Graha Mitra

Graha Mitra
27 Desember 2017 - foto pribadi, Creative Commons License

Gedung yang awalnya merupakan kantor pusat Grup Subentra ini mulai dibangun sejak Agustus 1990 dan baru selesai pada Januari 1992 (1) dan diresmikan pada 9 Maret 1992 melalui sebuah iklan koran di Kompas (3). Gedung berlantai 12 ini, kala dibuka sampai 1990an, menjadi kantor Bank Subentra, yang baru berusia 3 tahun (2), dan beberapa anak-anak perusahaan Subentra Group yang kebanyakan bergerak di bidang perfilman. Walau Bank Subentra dibekukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional pada 1998, atau 6 tahun menempati gedung ini (5), disinyalir masih menjadi kantor Grup Subentra.

Pada 2001, Gedung Subentra berubah nama menjadi Graha SCTV, praktis karena SCTV pindah kantor ke gedung rancangan tim arsitek Hutama Takenaka ini, dari Wisma Indovision (4), hingga pindah lagi ke Senayan City sejak 2008, dan langsungnya gedung ini berganti nama menjadi Graha Mitra. Hana Bank Indonesia, yang mencaplok Bank Bintang Manunggal, berpindah ke kantor ini mulai 2008 hingga Hana Bank pindah ke kantor di Wisma Mulia pada Desember 2011. Bank Hana kini berpusat di Mangkuluhur City. (6)

Pasca keluarnya SCTV dan Bank Hana, gedung ini lantas menjadi kantor Grup Indika. Di era media sosial sekarang Graha Mitra juga identik dengan Radio Indika sebelum pindah ke Pejaten, dan stasiun televisi NET, yang membangun studionya di lahan belakang Graha Mitra.

Arsitektur dan struktur (1)

gedung bank subentra graha mitra konstruksi maret 1991
Dalam tahap pembangunan, memperlihatkan core beton dan rangka baja, 31 Maret 1991.
Sumber: Majalah Konstruksi, Mei 1992
gedung bank subentra graha mitra 1992
Kala selesai dibangun
Sumber: Majalah Konstruksi, Mei 1992
Gedung berlantai 12 ini dikenal pendek namun tambun, karena jarak lantai-ke-lantainya pendek dan desainnya lebih fungsional, bersih dan efisien, baik segi pembangunan dan pemanfaatan materi gedung. Sesuai dengan simbol Grup Subentra saat dibangun, yaitu kristal, cladding gedung didominasi kaca, dengan sedikit sentuhan GRC di sudut-sudut gedungnya. Interior lobby menggunakan bahan granit.

Struktur gedung yang dimanfaatkan oleh gedung ini adalah rangka baja profil H dengan core beton bertulang. Penyebabnya adalah batas ketinggian gedung 50 meter yang ditetapkan Telkom Indonesia/Perumtel, sehingga memerlukan tinggi lantai-per-lantai yang lebih pendek, yaitu hanya 3,65 meter. Untuk memenuhi rencana itu, baja profil digunakan menggantikan balok beton bertulang yang tebal. Perhitungan penulis adalah 44 meter, sangat pendek bila dibanding dengan gedung Centennial, berjarak dua gedung dari Graha Mitra, yang tingginya empat kali lipat.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Subentra Building, Gedung Subentra, Graha SCTV
  • Alamat: Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta
  • Arsitek: Hutama Takenaka
  • Pemborong:
    • J.O. Hutama Takenaka-Nusa Raya Cipta
  • Lama pembangunan: Agustus 1990-Januari 1992
  • Tinggi gedung: ca. 44 meter
  • Jumlah lantai: 12
  • Biaya pembangunan: Rp 40 milyar (1992, setara Rp 423 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi:
    • Pop culture (kantor NET dan stasiun radio milik Indika sebelum pindah)

Referensi

  1. Dwi Ratih; Saptiwi (1992). "Subentra Building: Kombinasi Antara Struktur Baja dan Beton". Majalah Konstruksi No. 169, Mei 1992.
  2. Rosser, Andrew. “The Politics of Economic Liberalization in Indonesia: State, Market and Power” (2013). Abingdon, Inggris Raya: Routledge. Halaman 202.
  3. Kompas, 9 Maret 1992 (iklan)
  4. Sejarah SCTV, 5 Juni 2004
  5. GUN/NN/PPG (1998). "Pemerintah Bekukan Tujuh Bank: Tujuh Bank Lain Dalam Pengawasan BPPN". Kompas, 5 April 1998.
  6. Milestone Bank Hana Indonesia, 19 Maret 2018.

Lokasi

Comments

Penyawer Minggu Ini: N/A.