Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

PS: penulis harus botak untuk memahami seluruh isi sumber tentang gedung ini, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa sehari-hari.
Wisma Intiland
26 Desember 2017
Foto pribadi, Creative Commons License
Gedung berlantai 23 dengan gaya arsitektur tropis ini dirancang oleh Paul Rudolph, arsitek asal Amerika yang terkenal dengan desain Gedung Fak. Seni dan Arsitektur Universitas Yale, dengan bantuan J. Heru Gunawan (kadang ditulis Johannes Heru Gunawan, J.H. Gunawan atau Yohannes H. Gunawan, sehingga penulis blog menggunakan nama J. Heru Gunawan untuk konsistensi), arsitek yang juga membantu arsitek-arsitek Jepang mendesain Wisma Harapan, berlokasi disamping Intiland Tower; dan Gedung Harapan Motor/Gedung Bank Ganesha [info arsitektur bisa dibaca di subbab "Arsitektur"] (2).

Pembangunan dimulai pada 23 Februari 1983 (1) dengan pemancangan pondasi oleh PT Paku Bumi Semesta, pemborong pondasi lokal (1), dan gedung sudah bisa digunakan pada akhir 1987 (2). Beberapa klaim muncul dari kapan pembangunan gedung ini berlangsung, mulai dari 1982-1988 (Arquitectura), 1987-1990 (CTBUH, Emporis dan Imelda Akmal) dan 1986 (Intiland dan Yayasan Paul Rudolph), namun dari ketiga klaim tersebut, dan berdasarkan isi artikel yang didapat penulis Setiap Gedung Punya Cerita dari majalah Konstruksi, penulis mengamini, hanya klaim Arquitectura, Intiland dan Yayasan Paul Rudolph yang mendekati data yang didapat penulis.

Pasca selesai dibangun, gedung ini menjadi kantor sewa, seperti biasa, dengan tarif 16-18 dolar AS (27 ribu-30 ribu rupiah) per bulannya per meter persegi, harga April 1988 (2), selain menjadi kantor Group Dharmala hingga dihancurkan oleh malaise 1998. Salah satu tenant ternama gedung ini adalah stasiun televisi TV7 milik grup Kompas Gramedia hingga pindah kantor ke markas Transcorp, namun tepatnya penulis masih perdalam.

Tidak pernah dijelaskan kapan Wisma Dharmala Sakti berganti nama menjadi Intiland Tower. Intiland saat ini menempati lantai penthouse sebagai kantor pusat mereka, dan per 2017, dilaporkan 88 persen ruang kantor netto 25 ribu persegi sudah terisi.

Gondola jatuh (7)(8)(9)

Salah satu insiden yang menimpa gedung ini adalah insiden gondola jatuh pada 26 Oktober 2016. Sebuah gondola yang digunakan untuk kepentingan perawatan jatuh dan menewaskan penumpang gondola - seorang karyawan perawatan. Gondola tersebut tergolong baru namun Intiland, pengelola gedung, belum menggunakan gondola itu dan diperbaiki saat akan dipakai kembali oleh salah satu kontraktornya. Diduga gondola jatuh karena kerusakan mesin.

Arsitektur (1)(3)(4)(6)(10)

Dengan desainnya yang memadukan gaya internasional dengan filosofi tropis yang benar-benar dipahami, wajar bila gedung ini sering dibahas di beberapa buku arsitektur Indonesia, dan blog-blog tentang arsitektur Indonesia, namun perlu ditekankan bahwa blog ini bersifat inclusive, membahas keseluruhan gedung, tidak hanya arsitektur dan strukturnya. Untuk bab ini, penulis mengutipnya dari wawancara peliput majalah Konstruksi dengan Paul Rudolph yang terbit di Konstruksi edisi Maret 1983, laporan dari Konstruksi edisi April 1988, post blog Yayasan Paul Rudolph, dan Wikiarquitectura.

