Posts

Showing posts from 2019

Menara TVRI

Image
Menara Utama Televisi Republik Indonesia, dirancang oleh tim arsitek Yodya Karya dengan RBW Consulting Engineer pimpinan Wiratman Wangsadinata  (5)  sebagai perancang strukturnya, dan pembangunannya dipimpin oleh Ir. M. Arifin dan digarap Waskita Kajima, dibangun sebagai bagian dari perluasan dan perbaikan kualitas siaran Televisi Republik Indonesia setelah booming pembangunan gedung-gedung tinggi di Jakarta pada tahun 1970an; pada saat itu Wisma Nusantara dan Balai Kota DKI Jakarta sudah menyalip tinggi menara lama TVRI - dibangun oleh NEC - yang hanya berketinggian 85 meter  (3) (4) .

Bank Danamon (Gubernur Suryo)

Image
Sesuai namanya, gedung berlantai 5 ini adalah satu dari dua kantor cabang utama Bank Danamon se-Surabaya (satu lainnya eks Bank Nusantara Parahyangan) (2) dan kantor wilayah Jawa Timur.

Gedung Jiwasraya Gondangdia

Image
Gedung ini sepintas biasa saja, tidak ada yang spesial. Berlantai 4, luas lantai 2.528 meter persegi dan bergaya pascamodern. Konsultannya hanya firma lokal, yaitu Patroon Arsindo, saat pembangunan dipimpin oleh Ir. Firmansyah IAI. Yang bikin spesial dari gedung ini hanya satu, tulisan mengenai bangunan ini tercetak di Majalah Konstruksi di edisi yang sama dengan bintang arsitektur Indonesia, Wisma 46. Tapi dari aspek lain, tidak ada yang spesial seperti struktur dan tenant.

Hotel Shangri-La Jakarta (terbaru 27 Agustus 2020)

Image
Tulisan ini merupakan seri kedua dari tiga seri tulisan mengenai Kompleks Kota BNI.

Kabut Sejarah Gedung Tinggi Indonesia - Alasan SGPC Tidak Membicarakan "Gedung Tertinggi" (terbaru 27 Desember 2019)

Image
Sebuah metafora tentang blog ini.  India, 10 Februari 2020 Beberapa dekade belakangan, di kota-kota besar Indonesia, pencakar langit sudah menjamur bak cendawan di musim hujan, dibangun sebagai bagian dari investasi properti dan untuk mengatasi sempitnya lahan di kota-kota besar. Gedung tinggi tak hanya dianggap habis manis sepah dibuang seperti budaya pop lain, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidup sebuah kota. Sayangnya, di Indonesia, data mengenai gedung tinggi masih kurang lengkap dan rawan dengan spekulasi-spekulasi liar. Per data Skyscrapercenter milik Council of Tall Buildings and Urban Habitat (Dewan Bangunan Tinggi dan Hunian Urban), hanya ada 101 gedung tinggi di Jakarta yang terdata dari segi tahun konstruksi antara 1950 sampai 2002; diantara itu hanya 43 yang tinggi gedungnya tercatat. Untuk Surabaya saja, di rentang yang sama, hanya ada 11 dan tidak ada yang punya tinggi gedung. Masalah kosongnya data tersebut dijadikan alasan dalam pembuatan blog ini. H

Graha CIMB Niaga

Image
Graha CIMB Niaga (tetapi masih populer bernama Graha Niaga, dan diinggriskan sebagai Niaga Tower atau CIMB Niaga Tower Sudirman) adalah gedung bergaya pascamodernisme rancangan Kohn Pedersen Fox bersama dengan Wiratman & Associates  (1) (2) (5)  yang dibangun oleh Waskita Karya mulai September 1990 hingga selesai dibangun pada awal Juni 1993 dan dibuka 10 Juni 1993  (1) (6) .

Hotel Ibis Arcadia Jakarta

Image
Sebelum direnovasi, 2014. Foto pribadi,  Hotel ini sangat kurang signifikan dan kecil dari segi jumlah lantai (8) dan kamar (94) tetapi sekali penulis menemukan sejarahnya di koran dan majalah, oke mari kita ulas  (1) (2) .

Kantor Pusat Hutama Karya

Image
Kokoh dan monumental, ciri khas brutalisme. Sumber foto: Majalah Konstruksi, Desember 1980 Kantor Pusat Hutama Karya, berlokasi dekat dengan Persimpangan Cawang, atau dikenal dengan Gedung Hutama Karya atau Wisma Hutama Karya, terserah anda enaknya disebut apa, hanyalah sebuah gedung berlantai 5 yang sesuai namanya dibangun dan ditempati oleh BUMN pemborongan Hutama Karya. Gedung setinggi 24 meter tersebut dirancang oleh Encona Engineering dan Wiratman Wangsadinata berperan sebagai penasihat teknis bangunan. Perlu diingat, peran Wiratman di gedung ini tidak tercatat di buku biografi resmi Wiratman Wangsadinata rilisan Imelda Akmal.

