Posts

Showing posts from February, 2019

Mega Plaza

Image
Gedung berlantai 12 + 1 basement ini adalah satu dari beberapa gedung kecil yang dibangun di deretan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Mega Plaza dikembangkan oleh PT Mega Plaza, anak perusahaan Grup Sukandamulia, dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai Juli 1990 dan rampung pada Desember 1991, menghabiskan waktu 18 bulan pekerjaan sudah termasuk libur Lebaran. Tidak seperti biasanya pada beberapa bangunan di Indonesia, konsep perencanaan gedung ini menggunakan metode Design and Construct, dimana Total Bangun Persada dibantu oleh tim arsitek dari PT Pacific Adhika Internusa untuk perancangan arsitektur. Mengutip manajer proyek PT Mega Plaza, Ir. Irhandi Ludiarto, yang diwawancara Majalah Konstruksi, dan dimuat di Majalah Konstruksi edisi Juli 1992, "Dengan Design-Construct, bisa terjalin kerja sama yang baik antara pemilik proyek dan kontraktor, sehingga hasilnya dapat lebih maksimal. Desain bisa sesuai dengan keinginan".
Desain gedungnya bisa dibilang "biasa saja&…

Menara Thamrin

Image
Kompleks perkantoran yang terletak di Jalan M.H. Thamrin ini (bukan satu gedung, karena memiliki tiga gedung terpisah) merupakan salah satu dari lima proyek perkantoran di jalan protokol paling ternama di Indonesia yang dibangun di dekade 1990an (selain Plaza Indonesia (1990), kompleks BII/Sinarmas Land Plaza II dan III (1997), Menara Topas/Wisma Bank Industri (1990) dan Plaza Permata (1992)). Konstruksi dilakukan oleh Kajima bersama Waskita melalui JO PT Waskita Kajima (1) mulai April 1989 dan selesai pada Agustus 1991, dan kala itu bernama ATD Plaza (2). ATD adalah singkatan dari Aditya Toa Development, pengembang kompleks perkantoran tiga bangunan ini. Sebenarnya kompleks perkantoran ini sudah direncanakan sejak 1970an, merujuk pada peta yang tampil di iklan Gedung Jaya yang terbit di Majalah Tempo pada 3 Juli 1976. (3)

Belum jelas tepatnya kapan nama ATD Plaza berganti menjadi Menara Thamrin, namun nama tersebut pertama beredar di pemberitaan KOMPAS tertanggal 16 April 2000, saat…

Plaza Bali

Image
Mall bebas bea berlantai 2 ini dibangun ditengah booming pariwisata di Pulau Dewata, alias tempat pemilik blog Setiap Gedung Punya Cerita dibesarkan, pada dekade 1990an. Kala dibuka pada 1991, jelasnya masih diriset, Plaza Bali menyediakan barang kerajinan lokal dan produk-produk mewah untuk para wisatawan. Seperti mall DFS Mall Bali Galeria sekarang, konon hanya wisatawan asing yang bisa masuk ke tempat ini.
Desain mall ini dilakukan oleh arsitek-arsitek dari Atelier 6 Bandung, dengan desain masih membawa ciri khas tradisional Bali, dengan bentuk gedung berbentuk U dengan courtyard di tengahnya. Kata para perancang, agar nuansanya lebih rapi dibanding luar Plaza Bali yang semerawut. Finishing gedung memakai marmer untuk lantai dan dinding eksterior, sementara bata merah ciri khas arsitektur Bali juga digunakan untuk eksterior. Lantai 2 memiliki unsur-unsur kayu, dan rada jejepangan karena model jendela yang digunakan pada lantai 2, mengingat arsitek berkeinginan membawa nuansa Jepan…

ITC Mangga Dua

Image
Pusat perbelanjaan yang dibangun di atas lahan seluas 33.700 meter persegi (KON) ini adalah bagian dari pengembangan Mangga Dua yang awalnya adalah pemakaman (ironisnya, tidak seperti Terowongan Casablanca atau Menara Saidah, tidak ada kabar mistis di lahan Mangga Dua) - walaupun Pasar Pagi Mangga Dua yang paling dahulu hadir bukan bagian dari kompleks Mangga Dua yang dikembangkan Duta Pertiwi/Sinar Mas. Kompleks ini mulai dibangun Desember 1989 dan selesai secara keseluruhan pada November 1991 oleh pemborong BUMN Wijaya Karya (KON). Walau secara struktural selesai pada 1991, ITC Mangga Dua Jakarta baru dibuka secara resmi pada 11 Januari 1993 oleh Menteri Perdagangan Arifin Siregar. (ITC Mangga Dua tidak dibuka pada 1989)(A)

Dalam perjalanannya, ITC Mangga Dua menjadi pusat grosir pilihan masyarakat karena harganya yang murah, terutama grosir apparel dan fashion - bahkan menurut website resmi Sinar Mas, "Sudah menjadi sebuah ikon, ITC Mangga Dua adalah ibukota pertokoan grosira…

Di Balik Tag "Gedung Generasi Dilan"

Image
Sebenarnya penulis memiliki rasa tidak suka dengan film dan bahkan sebuah novel karangan Pidi Baiq ini, bahkan nonton film dan novelnya saja tidak, karena penulis memang tidak tertarik pada novel picisan ini. Maklum, kesukaan penulis lain.

