Posts

Showing posts from January, 2019

Constitution Nomads - Sejarah Kantor Mahkamah Konstitusi

Image
Artikel ini merupakan saduran sebagian dari sejarah penggunaan kantor oleh Mahkamah Konstitusi sebelum akhirnya membangun kantor sendiri di Jalan Medan Merdeka Barat dari buku berjudul "Sejarah Pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi" dengan tambahan data dan fakta dari sumber lain - terutama surat kabar Kompas. Mengingat Gedung MK dibangun pada masa di luar skup pembahasan blog Setiap Gedung Punya Cerita, tulisan ini menjadi pengganti entri individu gedung ini. Untuk Plaza Centris dan Hotel Santika Jakarta, akan dibuatkan profil individunya, lengkap dengan sejarah pembangunan dan fitur-fitur menarik pada gedungnya.
Hotel Santika KS Tubun (Agustus-September 2003)Fotonya ga ada.
Mahkamah Konstitusi dibentuk pada 13 Agustus 2003 setelah DPR-RI dan Pemerintah Republik Indonesia mengesahkan RUU Mahkamah Konstitusi menjadi undang-undang (UU No. 24/2003). Pembentukan MK merupakan mandat dari amandemen keempat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan batas waktu pembentukan Mahkamah…

Jalan Hayam Wuruk 86-88 (ex. Bank Pembangunan Indonesia)

Image
Penulis tidak bercanda.
Gedung lusuh tak terawat ini, berlokasi di samping pabrik bedak Cap Dewa, sekarang Bank Permata Cab. Hayam Wuruk, adalah bekas kancab Bapindo. Pada 2 Juni 1969, dalam rangka peresmian gedung ini, karyawan Bapindo menyelenggarakan selamatan.
Sisanya, kita tahu sendiri, ini cuma gedung yang tidak signifikan dari sisi potongan sejarah, baik sejarah kota, arsitektur era Orde Baru - fokus blog ini - bahkan sejarah Bank Mandiri dan pendahulunya. Mengapa Bank Mandiri, penerus Bapindo, tak mau menempati gedung ini, belum jelas. Apakah Bapindo pernah loncat kantor lagi dari Hayam Wuruk 86-88, masih membutuhkan sumber sahih. Juga belum jelas apakah gedung ini adalah korban amuk Mei 1998 dengan kondisi sedemikian hancurnya. Amat tidak penting membahas siapa pemborong dan arsitek gedung ini karena gedungnya terlalu tidak signifikan.

Yang ada hanya potongan berita KOMPAS tertanggal 10 Juni 1969 tentang gedung ini, dengan banderol seribu rupiah per kata untuk artikel terseb…

Gedung Bank Permata (Jalan Hayam Wuruk)

Image
Sebenarnya gedung seluas 5000 meter persegi ini bukan gedung yang diharapkan masuk ke blog Setiap Gedung Punya Cerita, tetapi mengingat Majalah Konstruksi meliput gedung kecil nan tak berwibawa ini, jadi penulis harus memasukkan entri gedung ini.

Kisah gedung dengan lahan sempit ini terkait dengan Bedak Cap Dewa (1) dan Bank Bali. Tidak ada informasi lengkap tentang merek bedak ini kecuali bekas paknya yang dijual bebas di Internet (termasuk menampilkan alamat Jalan Hayam Wuruk No 84) dan tentu saja blog ini, kapan pabrik bedak ini bangkrut atau dibeli perusahaan lain, dan kapan pabriknya dijual ke Bank Bali untuk dijadikan gedung ini. Di awal 1980an, kantor pusat Bank Bali di Jalan Telepon Kota No. 24 (1), sudah tak mampu lagi menampung kebutuhan perusahaan, dan kecenderungan pusat bisnis bergeser keluar dari Kota ke daerah sekitar Hayam Wuruk/Gajah Mada atau Thamrin-Sudirman (1). Perancangan gedung dilakukan oleh PT Sanggraha Andhika, pemilik gedung, untuk Bank Bali, dirancang sela…

Gedung Muhammad Sadli I Kementerian ESDM (update 8 November 2019)

Image
Kantor Pusat Perum Batubara, kini sudah dioplas dan menjadi kantor Dirjen Mineral & Batubara Kementerian ESDM - atau singkatnya Ditjen Minerba ESDM, tidak diketahui kapan dibukanya dan kapan konstruksi berlangsung, sehingga penulis mengambil estimasi selesai 1987. Gedungnya sendiri baru diresmikan oleh Menteri Tambang & Energi Dr. Soebroto pada tanggal 22 Februari 1988. Namun penulis menemukan profil gedung sederhana ini terselip di balik gemerlap dansa tower crane Plaza Indonesia dan kemegahan Wisma Intiland di Majalah Konstruksi edisi April 1988.

Gedung berlantai 5 dan memiliki luas lantai 2870 meter persegi ini dirancang oleh insinyur lokal bertalenta dari PT Pola Kencana Utama. Jauh dibanding Plaza Indonesia dan Wisma Intiland yang dirancang insinyur-insinyur kelas los galacticos. Dirancang untuk Perum Tambang Batubara yang hanya menempati gedung ini selama tiga tahun karena keburu dilebur ke PT Bukit Asam, melalui PP No. 56/1990.

