Posts

Showing posts from 2019

Catatan penulis blog mengenai sidebar dan search (ditulis ulang)

Penulis sejak beberapa hari yang lalu mengidentifikasi masalah pada blog Setiap Gedung Punya Cerita, dimana dalam beberapa kasus tertentu anda tidak bisa membuka bagian sidebar blog, tombol "lebih banyak" pada arsip dan tombol untuk pencarian (search) bila menggunakan Google Chrome dan Mozilla Firefox. Fungsi tersebut hanya berfungsi saat awal anda membuka website ini, dan tidak berguna setelahnya. Hal tersebut tidak berlaku pada browser lainnya seperti Microsoft Edge dan Samsung Internet.

Hal ini sangat mengganggu pembaca blog karena secara langsung navigasi pembaca akan semakin sulit. Dengan 85 persen pembaca blog SGPC menggunakan Chrome dan sistem operasi Android dan kebijakan Google terkait mobile first, jelas bug tersebut sangat membingungkan penulis. Dari Inspect Element di Chrome, penulis menemukan masalah pada cookie yang dimatikan browser, semoga hal ini bisa ditindaklanjuti pengelola Blogger dan Cloudflare.

Penulis memohon maaf atas gangguan tersebut, untuk sementa…

The Sultan Residence

Image
Untuk hotelnya, sabar menanti ya.......

Kembar, blocky, mewah. Begitulah yang bisa penulis jelaskan dari Apartemen Sultan Residences yang sekawasan dengan Hotel Sultan. Saat pertama dibangun, apartemen eksekutif yang awalnya bernama Hilton Residence ini memulai pembangunannya pada tanggal 23 September 1985 (3), dengan pemborong dilakukan bersama antara Handara Graha dengan Shimizu Construction (1). Tower pertama Apartemen Sultan Residences mulai dipasang panel precast-nya pada bulan Juli 1986, topping-off 25 Februari 1987 dan selesai dibangun pada tanggal 23 September 1987 (1)(3)(4).

Kemudian pada tanggal 15 April 1988 precast pertama untuk kembarannya mulai dipasang, juga dilakukan oleh pemborong yang sama (2)(3). Tower kedua Apartemen Sultan Residence topping-off pada 27 Desember 1988 dan resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1989 (3)(5). Bangunan kembar tersebut memiliki total 260 unit, 30 lantai dengan 2 basement dan tinggi bangunan 91,5 meter (bila menghitung shaft elevator yang penuli…

Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia

Image
Gedung YTKI dengan plot gedungnya kecil dan ramping dengan desain arsitektur modern ala salah satu gedung di Angola - mulai dibangun pada tanggal 19 Desember 1973 dengan bantuan Yayasan Friedrich Ebert (Friedrich Ebert Stiftung, FES) dari Jerman (1). Gedung yang resminya bernama Pusat Pembinaan Tenaga Kerja ini adalah hasil kerja sama antara FES dengan YTKI yang terjalin sejak 1967, termasuk pembinaan ketenagakerjaan untuk angkatan kerja di Indonesia (2)(3).

Pembangunannya disebutkan berasal dari pemborong-pemborong Jerman, sayangnya penulis sampai saat ini belum menemukan siapa saja arsitek maupun pemborong gedung yang biayanya konon diatas 11 juta Deutschemark (3), tetapi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo, menyebut bahwa Prof. Gunawan, dosennya, adalah arsitek gedung YTKI (4). (Penulis perlu bukti lebih sahih yaitu Konstruksi dan koran Merdeka atau Sinar Harapan untuk memperkuat atau membuang first-hand view Agus Prabowo)

Gedung yan…

Graha Merah Putih

Image
Graha Merah Putih, gedung bernama nasionalis ini dirancang, awalnya, oleh tim arsitek Ciriajasa dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 12 Januari 1987 dan selesai dilaksanakan sekitar awal kuartal pertama tahun 1989. Dengan luas kasar gedung 36 ribu meter persegi dan tinggi gedung mencapai 78 meter, gedung yang awalnya merupakan kantor Wilayah Telekomunikasi IV Perumtel ini dibangun di bekas gudang kabel telepon.

Desain Graha Merah Putih memang dirancang harmonis dengan Widya Graha LIPI. Kata Ir. Wibowo Iman, orang nomor satu di PT Ciriajasa kepada kru majalah Konstruksi Rahmi Hidayat dan Esti Susanti, "karena letaknya berdampingan dengan gedung LIPI yang sudah lebih dulu hadir dengan bentuk ellips, maka kami mencoba mengadaptasi dengannya [Graha Merah Putih] agar tercipta keharmonisan lingkungan." Iman juga menyinggung respek antar gedung yang sayangnya terabaikan saat Telkom malah menunjuk arsitek Australia Woods Bagot merancang ekstensinya di belakang.

