan Raden Patah No. 1 Jakarta
  • Arsitek: Ciriajasa
  • Pemborong:
    • PT Pembangunan Perumahan (struktur dan finishing), bertindak di bawah Indonesian Consortium of Construction Industries
  • Lama pembangunan: Januari 1981 - November 1982
  • Tinggi gedung: 34 meter
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Estimasi Ciriajasa Rp. 2,2 milyar (1980, setara Rp. 66,2 milyar pada 2018)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. NN (1983). "Gedung DTKTD yang rada unik". Majalah Konstruksi, April 1983.
  2. NN (1980). "Pemenang Sayembara Gedung Direktorat Tata Kota & Daerah". Majalah Cipta No. 55/1981.
  3. Indoplaces.com (sumber riil masih dicari)

Lokasi

Comments