Namun di blog ini akan muncul tag "GEDIL - Gedung Generasi Dilan" pada beberapa tulisan tentang sebuah gedung. Apa yang membuat penulis memakai tag ini? Tag tersebut adalah tag satu atap untuk gedung yang pembangunannya selesai pada 1990 dan 1991. Tahun yang pada masa berikutnya akan selamanya identik di Indonesia sebagai tahunnya Dilan.

Di Indonesia, budaya efek bandwagon pada budaya Internet cukup kental, sehingga untuk beberapa kasus penulis harus "menyesuaikan diri" pada budaya netizen. Dilan adalah hit era 2018-19 yang sejujurnya, tidak mencerminkan tahun 1990 dan 1991 secara kultural dan teknologi. Namun, penulis bukan penulis blog murahan yang mengejar iklan, dan ini Setiap Gedung Punya Cerita, penulis juga harus memastik…

Wisma Hayam Wuruk (update 5 November 2019)

Image
Gedung berlantai 15 ini merupakan gedung tinggi pertama di kawasan Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada yang didominasi rukan-rukan berlantai 3. Merupakan sebuah penanaman modal asing, gedung ini dirancang oleh tim insinyur dari Alfred A. Yee & Associates asal Honolulu, Amerika Serikat (1)(7)(9) (penulis tidak menyebut nama arsiteknya karena yang dicantum di Majalah Cipta dianggap oleh penulis janggal untuk nama Jepang, diduga salah cetak atau salah pengertian), dan dibangun oleh perusahaan E.E. Black Construction Indonesia (1).

Desain gedungnya yang melebar ke atas, menurut laporan majalah Cipta terbitan Maret-April 1976, terilhami oleh gaya rumah tradisional Batak dan Minangkabau yang menonjol keatas. Tak hanya itu, hal ini dilakukan juga untuk memperbesar luas sewa gedung. (1)
Struktur gedung bergaya brutalist ini material pembangunannya menggunakan beton pratekan dan pracetak yang dicetak di Pulogadung. (1) Selain itu, lapis luar gedung mengalami bushhammering (menggosok) d…

Gedung Slamet Bratanata Kementerian ESDM (update 8 November 2019)

Image
Gedung berlantai 8 ini awalnya merupakan aset Intiland untuk induk perusahaannya, Grup Dharmala, yang memiliki kongsi asuransi dengan asuransi asal Kanada, Manulife, sebagai kantor pusatnya, dan di bekas lahan ini sebelumnya juga berdiri kantor asuransi Dharmala Manulife yang sepertinya terlalu sempit sebagai kantor asuransi. Desain konsep gedung dirancang oleh salah satu firma asal Singapura bernama DPC Development, dan disempurnakan oleh PT Jatimmakmur Ekabuana, mulai akhir 1992 dan selesai September 1993 (1). Pembangunan dilakukan oleh Frankipile Indonesia untuk pondasi dan pemborong negara Pembangunan Perumahan selama setahun penuh pada 1994, buntut dari terlambatnya mobilisasi alat pondasi oleh Frankipile Indonesia (1).

Walau dalam perjalanan hidup gedung ini diwarnai cerainya Dharmala dengan Manulife sejak 2002 (2), dan Intiland berganti dari bayang-bayang Dharmala pada 2007 (3), hubungan gedung ini dengan Manulife tetap erat, hingga pada Agustus 2008, Manulife Indonesia memutu…

Gedung Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara

Image
Gedung yang kini menjadi kantor Kementerian Agraria & Tata Ruang ini tak jauh dari kementerian atau direktorat yang mengurusi ketataruangan. Awalnya gedung ini adalah bagian dari Kompleks Departemen PU, dan gedung ini adalah pengembangan dari kompleks Direktorat Tata Kota & Tata Daerah (DTKTD/DKTD) yang bertempat di Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, yang sekawasan dengan kantor Sekretariat ASEAN.

Pada September 1980 (2), Departemen Pekerjaan Umum menyelenggarakan sebuah sayembara desain gedung baru DTKTD, yang diikuti oleh 8 firma arsitek, yaitu Arkonin, Encona Engineering, Parama, PRW Architects, Perentjana Djaja, Widya Pertiwi, Han Awal & Partners, dan Ciriajasa (2). Ciriajasa dinyatakan sebagai pemenang sayembara (2).
Pembangunan dimulai pada 20 Januari 1981 (1) dengan peletakan batu pertama oleh Menteri PU Ir. Poernomosidi. Pemborong gedung DTKTD adalah PT Indonesian Consortium of Construction Industries (1), konsorsium pemborong Indonesia yang akan bertugas melakuka…

Graha Mitra

Image
Gedung yang awalnya merupakan kantor pusat Grup Subentra ini mulai dibangun sejak Agustus 1990 dan baru selesai pada Januari 1992 (1) dan diresmikan pada 9 Maret 1992 melalui sebuah iklan koran di Kompas (3). Gedung berlantai 12 ini, kala dibuka sampai 1990an, menjadi kantor Bank Subentra, yang baru berusia 3 tahun (2), dan beberapa anak-anak perusahaan Subentra Group yang kebanyakan bergerak di bidang perfilman. Walau Bank Subentra dibekukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional pada 1998, atau 6 tahun menempati gedung ini (5), disinyalir masih menjadi kantor Grup Subentra.