Pondasi yang…

Gedung Temas Line

Image
Berlokasi di Sunter, Gedung Temas Line tergolong kurang signifikan, hanya berlantai 5 dan GFA 8.440 meter persegi (2) dengan gaya arsitektur modern. Awalnya gedung berkelir komposit aluminium dan kaca ini merupakan kantor pusat dan pabrik perusahaan kosmetika asal Jepang, Tancho, di Indonesia mulai 1995-2001. Tancho berubah nama menjadi Mandom Indonesia sejak 2001 hingga pindah kantor pusat ke kawasan industri MM2100 Bekasi medio 2015 lalu. Mandom kini berkantor di Wisma 46 dan di kawasan industri MM2100 Bekasi berikut pabriknya (6).

Mandom mengumumkan bahwa Temas Line telah menebus mahar Rp 500 milyar (2015, setara Rp 568 milyar nilai 2019) untuk tanah dan kompleks bekas Mandom Sunter. Mandom beralasan karena daerah Sunter rawan banjir dan kemacetan (3)(4) - peristiwa banjir pada Februari 2015 yang memaksa Mandom menunda produksi mereka selama dua hari, membuktikan kekhawatiran Mandom (7). Temas Line resmi berkantor dari gedung ini efektif sejak 21 September 2015 (5).

Gedung Temas L…

Kedutaan Besar Perancis

Image
Pembangunan Kedutaan Besar Perancis memang sangat berkaitan erat dengan hubungan bilateral Indonesia dengan Perancis yang dimulai sejak 1951. Belum diketahui lokasi kedutaan besar Perancis antara 1951 hingga 1973, tetapi sejak 1973 hingga sekarang, Kedubes Perancis berada di Jalan M.H. Thamrin Nomor 30, Jakarta.
Sejarah gedung Soejoedi (1973-2012)Arsitek: Soejoedi Wirjoatmodjo (Gubah Laras)Pemborong:Pembangunan Jaya (struktur)PT Taman Tropik (lanskap)Lama pembangunan: selesai dibangun September 1973Dihancurkan: Sebelum 2013Tinggi Gedung: 19 meterJumlah lantai: 5Biaya pembangunan: Rp 200 juta (1972)Signifikasi: Arsitektur (salah satu mahakarya Soejoedi) Gedung berlantai 5 ini merupakan gedung lama Kedutaan Besar Perancis yang dirancang oleh arsitek legendaris nasional Soejoedi Wirjoatmodjo dari Gubah Laras, yang terkenal dengan karyanya seperti Gedung CONEFO (sekarang DPR/MPR/DPD RI) dan berikutnya adalah Manggala Wanabhakti dan Gedung Sekretariat ASEAN. Luas gedung hanya 2.000 meter p…

Gedung Jaya (1996)

Image
Video oleh Outger.com, karena penulis memang belum pernah memfoto gedungnya
Gedung berlantai 17 ini memang bernama Gedung Jaya (tidak ada kaitannya dengan Gedung Jaya di Thamrin milik Jayaland, kebetulan segrup dengan Jaya Property), dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan Bintaro Jaya, dan ide dari pendiri Bank Bali, Djaja Ramli, yang ingin membangun kantor Bank Bali yang dekat dengan kediaman karyawan mereka.

Gedung rancangan Arkonin ini menjalani konstruksi mulai 5 Mei 1995 dan selesai dibangun sekitar November 1996, dengan divisi kredit Bank Bali, sekarang menjadi Bank Permata, menempati Gedung Jaya Bintaro sebagai tenant perdana sejak Januari 1997. Foto gedungnya yang sudah rampung tersebut sudah terlihat di Iklan Bintaro Jaya yang terbit di harian KOMPAS tertanggal 4 Desember 1996. Jaya Konstruksi membangun gedung ini.

Gedung Jaya seluas 23.850 meter persegi ini menganut gaya modernisme akhir, dengan rangka prisma sebagai spire alias pucuknya. Lapis gedung didominasi k…

Distorsi fakta? Menara Saidah dalam media

Image
22 Mei 2019 yang lalu tim penulis dari Suar.id menerbitkan artikel tentang "fakta" Menara Saidah "milik suami Inneke Koesherawati yang terkenal angker" (arsip). Pemberitaan basi tentang subyek yang sama, dengan fakta yang menurut penulis hanya mengulang "narasi" yang ada di Internet di luar blog Setiap Gedung Punya Cerita yang mengandalkan publikasi dari tahun-tahun sebelumnya (bahkan dari tahun saat gedung tersebut dibangun) hingga akhirnya dianggap sebagai fakta. Fatalnya artikel tersebut ditulis 6 bulan setelah blog Setiap Gedung Punya Cerita menerbitkan tulisan tentang Menara Saidah (1 Desember 2018). Mari kita runut satu-per-satu isi artikel dan fakta cetaknya di koran dan majalah.