Graha Irama

Image
Graha Irama, atau Graha Indorama setelah penempat utama gedung ini, yaitu perusahaan petrokimia Indorama, adalah gedung perkantoran bergaya pascamodern yang dibangun di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Gedung yang dimiliki oleh Perhimpunan Penghuni Graha Irama ini rancangan gedungnya dibuat oleh Cameron Chisholm & Nicol dari Perth, WA, Australia bersama dengan Airmas Asri  (1) . Sebelumnya nama gedung ini bernama Times Square sejak pertama dibangun mulai Februari 1993 hingga ganti nama seperti sekarang sejak akhir Oktober 1995  (3) .

Menara Hijau

Image
Menara Hijau, sebelumnya Gedung Kiani Murni (1) , Gedung Bank Umum Nasional  (4)  dan Wisma Kalimanis  (5) , hanya merupakan gedung perkantoran berlantai 14 dan 2 basement di bilangan Cawang, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek Parama Matra Widya, yang juga merancang Wisma Tugu yang ikonis, gedung sederhana bergaya modern ini dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan, yaitu BUMN pemborongan, mulai Oktober 1992 hingga selesai dibangun pada Desember 1993  (1) . Pihak arsitek dalam web resminya mengklaim gedung tersebut dirancang sekitar tahun 1992  (3) . Sebelum Menara Hijau dibangun, terdapat sebuah gedung berlantai 3 yang dihancurkan sekitar pertengahan 1992 (6) . Menara Hijau ada di kiri foto ini. Foto pribadi,  Sesuai namanya, Menara Hijau awalnya merupakan kantor pusat dari Grup Kiani Metra 72, dan Grup Kalimanis dimana mereka menempatkan logo Kalimanis Group di sisi barat dan timur bangunan  (1) . Kedua grup tersebut terlibat dalam bisnis perkayuan yang secara langsung mempenga

Graha Unilever

Image
Gedung Graha Unilever. Gedung berlantai 14 dan memiliki luas lantai total mencapai 21.800 meter persegi ini merupakan gedung rancangan Hellmuth, Obata & Kassabaum selanjutnya di Jakarta, barangkali yang terkecil diantara gedung-gedung rancangan HOK di Indonesia.

Atria @ Sudirman (terbaru 20 Desember 2020)

Image
Atria @ Sudirman adalah salah satu gedung tinggi di Jalan K.H. Mas Mansur, Jakarta, dekat dengan Intiland Tower yang memiliki desain khas. Tetapi Atria @ Sudirman ini memiliki desain yang tidak kalah khas dengan tetangganya dengan atrium setinggi 8 lantai yang megah.

Palm Court Apartments (terbaru 21 Mei 2020)

Image
Palm Court Apartment (Apartemen Palm Court) ini tergolong apartemen dengan desain yang cukup unik dan mengejutkan, karena pembangunan gedung, dengan desain arsitektur didominasi lapis beton putih ala 1980an, selesai di akhir tahun 1990.

CoHive 101

Image
Gedung CoHive 101 adalah gedung tinggi pertama yang menjadi kantor co-working alias ruang kerja bersama (RKB) murni (bukan sewaan di gedung perkantoran niaga lain) di Indonesia  (6) (7) . Gedung yang berlokasi di Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Kompleks Mega Kuningan ini, memiliki sejarah yang tidak terlalu panjang.

Plaza Warly (terbaru 19 Juli 2020)

Image
Gedung yang sebelumnya merupakan kantor pusat dan supermarket Dwima adalah rancangan firma lokal Nusa Arte Politan, dan pemborongnya adalah Hammer Sakti untuk pondasi dan Binareka Sarana Ageng untuk struktur utama. Plaza Dwima 1, begitu nama awalnya, dibangun mulai September 1989, selesai pada bulan Desember 1990 (14 bulan), dan diresmikan 30 Mei 1991 oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto. Soal rancangan, diklaim mengikuti citra korporasi Grup Dwima dan finishingnya tipikal gedung berlanggam pascamodern era 1980an, lapis kaca dengan komposit.

Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta (terbaru 16 Mei 2020)

Image
Hotel Grand Sahid Jaya di Jalan Jenderal Sudirman adalah satu dari sedikit bangunan di Jalan Jenderal Sudirman yang dibangun pada dekade 1970an, yang tetap bertahan hingga kini. Dirancang oleh tim arsitek PRW Architects, gedung ini dibangun mulai 8 Juli 1970  (1)  dan selesai pada awal 1974 oleh Waskita Karya  (19) . Hotelnya sendiri diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 23 Maret 1974 (6) .