Filosofi yang diusung oleh Rudolph dalam desain gedung ini adalah menginginkan gedung yang sesuai dengan iklim dan psikologis tropis di Indonesia namun masih fungsional sebagai fungsi kantor, disimbolkan dengan keberadaan bidang miring, ehm, atap, pada setiap lantainya. Fungsi tambahan dari atap tersebut adalah sebagai penangkal sinar matahari langsung. Keberadaan pilar-pilar besar pada bagian depan Intiland Tower berfungsi memperkokoh gedung itu sendiri, dan kekokohannya terlihat bahkan dari sisi jalan.
Aspek tropis lain yang diterapkan pada Intiland Tower adalah pada atrium terbuka dan keberadaan teras di atrium terbuka, tujuannya simpel, sebagai jalan masuk sirkulasi udara alami, dan menjadi tempat berkumpul.

Selain itu, irama floorplate gedung yang tidak biasa membuat gedung ini tak hanya mudah dkenali, tetapi juga menciptakan luas lantai tambahan. Selain menambah ruang kantor, floorplate alternatif gedung dengan luas lantai bersih 25 ribu meter persegi ini dipercantik dengan tanaman rambat. Memang, walau menjadikan gedung ini menarik, tapi bagi pebisnis Tionghoa yang percaya feng shui, Intiland Tower adalah kutukan karena sudut tajam floorplate dan atap itu. Sampoerna Strategic Place, kompleks perkantoran seberang jalan Intiland Tower, memiliki cermin yang katanya menangkal energi negatif dari Intiland Tower.

Desainnya sangat kokoh, hasilnya cukup indah, menjadikan gedung ini ikon Jalan Jenderal Sudirman, hingga Dharmala Intiland dan grup Dharmala menjadikan footprint gedung tersebut logonya. Pasca kolapsnya grup Dharmala, Intiland akhirnya jalan sendiri dan sudah berganti logo.

Walau banyak apresiasi terkait desain tropis Intiland Tower, toh masih ada kritik pada gedung tersebut. Penulis menemukan buku "Jati Diri Arsitektur Indonesia" yang disusun oleh Ir. Eko Budiharjo, M.Sc., terbitan 1997, yang berisi kritikan terkait arsitektur Indonesia era Orde Baru kala itu. Adalah arsitek lokal Andi Siswanto, yang menilai desain arsitektur Paul Rudolph "hanya gedung bergaya internasional berpenghawa AC dengan atap miring khas tropis dan dianggap tidak memenuhi kaidah tropis Indonesia".

Kritikan lainnya datang dari Marco Kusumawijaya. Tokoh yang sekarang menjadi anggota TGUPP DKI Jakarta mengapresiasi podium gedungnya yang lebih terbuka terhadap keseluruhan lingkungan kota, sehingga menjadikan Intiland Tower Jakarta sebuah bagian dari Kota Jakarta. Tetapi ia menganggap atap Intiland Tower "ribut" dan "terpecah-pecah" sehingga "menjadi dekoratif pada bangunan ini".

Struktur (2)

40 baja diameter 32mm, 4 tulang I-beam.
Sumber: Majalah Konstruksi, April 1988
Fungsi arsitektur gedung ini tidaklah hiasan belaka. Fungsi arsitektural gedung berlantai 24 ini berfungsi sebagai struktur gedung sesungguhnya. Secara sederhana, keberadaan pilar luar gedung itu ternyata memanfaatkan rangka steel reinforced concrete sampai lantai 7, untuk memastikan bahwa pilar luar yang dirancang benar-benar proporsional di mata arsitek, dan kokoh bagi insinyur teknik sipil dan orang biasa (lihat gambar). Selain itu, terdapat Teori Pengimbangan Gaya Geser, yang diterapkan Ir. Wiratman Wangsadinata - pendiri Wiratman & Associates - yang digunakan untuk pilar ini, dengan ide membuat pratekan dengan ruas kabel tertentu yang bisa menyeimbangkan gaya reaksi kedua pilar kembar itu. Penulis masih mencari literatur yang berisi bukti dari teori tersebut.

Pondasi menggunakan tiang pancang baja karena kualitas terjamin, ramah lingkungan dan implementasi cepat, dan dengan pile cap alias poer sebagai penutup pondasi. Pengecoran poer dilakukan tidak sembarangan, agar tidak merusak beton karena tingginya selisih suhu permukaan beton dengan di dalam beton, sehingga strategi mengecor dengan papan catur, pemakaian air dingin dan pelaksanaan cor di malam hari menjadi masuk akal.