Yang pertama...... tahun pembangunan. Kebanyakan media-media termasuk dari Suar.id menyebutkan bahwa tahun pembangunan Menara Saidah berlangsung dari 1995-1998, hal ini faktual bila merujuk pada pemberitaan KOMPAS tertanggal 26 Mei 1997. Versi majalah Konstruksi edisi Des…

Perdiknas Denpasar (Jalan Tukad Yeh Aya)

Image
Perdiknas - lengkapnya Perkumpulan Pendidikan Nasional - adalah yayasan pendidikan yang menaungi SD, SMP, SMK dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di ibu kota provinsi Bali, Kota Denpasar. Yayasan Perdiknas didirikan 1968 (4), sementara sayap universitasnya, Undiknas, berdiri sejak 17 Februari 1969 sebagai AKABA - Akademi Bank. Undiknas sebelumnya bernama Akademi Keuangan dan Perbankan AKABA (1976-1980) dan Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan (STIK) (1980-1984) (3).

Perdiknas memiliki 3 lokasi untuk sekolah dan kampus: Kampus I di Jalan Bedugul, Kampus II di Jalan Waturenggong (Pascasarjana) dan Kampus III di Jalan Tukad Yeh Aya (Yayasan dan SD/SMP/SMK Nasional). Karena keterbatasan sumber, penulis di blog ini hanya menulis Kampus III di Jalan Tukad Yeh Aya. Bila penulis menemukan sumber lain, akan ditambahkan.


Gedung PERDIKNAS di Kawasan Tukad Yeh Aya dirancang oleh tim arsitek lokal dari "CV Amertha Denpasar" dan pemborongnya dilakukan oleh pengusaha ekonomi lemah di ba…

Gedung Nindya Karya

Image
BUMN Karya memang membangun kantornya secara mandiri.

Gedung Nindya Karya yang berlokasi di Jalan M.T. Haryono Kav. 22, Jakarta ini merupakan kantor pusat BUMN pemborong Nindya Karya sejak 1987, kantor lama berada di sebelah kompleks gedung baru. Gedung Nindya Karya dirancang oleh PRW Architects dengan Ir. Warman Anwar sebagai perancang utama, sementara strukturnya dirancang oleh tim dari Jata Nurman dan dibangun sendiri oleh Nindya Karya selaku pemilik bangunan, mulai Maret 1985 dan selesai dibangun per Maret 1987.

Berlantai 8 (Nindya awalnya berharap gedung mereka berlantai 13 tetapi tidak diizinkan Pemprov DKI), dengan luas lantai 7.616 meter persegi dan tinggi 33 meter dari tanah ke atap gedung (arsitektural diestimasi 35 meter), Gedung Nindya Karya dirancang dengan gaya internasional, hanya menonjolkan struktur gedung yang kokoh dan fungsional. Lapis luar yang digunakan saat dibangun menggunakan keramik putih dan lapis hitam; pejabat Nindya Karya pada 2016 mengganti penampilan l…

Menara Topas

Image
Dahulu bernama Thamrin Building, Wisma Bank Industri, Wisma Bank Surya dan Menara Eksekutif selama hayat hidupnya. Gedung yang terjepit diantara Sungai Cideng dan Jalan M.H. Thamrin ini merupakan gedung campuran kantor dan hotel dengan 16 lantai dan luas lantai total 13.478 meter persegi (2), dengan gaya arsitektur modern yang sangat elegan, dirancang oleh tim arsitek Kajima Design dengan Armekon Reka Tantra sebagai architect of record-nya (1). Pembangunan gedung yang dibangun di atas lahan sempit ini dilakukan oleh J.O. Waskita Kajima dan Kajima Corporation, mulai September 1988 dan selesai dibangun Maret 1990 (1).

Tercatat Bank Industri, Bank Surya dan Bank Eksekutif, selanjutnya Bank Pundi pernah menempati gedung ini. Mulai September 2015 hingga Agustus 2016, dua lantai terbawah dan lantai 6-11 dialihfungsikan menjadi Hotel Four Points by Sheraton, berkapasitas 164 kamar (3)(4) - menyisakan lantai 12-16 untuk kantor (3).
Arsitektur dan struktur Desain arsitekturnya cukup sederhana…

Di Balik Tag GOP - Gedung Oplasan

Image
Gedung Kementerian BUMN, sebelum (kiri) dan sesudah. Foto pribadi penulis.
Sebelum memulai tulisan blog ini, penulis memulainya dengan kritikan kepada arsitek dan pengelola gedung. Sebelum anda merenovasi bangunannya, ketahui dulu sejarah bangunannya, tahun berapa dibangun dan sebaiknya bagaimana anda memperlakukan bangunan. Jangan hanya mengejar kerennya saja, atau mengejar agar "harus sesuai dengan citra korporat" blah blah blah, blathering blatherskite ala Fenton Crackshell-Cabrera yang justru menghilangkan keberagaman citra dan jejak sejarah arsitektur itu sendiri.