Sequis Center (terbaru 21 Desember 2020)

Image
Sequis Centre, atau Sequis Center atau dahulu bernama S. Widjojo Centre, adalah bagian tak terpisahkan dari kompleks Sequis yang sarat dengan nuansa arsitektur hijau dan gaya arsitektur yang tidak konvensional. Gedung yang dewasa ini dipegang oleh Farpoint Realty, dirancang oleh tim arsitek lokal dibawah tampuk PT International Design Consultant bersama dengan Hasan Vegel dari Intaren Architects asal Thailand (sayangnya, biodata arsitek dan firma asal Bangkok ini tidak terdokumentasi), dan dibangun swadaya oleh S. Widjojo, sebuah perusahaan pembuat panel GRC yang memasok panel-panel beton ke beberapa proyek.

Hotel Acacia Jakarta

Image
Perkenalkan Hotel Acacia Jakarta. Penulis pernah masuk di hotel ini baru-baru ini (Juli 2019, dua kali dalam jangka waktu singkat) dan mendapatkan kamar yang kenyamanannya bervariasi. Ya, hotel milik Grup Guntur Madu Tama ini dibangun oleh pemborong PT Budi Agung Wibawa dan dirancang desainnya oleh tim arsitek dari PT Inti Era Cipta  (1) . Interior dirancang oleh tim dari Bent Severin & Associates dari Singapura  (1) . Saat pembangunan, hotel ini direncanakan bernama Park Inn International Hotel sejak Mei 1994  (1) . Entah bagaimana hotel ini berganti nama menjadi Acacia.

Apartemen Amartapura

Apartemen Amartapura, satu dari tiga apartemen yang dibangun di kawasan kota mandiri Lippo Karawaci , adalah apartemen tertinggi di Tangerang sebelum Apartemen U dibangun di sebelah Supermal Karawaci.

Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (terbaru 28 Februari 2020)

Image
Gedung YTKI dengan plot gedungnya kecil dan ramping dengan desain arsitektur modern ala salah satu gedung di Angola - mulai dibangun pada tanggal 19 Desember 1973 dengan bantuan Yayasan Friedrich Ebert (Friedrich Ebert Stiftung, FES) dari Jerman (1) . Gedung yang resminya bernama Pusat Pembinaan Tenaga Kerja ini adalah hasil kerja sama antara FES dengan YTKI yang terjalin sejak 1967, termasuk pembinaan ketenagakerjaan untuk angkatan kerja di Indonesia  (2) (3) .

The Sultan Residence

Image
Untuk hotelnya, sabar menanti ya....... Kembar, blocky, mewah. Begitulah yang bisa penulis jelaskan dari Apartemen Sultan Residences yang sekawasan dengan Hotel Sultan. Saat pertama dibangun, apartemen eksekutif yang awalnya bernama Hilton Residence ini memulai pembangunannya pada tanggal 23 September 1985 (3) , dengan pemborong dilakukan bersama antara Handara Graha dengan Shimizu Construction  (1) . Tower pertama Apartemen Sultan Residences mulai dipasang panel precast-nya pada bulan Juli 1986, topping-off 25 Februari 1987 dan selesai dibangun pada tanggal 23 September 1987  (1) (3) (4) .

Graha Merah Putih

Image
Graha Merah Putih, gedung bernama nasionalis ini dirancang, awalnya, oleh tim arsitek Ciriajasa dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 12 Januari 1987 dan selesai dilaksanakan sekitar awal kuartal pertama tahun 1989. Dengan luas kasar gedung 36 ribu meter persegi dan tinggi gedung mencapai 78 meter, gedung yang awalnya merupakan kantor Wilayah Telekomunikasi IV Perumtel ini dibangun di bekas gudang kabel telepon.

Gedung Temas Line

Image
Berlokasi di Sunter, Gedung Temas Line tergolong kurang signifikan, hanya berlantai 5 dan GFA 8.440 meter persegi  (2)  dengan gaya arsitektur modern.

Kedutaan Besar Perancis

Image
Pembangunan Kedutaan Besar Perancis memang sangat berkaitan erat dengan hubungan bilateral Indonesia dengan Perancis yang dimulai sejak 1951. Belum diketahui lokasi kedutaan besar Perancis antara 1951 hingga 1973, tetapi sejak 1973 hingga sekarang, Kedubes Perancis berada di Jalan M.H. Thamrin Nomor 30, Jakarta.