Pada 2001, Gedung Subentra berubah nama menjadi Graha SCTV, praktis karena SCTV pindah kantor ke gedung rancangan tim arsitek Hutama Takenaka ini, dari Wisma Indovision (4), hingga pindah lagi ke Senayan City sejak 2008, dan langsungnya gedung ini berganti nama menjadi Graha Mitra. Hana Bank Indonesia, yang mencaplok Bank Bintang Manunggal, berpindah ke kantor ini mulai 2008 hingga Hana Bank pindah ke kantor di Wis…

Gedung Putera

Image
Satu-satunya berita atau potongan artikel yang memberikan informasi yang cukup terperinci tentang Gedung Putera adalah berita Kompas tertanggal 21 Juni 1975, dimana pemilik gedung kala itu, Grup Putera, membuka kantor mereka pada hari itu. Kepala KADIN DKI Jakarta hadir untuk menggunting pita pembukaan gedung tersebut.

Tidak ada informasi yang didapat mengenai siapa pemborong gedung bahkan arsitek desain gedung. Tidak jelas apakah gedung ini, pernah berubah penampilan gedung, mengingat gedung ini kini berlapis kaca hitam, identik dengan era 1980an.

Gedung ini memiliki luas bersih 4.000 meter persegi, setiap lantai memiliki 500 meter persegi ruang untuk disewakan dengan banderol 5 dolar atau 2.060 rupiah per meter persegi, sesuai dengan pematokan nilai tukar rupiah di Rp 415/USD 1 oleh pemerintah.

Awalnya gedung ini merupakan kantor dari Grup Putera. Tidak jelas bidang utama dari perusahaan ini, dan nasib terkini grup tersebut. Saat terakhir kali dilihat oleh penulis pada 2017 lalu, g…

Bank Mandiri Banda Aceh

Image
Gedung berlantai 4 dan dengan luas lantai 2000 meter persegi di Banda Aceh ini awalnya merupakan kantor bank Bank Ekspor Impor Indonesia (1), dirancang oleh tim arsitek dari PRW Architects yang dikepalai Rusjdi Hatamarrasjid (sebelumnya juga merancang Hotel Inna Grand Bali Beach) dan Warman Anwar (1). Gedung ini didesain dengan gaya arsitektur khas Aceh yang dipelajari oleh tim arsitek dari anjungan Aceh di TMII dan sumber literatur, dan diterapkan dalam dan luar (1). Yaitu, penggunaan tangga pada pintu masuk yang diselipi diantara tiang kayu, atap limasan sebagai simbol strata sosial dan tritisan atap (1). Ornamen yang diterapkan adalah Aceh Islam, yang dibentuk menggunakan lapis beton GRC. Material interior dan eksterior adalah produk lokal (1).

Struktur gedung ini tidak terlalu banyak dijelaskan, hanya menggunakan pondasi tiang pancang beton dan rangka biasa dengan beton bertulang (1). Walaupun strukturnya sederhana, gedung ini terbukti tahan dari gempa 9,2 skala Richter yang meng…

Widya Graha LIPI

Image
Gedung berbentuk elips ini mulai dibangun oleh pemborong milik negara Wijaya Karya dalam empat tahap mulai awal 1980 dan selesai dibangun pada 1982 [lihat arsitektural dan teknis], dan dibuka resmi oleh Presiden Soeharto pada 23 Agustus 1982 (1). Nama gedung ini, Widya Graha, berarti “rumah ilmu pengetahuan” - Widya = ilmu, Graha = rumah, griya. (1)(2)

Sesuai kebutuhannya, gedung ini menjadi kantor dan pusat penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, lembaga pemerintah untuk penelitian ilmiah dan teknologi. Lantai 1 sampai 7 merupakan ruang kantor dan pembinaan sementara 4 lantai teratasnya murni merupakan pusat penelitian (1). Belum diketahui apakah layout ini masih dipertahankan atau sudah berubah.
Gedung ini, setelah 32 tahun penggunaan, mulai mengalami masalah seperti atap jebol, kerusakan elektrik dan kebocoran. Akibatnya gedung itu direnovasi dalam, dan luar, diwarnai penggantian wajah gedung.(3) Arsitektural dan Teknis Arsitektur Widya Graha LIPI didesain oleh tim ars…