Graha Mustika Ratu (terbaru 22 Juli 2020)

Kospin Jaya & Graha Mustika Ratu
Graha Mustika Ratu (kanan), 29 Desember 2014.
Foto pribadi, Creative Commons License

Awal mula pembangunan Graha Mustika Ratu adalah rencana Mustika Ratu melebarkan sayap bisnisnya (1). Perusahaan jamu dan kosmetika tradisional Mustika Ratu, milik pengusaha jamu Ibu Moeryati Sudibyo, yang kantor pusat sebelumnya hanya menumpang di sebuah rumah (1), membutuhkan sebuah kantor dan ingin memiliki sebuah bangunan monumental yang menjadikan kebanggaan bagi seorang pengusaha jamu sukses - begitu pernyataan Dirut Mustika Ratu, Putri Kuswisnu Wardhani, kala diwawancara Majalah Konstruksi pada 1992 (1).

Pemilihan tanahnya datang dari kejelian Moeryati Sudibyo mengambil kesempatan untuk membeli lahan lokasi Graha Mustika Ratu sekarang, saat beliau mendengar tanah tersebut dijual, dari seorang pedagang sate (4). Pembelian tersebut diduga dilakukan pada 1989 atau awal 1990, saat perencanaan berlangsung.

Ketika Moeryati membeli lahan tersebut, pengamat properti sempat menyuarakan keraguannya (5). Selain lokasinya yang dianggap bukan favorit investor saat itu, banjir gedung perkantoran dan kebijakan uang ketat di tahun 1990an awal membuat banyak proyek-proyek perkantoran saat itu mau tidak mau digantung (5). Tetapi, perencanaan proyek yang dimulai pada 1989 (1), dan direalisasikan dengan groundbreaking pada Oktober 1990 dan rampung sekitar Maret 1992, termasuk cepat, dan didukung dengan kegesitan pengelola menggaet calon tenant dan lokasinya yang pas (5), setidaknya mematahkan keraguan tersebut (2).

Mustika Centre diresmikan oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 27 Agustus 1992 (2), dihadiri oleh beberapa orang ternama yang menjadi agen Mustika Ratu di luar negeri kala itu. (2) Upacara peresmiannya sendiri menghabiskan 106 juta rupiah yang bersumber hasil iuran agen dan pemasok Mustika Ratu, dan gedung tersebut kala diresmikan, sudah diisi oleh 27 perusahaan yang menyewa ruang kantor, plus Mustika Ratu dan manajemen gedung (2), atau dalam kata lain, penuh, ditengah keadaan banjir ruang perkantoran yang menghantui Jakarta saat itu (5).

Arsitektur dan teknis (1, kecuali bila dinyatakan lain)

Gaya arsitektur yang diusung pada Graha Mustika Ratu sebenarnya adalah postmodernisme, karena mengambil bentuk tradisional walau desain penuhnya masih terlihat modern. Dalam bahasa sederhana website resmi Graha Mustika Ratu, "dapat mewujudkan citra tersendiri dibandingkan dengan gedung-gedung perkantoran lain yang telah berdiri" (3). Bentuk gedungnya dinamis, tidak mengotak, tetapi gagah, sejuk dan feminim - ekspresi tersebut dimunculkan lewat penggunaan curtain wall berwarna biru dan lapisan komposit. Lengkung di lantai penthouse melambangkan lumbung dari aktivitas Mustika Ratu.

Untuk memperkuat nuansa gagah, lantai dasar diangkat 1,5 meter dari permukaan tanah dan diberi kanopi masuk setengah lingkaran. Graha Mustika Ratu ini juga dilengkapi dengan gedung parkir berlantai 5 yang menampung 211 kendaraan (2).

Secara strukural, pondasi menggunakan tiang pancang dan struktur utama gedung memanfaatkan tembok shear wall, dengan rangka rapat dan tebal 30 sentimeter, untuk memaksimalkan luas lantai yang sempit dan mengurangi kebutuhan kolom sebagai penahan beban. Lengkung pada lantai tertinggi gedung ini, karena merupakan sebuah cantilever, digarap dengan memasangkan scaffolding yang ditopang balok beton H sepanjang 6 meter ke depan bangunan.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Muskita Centre, Mustika Ratu Centre
  • Alamat: Jalan Gatot Subroto Kav. 74-75 Jakarta
  • Arsitek:
    • PT Tripanoto Sri Consultant (desain arsitektur)
    • PT Ketira Engineering Consultants (struktur dan mekanik/listrik)
  • Pemborong:
    • Delta Romindo Internasional (pemborong utama dan mekanik/listrik)
    • Hutama Takenaka (struktur)
    • Alumco Cipta Nusantara (kaca dan cladding)
  • Lama Pembangunan: Oktober 1990-Maret 1992
  • Jumlah lantai: 15
  • Biaya pembangunan: 26 juta USD/Rp 55 milyar (1992, setara Rp. 581 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Rakhidin; Dwi Ratih (1992). "Mustika Centre: Meramu Pola Menghadirkan Keanggunan". Majalah Konstruksi No. 171, Juli 1992.
  2. osd/rat (1992). "Ny. Tien Soeharto Resmikan Gedung Mustika Ratu Centre". KOMPAS, 28 Agustus 1992.
  3. Website Mustika Ratu Centre, diakses 6 Januari 2019. (arsip)
  4. Tisyrin Naufalty Tsani (2016). "Mustika Ratu, Dari Garasi Hingga Pancoran". Bisnis Indonesia, 6 Januari 2016.
  5. Media Sucahya; Agung Firmansyah (1992). "Mustika Center: Menepis Sangsi Secara Jitu". Majalah Prospek, 5 September 1992, hal. 58

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 22 Februari 2019.
  • 14 Maret 2019: info tambahan mengenai sejarah pemilihan lokasi.
  • 22 Juli 2020: Tambahan detail dari Majalah Prospek

Comments