Gedung Jaya (1996)

Image
Gedung berlantai 17 ini memang bernama Gedung Jaya (tidak ada kaitannya dengan Gedung Jaya di Thamrin milik Jayaland, kebetulan segrup dengan Jaya Property), dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan Bintaro Jaya, dan ide dari pendiri Bank Bali, Djaja Ramli, yang ingin membangun kantor Bank Bali yang dekat dengan kediaman karyawan mereka.

Distorsi fakta? Menara Saidah dalam media

Image
Penulis menemukan artikel ini di PNRI tahun lalu. Entah kenapa media online masih memberitakan sejarah Menara Saidah yang menyimpang dari sumber cetak. Halaman terakhir Konstruksi ed. Desember 1997 22 Mei 2019 yang lalu tim penulis dari Suar.id menerbitkan artikel tentang "fakta"  Menara Saidah " milik suami Inneke Koesherawati yang terkenal angker " ( arsip ). Pemberitaan basi tentang subyek yang sama, dengan fakta yang menurut penulis hanya mengulang "narasi" yang ada di Internet di luar blog Setiap Gedung Punya Cerita yang mengandalkan publikasi dari tahun-tahun sebelumnya (bahkan dari tahun saat gedung tersebut dibangun) hingga akhirnya dianggap sebagai fakta. Fatalnya artikel tersebut ditulis 6 bulan setelah blog Setiap Gedung Punya Cerita menerbitkan tulisan tentang Menara Saidah (1 Desember 2018). Mari kita runut satu-per-satu isi artikel dan fakta cetaknya di koran dan majalah. Yang pertama...... tahun pembangunan. Kebanyakan media-media

Gedung Nindya Karya

Image
BUMN Karya memang membangun kantornya secara mandiri.

Perdiknas Denpasar (Jalan Tukad Yeh Aya)

Image
Perdiknas - lengkapnya Perkumpulan Pendidikan Nasional - adalah yayasan pendidikan yang menaungi SD, SMP, SMK dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di ibu kota provinsi Bali, Kota Denpasar. Yayasan Perdiknas didirikan 1968  (4) , sementara sayap universitasnya, Undiknas, berdiri sejak 17 Februari 1969 sebagai AKABA - Akademi Bank. Undiknas sebelumnya bernama Akademi Keuangan dan Perbankan AKABA (1976-1980) dan Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan (STIK) (1980-1984) (3) .

Menara Topas (terbaru 2 Mei 2020)

Image
Dahulu bernama Thamrin Building, Wisma Bank Industri, Wisma Bank Surya dan Menara Eksekutif selama hayat hidupnya. Gedung yang terjepit diantara Sungai Cideng dan Jalan M.H. Thamrin ini merupakan gedung campuran kantor dan hotel dengan 16 lantai dan luas lantai total 13.478 meter persegi (2) , dengan gaya arsitektur modern yang sangat elegan, dirancang oleh tim arsitek Kajima Design dengan Armekon Reka Tantra sebagai architect of record -nya  (1) . Pembangunan gedung yang dibangun di atas lahan sempit ini dilakukan oleh J.O. Waskita Kajima dan Kajima Corporation, mulai September 1988 dan selesai dibangun Maret 1990  (1) .

Di Balik Tag GOP - Gedung Oplasan

Image
Gedung Kementerian BUMN , sebelum (kiri) dan sesudah. Foto pribadi penulis. Sebelum memulai tulisan blog ini, penulis memulainya dengan kritikan kepada arsitek dan pengelola gedung. Sebelum anda merenovasi bangunannya, ketahui dulu sejarah bangunannya, tahun berapa dibangun dan sebaiknya bagaimana anda memperlakukan bangunan. Jangan hanya mengejar kerennya saja, atau mengejar agar "harus sesuai dengan citra korporat" blah blah blah, blathering blatherskite ala Fenton Crackshell-Cabrera yang justru menghilangkan keberagaman citra dan jejak sejarah arsitektur itu sendiri. Bila anda membaca beberapa tulisan yang sudah dimuat di blog ini, anda pasti mendapati adanya tag GOP - Gedung Oplasan. Ya, tag tersebut dimunculkan sebagai bentuk keprihatinan atas ketidakpedulian, atau kemunafikan, orang-orang Indonesia dalam memandang sebuah arsitektur atau gedung. Gedung lama yang memiliki gaya arsitektur tertentu diubah oleh pemilik baru atau pemilik yang sudah ada dan ingin m

Wisma Bumiputera

Image
Wisma Bumiputera, berlokasi di kavling 75 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, adalah kantor pusat resmi Asuransi Jiwa (Bersama) Bumiputera 1912 sejak 1985; sebelumnya kantor pusat AJB 1912 berada di Jalan HOS Cokroaminoto sejak 1960an. Gedung rancangan Timothy Seow dari Singapura, bersama dengan Encona Engineering ini menjalani masa konstruksi, dilakukan oleh J.O. (joint operation) pemborong Sagita Dumez dan Macadam Indonesia, mulai November 1982 dan selesai dibangun tepat waktu pada Januari 1985  (1)(3) . Pembangunan Wisma Bumiputera menghabiskan biaya Rp 16 milyar (1985)  (1)(2) , atau setara Rp 277 milyar nilai 2020.