Kiri: penampang lantai 5, 8, 11, 14, 17, 20
Tengah: penampang lantai 6, 9, 12, 15, 18
Kanan: penampang lantai 7, 10, 13, 16, 19
Sumber foto: Majalah Konstruksi, April 1988

Intiland Tower, seperti gedung-gedung di Jakarta lainnya di era 1980an, didesain tahan gempa berdasarkan Peraturan Gempa Indonesia 1983. Perencanaan struktur Intiland Tower yang sangat kompleks dan susah dijelaskan dalam bahasa orang sehari-hari ini terkomputerisasi, menghabiskan waktu 2000 jam (83 hari) untuk penghitungannya. Untuk komputer sekelas IBM PC yang hanya memiliki RAM 64 kB dan prosesor Intel 8088 16-bit, melakukan perencanaan struktur Intiland Tower dengan kerumitan tingkat wahid selama 83 hari sudah bisa dibilang sangat cepat, bandingkan dengan gedung-gedung sekarang yang perancangannya bisa dilakukan dengan laptop berspesifikasi RAM 8 GB, prosesor Intel Core i9 dan kartu grafik berkualitas untuk menciptakan visualisasi struktur gedung.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Wisma Dharmala Sakti, Wisma Intiland
  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32 Jakarta
  • Arsitek:
    • Paul Rudolph (desain)
    • J. Heru Gunawan (architect of record)
    • Wiratman & Associates (struktur)
  • Pemborong:
    • Jung Woo (pemborong utama)
  • Lama pembangunan: Februari 1983 - akhir 1987
  • Tinggi gedung: 110 meter
  • Jumlah lantai: 23 tower, 5 podium
  • Biaya pembangunan: 30 juta USD/Rp 29,1 milyar (1983, 75 juta dolar AS/Rp 1,1 triliun pada 2018)
  • Signifikasi:
    • Arsitektur (gedung dengan arsitektur terunik di Indonesia, satu dari dua gedung karya Paul Rudolph di Indonesia)
    • Struktural (gedung yang fitur arsitekturalnya berfungsi sebagai struktur bangunan)

Referensi

  1. NN (1983). "Paul Rudolph, arsitek bertaraf internasional: Memang indah, arsitek tradisional Indonesia". Majalah Konstruksi, Maret 1983.
  2. Urip Yustono; Muchammad Zaki; Vera Trisnawati (1988). "Wisma Dharmala Sakti: Hampir semua unsur arsitektur merupakan struktur". Majalah Konstruksi, April 1988.
  3. Wikiarquitectura
  4. Yayasan Paul Rudolph
  5. Annual Report Intiland 2017
  6. Andy Siswanto, et. al. Editor Eko Budihardjo (1996). "Jati Diri Arsitektur Indonesia", cetakan ketiga. Bandung: Penerbit "Alumni". Halaman 163.
  7. David Oliver Purba (2016). "Gondola yang Jatuh di Intiland Tower Belum Pernah Digunakan Sebelumnya". Kompascom, 26 Oktober 2016, diakses 22 Desember 2018.
  8. David Oliver Purba (2016). "Seorang Pekerja Tewas Terkena Gondola yang Jatuh di Intiland Tower". Kompascom, 26 Oktober 2016, diakses 22 Desember 2018. 
  9. Asnida Riani (2016). "Bukan Tali Putus, Ini Dugaan Penyebab Gondola Jatuh di Sudirman". Bintang, 28 Oktober 2016, diakses 22 Desember 2018.
  10. Marco Kusumawijaya (2000). "Gedung Jangkung di Poros Jakarta". KOMPAS, 19 Maret 2000.

Bibilografi

Imelda Akmal (2012). "Wiratman: Momentum & Innovation 1960-2010". Jakarta: Imajibooks. ISBN 978-602-97997-0-5. Dapat anda beli disini. Penulis tidak berafiliasi pada penerbit.

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

Pertama ditulis 11 Januari 2019
25 Mei 2019: Sedikit perubahan pada struktur, dan pemberian tanda kutip pada pernyataan kritikus.
17 Oktober 2019: Menambah kritik dari Marco Kusumawijaya yang dimuat di harian KOMPAS tahun 2000.

Comments

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Gedung Sekretariat ASEAN

Intiland Tower Surabaya