Desain gedungnya hanya persegi panjang, l…

Bank Indonesia Denpasar (Jalan W.R. Supratman)

Image
Gedung dengan gaya campuran tradisional Bali dan modernis ini dibangun mulai awal 1972 dan selesai dibangun pada sekitar 1973, dibuka pada 21 Juli 1973 oleh Gubernur Bank Indonesia kala itu Rachmat Saleh (1). Upacaranya diwarnai beberapa acara seperti gunting pita dan buka selubung logo BI, dan penyerahan kunci dari pemborong sebagai simbol dibukanya bangunan untuk umum (1). Bahkan ada acara hiburan seperti lawakan dari Bing Slamet, Edy Suci, Iskak dan Ateng, dan tembang yang dibawakan oleh Ernie Djohan [ditulis Erny Johan di Bali Post] dan penyanyi lainnya (1).

Kala dibangun gedung ini menjadi gedung dengan biaya pembangunan termahal di Bali. Luas tanah kompleks BI Supratman Denpasar adalah 4.623 meter persegi (1).
Bank Indonesia menggunakan gedung ini hingga baru 21 tahun sudah digunakan, gedung ini sudah kelebihan muatan untuk operasional bank sehingga pada 1994 perencanaan gedung ini dilaksanakan sampai pada tahun 1997 hingga 2004 (2) pembangunan gedung baru pun diselenggarakan d…

Terowongan Casablanca - SGPC (Kembali) Menantang Narasi Seram

Image
Catatan penulis: posting ini akan berubah secara konstan selama penulis mendapatkan data-data terkait dari terowongan Casablanca.

Posting ini muncul karena salah satu anggota forum Skyscrapercity pernah meminta ke penulis tentang gambaran teknis dan sejarah dari pembangunan "Terowongan Casablanca" (sebenarnya hanya underpass biasa) yang terlanjur diberi predikat berhantu dan seram, walau konstruksinya dimulai Desember 1991 dan diresmikan mulai 22 Maret 1993. Sangat muda usianya secara keseluruhan, cuma sekali lagi, seperti penulis katakan di forum, internet Indonesia tak ingat kemunculan terowongan itu. Yang diingat adalah tulisan heboh para netizen mengenai hantu dan kuntilanak di terowongan tersebut. Hal ini dijawab oleh penulis dengan mengupload isi Majalah Konstruksi edisi November 1992 yang dibeli bersama dengan kumpulan Majalah Konstruksi edisi lama lainnya dari loakan buku.

Berikut penjelasan singkat mengenai terowongan ini dari sisi teknis dan sejarah pembangunan ter…

Kedutaan Besar Arab Saudi

Image
Gedung berlantai 8 ini sebelumnya merupakan aset dari perusahaan PT Tigaraksa Satria sejak 1982 hingga mereka memutuskan menjual gedung ini. Awalnya, seperti halnya aset gedung lain di Jalan HR Rasuna Said, besar kemungkinan sebelum dibangun adalah sawah, tanah kosong atau perkampungan liar. Gedung tersebut dibangun mulai Maret 1980 (1) oleh Cipta Mustika (segrup dengan Tigaraksa), dan sempat tertunda gara-gara renegosiasi biaya pembangunan akibat kenaikan harga bensin pada 1 Mei 1980 (2), dan juga kemauan klien untuk menambah jumlah lantai menjadi 7 lantai (1). Gedung bergaya modernis internasional ini selesai dibangun pada Febuari 1982, sebulan terlambat dari rencana karena lift terlambat datang. (1)

PT Tigaraksa membangun gedung ini sebagai gedung sewa, semenjak gedung ini dibangun, Gedung TIRA ramai dengan penyewa. (1)
Hingga pada 27 Maret 2008 detikcom mewartakan bahwa PT Tigaraksa Satria, dengan dalih usia gedung, berencana menjual gedung tersebut dengan banderol 65,88 milyar r…

Gedung Chairul Saleh Kementerian ESDM (Update 9 September 2019)

Image
Gedung Deptamben ekstensi ini dibangun tepat di belakang gedung era kolonial Belanda yang dimiliki oleh Deptamben, kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pembangunan gedung yang dimulai sejak 1978 ini sering terhambat oleh urusan birokrasi dan lapangan. Selain urusan birokrasi, kebijakan devaluasi Kenop ’78 juga memaksa pihak pemborong menghitung ulang biaya pembangunan karena kenaikan harga-harga sebagai dampak langsung Kenop ‘78. Penerbitan IMB yang terlambat dan kenaikan harga BBM pada 1 Mei 1980 juga menghambat pembangunan gedung ini. Baru pada Mei 1981 pihak pemborong mengatakan pada Majalah “Konstruksi”, terbit September 1981, “sudah dinyatakan rampung”.

Pascapembangunan, gedung bergaya brutalist ini kehilangan sentuhan brutalistnya pada akhir 1990an, dimana pihak kementerian mengubah wajah gedungnya menjadi komposit, dan kembali lagi direnovasi pada 2016 sehingga desainnya serasi dengan gedung era Belanda di depannya.

Bagi Total Bangun Persada, gedung ini adalah seja…