City Plaza Klender

Image
City Plaza Klender, bergaya neomodern dengan jumlah lantai mencapai 5 lapis, dan 2 basement  (1) . City Plaza Klender ditempati oleh beberapa tenant-tenant kelas atas seperti bioskop XXI dan Solaria (rumah makan) selain department store Ramayana dan supermarket Robinson. Sayangnya, soal sejarah, City Plaza Klender, awalnya bernama Central Klender Plaza, Citra Mall Klender dan Yogya Mall Klender, dipenuhi kisah suram soal 200 orang yang matang dibakar oleh orang tak dikenal saat kerusuhan 1998 - episode tersuram sejarah City Plaza Klender.

World Trade Centre Jakarta (terbaru 18 September 2020)

Image
World Trade Centre Jakarta, begitulah nama resminya dengan penulisan Inggris Raya (19) , kebanyakan media massa menulis World Trade Center. Kompleks perkantoran yang ditempati banyak perusahaan kelas dunia ini berada di pojokan Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jenderal Sudirman, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 di Jakarta. Kompleks WTC ini dimiliki dan dikembangkan oleh PT Jakarta Land, perusahaan kerja sama Central Cipta Murdaya (sebelumnya dipegang PT Metropolitan Kentjana) dan perusahaan properti asal Hong Kong, Hongkong Land.

Graha PPI

Image
Gedung berlantai 5 ini merupakan kantor PT Dharma Niaga atau yang kini menjadi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (sejak 2003) sejak awal 1993. Hanya 5 lantai, gedung bergaya pascamodern dengan aksen wawasan nusantara yang kuat  (1)  ini merupakan kantor komersil disamping menjadi kantor pusat PT PPI.

Gedung Perkantoran Medan Pemuda (terbaru 27 November 2019)

Image
Gedung berlantai 8 ini sebenarnya tidak terlalu signifikan untuk mewarnai cakrawala Surabaya, tetapi gedung ini cukup menarik untuk dibahas, karena desainnya yang cukup menarik ini ternyata dirancang oleh tim arsitek Desakota Infra pimpinan Rivai Pulungan, dengan Daniel A. Imanto sebagai kepala tim perencana. Gedung tersebut dibangun mulai 17 Mei 1985 dan selesai dibangun sekitar November 1986 dan mulai digunakan pada 13 Juli 1987.

Tamara Centre (terbaru 16 Januari 2020)

Image
Tamara Centre, sepertinya anda bisa membayangkan bahwa gedung ini adalah rancangan orang asing dengan desainnya yang pascamodern dan canggih. Tidak. Tamara Centre dirancang oleh insinyur-insinyur kebanggaan anak bangsa dari Accasia (1) . Gedung berlantai 20 ini dibangun oleh Ssangyong Engineering & Construction, bekerja sama dengan Takarin Tamara J.O.  (1) , mulai November 1988  (1) , rampung sekitar akhir 1990 dan dibuka pada pertengahan Mei 1991 (7) .

Bank Permata (Dewi Sartika, Denpasar)

Image
Gedung tersebut cukup sederhana. Berlantai 4, bergaya arsitektur Bali. Dan gedung ini, beralamat di Jalan Dewi Sartika Kav. 88, adalah kantor cabang Bank Bali yang diresmikan oleh Gubernur Bali pada 8 Agustus 1994.

Plaza Kuningan

Image
Plaza Kuningan, sebuah kompleks perkantoran dengan dua gedung perkantoran berlantai 11 dan sebuah gedung parkir yang berlokasi di bilangan Rasuna Said Jakarta, dikembangkan oleh Tri Dharma Sakti Indah, anak perusahaan dari Grup Mulia  (1) .

Wisma CIMB Niaga Bandung (terbaru 10 September 2020)

Image
Wisma CIMB Niaga, dulu bernama Lippo Centre atau Wisma Lippo Bandung, dirancang oleh tim arsitek dari Denton Corker Marshall dari Australia melalui biro Hongkong dan partner lokal Duta Cermat Mandiri, dan dibangun oleh pemborong Total Bangun Persada mulai Februari 1991 dan rampung pada tanggal 2 Maret 1992, saat Wagub Jawa Barat Karna Suwanda meresmikan gedung kaca berlantai 11 ini. Gedung dengan luas lantai 9.087 meter persegi ini konon menjadi gedung perkantoran multitenant pertama di Bandung yang beroperasi, sekaligus proyek pertama Lippoland di luar Jakarta.