Bila anda membaca beberapa tulisan yang sudah dimuat di blog ini, anda pasti mendapati adanya tag GOP - Gedung Oplasan. Ya, tag tersebut dimunculkan sebagai bentuk keprihatinan atas ketidakpedulian, atau kemunafikan, orang-orang Indonesia dalam memandang sebuah arsitektur atau gedung.

Gedung lama yang memiliki gaya arsitektur tertentu diubah oleh pemilik baru atau pemilik yang sudah ada dan ingin menggantinya …

City Plaza Klender

Image
City Plaza Klender, bergaya neomodern dengan jumlah lantai mencapai 5 lapis, dan 2 basement (1). City Plaza Klender ditempati oleh beberapa tenant-tenant kelas atas seperti bioskop XXI dan Solaria (rumah makan) selain department store Ramayana dan supermarket Robinson. Sayangnya, soal sejarah, City Plaza Klender, awalnya bernama Central Klender Plaza, Citra Mall Klender dan Yogya Mall Klender, dipenuhi kisah suram soal 200 orang yang matang dibakar oleh orang tak dikenal saat kerusuhan 1998 - episode tersuram sejarah City Plaza Klender.

Waktu diputar ke tahun 1989. Mall yang dimiliki dan dirancang arsitekturnya oleh Central Intan Cakrawala memulai pembangunannya. Berita di Majalah Konstruksi edisi Agustus 1990 melaporkan gedung ini diperkirakan selesai dibangun Desember 1990 (1), perkiraan penulis adalah 1991 bila menghitung keterlambatan pembangunan atau grand openingnya. Mall ini diborong oleh PT Daya Cipta Abadi, perusahaan lokal (1). Mall ini dirancang menampung 200 kios di lanta…

Wisma Bumiputera

Image
Wisma Bumiputera, berlokasi di kavling 75 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, adalah kantor pusat resmi Asuransi Jiwa (Bersama) Bumiputera 1912 sejak 1985; sebelumnya kantor pusat AJB 1912 berada di Jalan HOS Cokroaminoto sejak 1960an. Gedung rancangan Timothy Seow dari Singapura, bersama dengan Encona Engineering ini menjalani masa konstruksi, dilakukan oleh J.O. (joint operation) pemborong Sagita Dumez dan Macadam Indonesia, mulai November 1982 dan selesai dibangun tepat waktu pada Januari 1985 (1)(3). Pembangunan Wisma Bumiputera menghabiskan biaya Rp 16 milyar (1985) (1)(2), atau setara Rp 276 milyar nilai 2019.

Wisma Bumiputera diresmikan oleh Dirut PT Wisma Bumiputera Zulkarnaen Ali, pada malam 18 Mei 1985 (4). Tetapi baru setahun kemudian, sejak 11 Maret 1986, AJB Bumiputera pindah secara penuh ke gedung ini (5).

Selain menjadi kantor AJB Bumiputera, gedung ini dahulu pernah menjadi kantor sayap perbankan AJB Bumiputera, Bank Bumiputera (kini MNC Bank, masih buka cabang di gedun…

World Trade Centre Jakarta

Image
World Trade Centre Jakarta, begitulah nama resminya dengan penulisan Inggris Raya(21), kebanyakan media massa menulis World Trade Center. Kompleks perkantoran di pojokan Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jenderal Sudirman, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 ini dimiliki dan dikembangkan oleh PT Jakarta Land, perusahaan kerja sama Central Cipta Murdaya (sebelumnya dipegang PT Metropolitan Kentjana) dan perusahaan properti asal Hong Kong, Hongkong Land.

Tiga blok pertama, WTC 1, WTC 5 dan WTC 6 keseluruhan dirancang oleh Palmer & Turner bersama dengan partner lokal Perentjana Djaja. Dua tower terbarunya, WTC 2 dan WTC 3 sudah tidak lagi melibatkan Palmer & Turner dan Perentjana Djaja, sebaliknya kedua gedung berlapis kaca tersebut dirancang Aedas bersama dengan partner lokal yang berbeda-beda.

Lisensi Creative Commons dapat anda lihat di halaman Flickr masing-masing foto.
World Trade Centre 5 (1976) Inilah gedung pertama yang dibangun di kompleks World Trade Centre, dengan …