Gedung Wirausaha

Image
Gedung perkantoran di Jalan H.R. Rasuna Said ini awalnya dimiliki oleh PT Sinar Sahabat, sebagai Gedung Perkantoran Sinar Sahabat dan dibangun oleh Total Bangun Persada dari Oktober 1989 dan selesai di rentang September-Desember 1990 (mengingat di Majalah Konstruksi edisi Mei 1990, pemborong mengharapkan sebelum Oktober 1990 gedung ini sudah selesai, tetapi perlu dicatat, kemoloran suatu saat bisa terjadi).

Wisma Kodel

Image
Wisma Kodel, berlantai 11, adalah "teman karib" Gedung Migas d.h. Plaza Centris , dan Kedutaan Besar Arab Saudi d.h. Graha Codefin d.h. Gedung TIRA di bilangan HR Rasuna Said. Dibangun oleh Jaya Konstruksi mulai Juni 1990 dan selesai sekitar medio 1992 dan dibuka 10 Oktober 1992 oleh Dirut Kodel Fahmi Idris, yang sekarang lebih dikenal sebagai anggota Dewan Pembina Partai Golkar. Pembangunan Wisma Kodel sempat macet dari tenggat bulan Desember 1991 karena alasan teknis.

Gedung TRIO

Image
Atau bernama Wisma Bank Continental, Wisma Dana Asia, Gedung Megabest, Gedung Skybee One dan sekarang bernama Gedung TRIO, berlokasi di Jalan Kebon Sirih No. 63 Jakarta Pusat.

Wisma Slipi (terbaru 10 September 2020)

Image
Wisma Slipi, sebelumnya bernama Wisma Bisnis Indonesia, adalah gedung perkantoran sewa pertama di kawasan Jakarta bagian barat (walau Wisma Slipi bukanlah gedung perkantoran yang pertama di Jakarta Barat, karena sebelumnya sudah ada gedung Bank Dewa Rutji dan kantor PUSRI yang lebih dahulu dibangun), dibangun di samping Slipi Jaya Plaza yang disebut-sebut oleh Majalah Konstruksi (ed. November 1990)  (2)  sebagai "pionir di bidang pertokoan di wilayah Jakarta Barat".

Hotel Bumi Surabaya (terbaru 19 Mei 2020)

Image
Hotel Bumi Surabaya, sebuah hotel besar dan ternama di pusat Kota Surabaya, dibuka resmi oleh Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin dan Pieter Sondakh, dari PT Bumi Modern  (3) , pengembang dan pemilik hotel yang awalnya bernama Hotel Bumi Hyatt Surabaya  (1) (3) (4) , pada 16 Desember 1979  (3) , setelah blok perdananya yang berlantai 11 (41 meter) menjalani pembangunan mulai bulan Agustus 1976 dan selesai dibangun pada Agustus 1979  (1) , walaupun operasional pre-opening sudah dimulai sejak 30 Mei 1979 dengan lantai 1 dan 2 terbuka penuh, sementara lantai 4, 5, dan 6 dibuka sebagian  (1) . Saat pertama dibuka resmi, Hotel Bumi Surabaya memiliki 270 kamar sudah termasuk 2 presidential suite, kamar junior dan eksekutif  (3) . Di masanya, Hotel Bumi Hyatt adalah satu-satunya hotel di Jawa Timur yang berbintang 5.

Apartemen Ascott Thamrin

Image
Apartemen Ascott Thamrin, memiliki gaya arsitektur cukup menarik di bilangan Hotel Indonesia, adalah salah satu dari sedikit apartemen yang dibangun di kawasan Thamrin sebelum 2000an, selain sekumpulan rusun-rusun murah di sekitar Kebon Kacang dan Tanah Abang. Apartemen Ascott dirancang oleh arsitek asal Australia, David A. Sutton (1) , dari Regional Design & Research Ltd., bersama dengan partner lokal dari Cipta Mustika, dan dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM Indonesia) mulai Februari 1993 dan selesai sekitar Mei 1995, dengan soft opening sudah dilakukan pada Februari 1995  (1) .

Gedung Bumi Asih Jaya

Image
Gedung Bumi Asih Jaya adalah bekas kantor pusat asuransi jiwa Bumi Asih Jaya mulai 10 Juni 1989 (2) hingga dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung sejak 2016  (4) , tiga tahun setelah izin operasional asuransinya dicabut Otoritas Jasa Keuangan  (3) .

Memanusiakan pencakar langit: Tinjauan sebuah paper tahun 1974 dengan perspektif 2019.

Image
Pada 25 Januari 2019, penulis menyempatkan diri kembali ke sebuah perpustakaan di universitas ternama di Bali yang masih menyimpan tumpukan majalah Cipta untuk membaca sebuah tulisan yang terbit 44 tahun yang lalu, sebuah tulisan karya Zainuddin Kartadiwira mengenai interaksi manusia pada pembangunan gedung tinggi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Paper tersebut bernama "Tall buildings on Jalan Thamrin potential for sustaining human contact and interaction". Penulis akan membahas kembali paper usang berusia 44 tahun tersebut sebagai bentuk peninjauan kembali atas penerapan ide-ide yang tertuang pada paper tersebut, ditambah opini penulis pribadi melihat apa yang dipikirkan oleh paper tersebut. Anda bisa membaca paper tersebut disini , tapi harap maklum bahasa Inggrisnya memang berantakan, karena isi papernya memang demikian berantakannya. Sinopsis Jalan M.H. Thamrin dari Hotel Take's. Foto pribadi,  Paper tersebut menyinggung secara jelas permasalahan dari pembang

Panin Life Center

Image
Gedung Panin Life Center (atau penulis lebih suka menyebutnya Panin Life Centre), sebelumnya bernama Gateway, Gapuramas dan Kantor Pusat Perdana Pranata  (1) (4) , hanya memiliki 9 lantai dan 2 basement, tetapi sangat menarik dan sering menjadi bahan pembicaraan di kalangan arsitek saja (amat disayangkan, Google Web Search tidak menghasilkan apa apa tentang gedung ini)  (1) (2) (4) . Gedung ini dirancang oleh Ir. Sunata, SE, MBA IAI dari Team 4 Consultants  (1) (4)  dan dibangun oleh pemborong milik negara PT Pembangunan Perumahan, mulai April 1990 dan selesai pembangunannya pada Februari 1991  (1) , dan resmi digunakan pada April 1991.

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Image
Hotel berlantai 18 ini sering mewarnai cakrawala ibukota Indonesia sejak akhir 1970an namun menurut penulis, banyak yang belum mengetahui sejarah awal dari hotel berbintang lima ini baik dari segi pembangunan hingga pembukaannya.

Hotel Century Park (terbaru 3 Maret 2020)

Image
Hotel Century Park, awalnya berembel-embel Hotel Atlet Century Park, dibangun sebagai pengganti gedung berlantai 3 yang dulunya berfungsi sebagai guesthouse (penginapan) bagi para ofisial Asian Games 1962 yang tidak diberi jatah di kampung atlet, pasca Asian Games menjadi Hotel Asri, dibangun Q2 1960 - sekitar Mei 1962 dan dibongkar sebelum 1989. Pembangunan hotel berbintang empat ini, juga berfungsi sebagai pusat pelatihan atlet nasional, dibangun mulai awal November 1989 dan selesai dibangun pada Oktober 1991 dan mulai digunakan sejak Desember 1991.

Gedung Hin An Hwee Koan

Image
Kadang, dalam kasus tertentu, pewarta Majalah Konstruksi lebih suka meliput bangunan liliput ketimbang melaporkan gedung-gedung besar sehingga Setiap Gedung Punya Cerita pun perlu membahasnya dengan bahasa cukup heran.

Duta Merlin (terbaru 19 September 2019)

Image
Artikel ini mengandung bahasa umpatan dan opini yang berlawanan dengan pendapat mayoritas netizen. Bacalah secara bijak, disinilah bagaimana opini berjalan dan berfungsi.

Plaza Hayam Wuruk (terbaru 24 Januari 2020)

Image
Kompleks Plaza Hayam Wuruk terdiri dari pusat perbelanjaan Plaza Hayam Wuruk, perkantoran Plaza Hayam Wuruk dan apartemen Hayam Wuruk. Khusus untuk tulisan di Setiap Gedung Punya Cerita, karena ketersediaan data yang amat terbatas, penulis hanya memberikan informasi mengenai gedung perkantoran dan mallnya saja.

Wisma Antara

Image
Gedung Wisma Antara, berketinggian k/l 70 meter dan 21 lantai plus basement  (2) , merupakan gedung "semi-swasta" yang menjadi markas besar dari Lembaga Kantor Berita Negara ANTARA - LKBN ANTARA - sejak 29 Juni 1981 (1) . Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Jan Brouwer Associates dari Den Haag, Belanda, bersama dengan tim perancang dari cabang perancang arsitektur di Wiratman & Associates  (2) .

Deutsche Bank Building Jakarta

Image
Gedung Deutsche Bank, atau resminya Deutsche Bank Building, berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 80 Jakarta, dibangun di atas bekas gedung European Asian Bank yang dibongkar pada tahun 1995 lalu. Memiliki 22 lantai  (1) , gedung yang juga dikenal karena logo Mercedes-Benz ini dirancang oleh tim arsitek George Dasic Architects  (2) , dan dibangun oleh pemborong Shimizu Indonesia, selesai dibangun pada bulan Agustus 1997 (3) .

Wisma Budi (terbaru 30 Desember 2019)

Image
Gedung berlapis kaca dan berlantai 9, berada diantara kompleks Wisma Tugu dan Gedung Wirausaha di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek lokal dari PT Perkasa Kharisma Estetika, gedung berlantai 9 dan 1 basement ini murni berlapis kaca dan lapis aluminium Alucobond warna perak anodik dan granit di lantai terbawah. Luas lantai total bangunan sudah termasuk core, adalah 12 ribu meter persegi  (1) .

Gedung Telkomsel Renon

Image
Bekas Gedung Telkom di Renon ini awalnya adalah satu dari empat kantor Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) Wilayah Telekomunikasi VIII selain gedung yang sekarang milik Telkom di lokasi yang sama (dekat dengan BNI Renon), kantor sentral telekomunikasi di Jalan Kaliasem dan gedung kantor di Jalan Teuku Umar seberang Mall Level 21.

Plaza Bank Index

Image
Plaza Bank Index, atau dulunya bernama Plaza Permata dari 1992-2018  (3) , berlokasi diantara Oil Centre dan Wisma Nusantara, di Jalan M.H. Thamrin Kav. 57 Jakarta. Gedung berlantai 13 dan 1 basement ini dibangun di atas bekas gedung kantor pusat PT Pembangunan Perumahan yang lama  (1) (4) , yang dibongkar pada 1990 dalam rangka pembangunan Plaza Permata. Gedung berlapis kaca ini dirancang oleh tim arsitek dari Jepang bernama A&T Associates, bersama dengan mitra lokal Perentjana Djaja  (1) , dan dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan mulai Februari 1991 hingga Juni 1992  (1) .

Wisma Mandiri

Image
Kompleks Wisma Mandiri, yang awalnya adalah kantor pusat Bank Dagang Negara, dimiliki oleh PT Usaha Gedung Mandiri dan berlokasi di Jalan M.H. Thamrin. Gedung Wisma Mandiri bisa dikatakan merupakan pionir pembangunan gedung bertingkat banyak lainnya di Jakarta atau bahkan Indonesia, selain Sarinah, Hotel Indonesia dan Wisma Nusantara, dan secara teknologi cukup menggebrak, terutama di gedung barunya yang dibangun 1986. Keduanya beralamat di Jalan M.H. Thamrin Nomor 5 di Jakarta Dalam blog Setiap Gedung Punya Cerita akan dibahas kedua gedung tersebut dari sumber yang tidak akan didapat dari Internet sebelumnya.

Gedung Kementerian Agama (Lapangan Banteng, 1985)

Image
Gedung Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 ini merupakan satu dari dua gedung besar milik kementerian yang mengurusi hubungan keagamaan masyarakat Indonesia dewasa ini, gedung kedua berlokasi di Jalan M.H. Thamrin yang menggantikan gedung berlantai 4, dibangun 1962, yang dianggap tidak layak saat Departemen Agama (Depag, nama lama Kemenag) masih 19 tahun menempati gedung tersebut (1) . Gedung Kementerian Agama di Jalan Lapangan Banteng Barat tersebut merupakan rancangan Widya Pertiwi Engineering  (1) (2) , yang kontrak perencanaanya ditandatangani 3 Januari 1981  (1) , setealah perancangan dan desain sejak 1978  (2) .

Gedung Kementerian Kesehatan (Gedung dr. M. Adhyatma)

Image
Gedung Kementerian Kesehatan RI (dr. M. Adhyatma) yang berlokasi di Jalan Rasuna Said ini merupakan gedung Kementerian Kesehatan (nomenklatur lama Departemen Kesehatan) sejak 1987 (1) . Dinamai setelah Menkes era Pelita V dr. M. Adhyatma, MPH. sejak 3 Desember 2010  (3) , Gedung dr. M. Adhyatma memakan 6 kapling tanah di Blok X5, yaitu kavling 4, 5, 6, 7, 8 dan 9, kebijakan tersebut diambil karena kebutuhan perkantoran Kemenkes yang sangat besar sehingga memerlukan kelonggaran khusus aturan 1 kavling 1 gedung dari Pemerintah Orde Baru untuk Kementerian Kesehatan  (1) . Sebelum 11 November 1987, Kementerian Kesehatan berkantor di Gedung STOVIA  (2)  (penulis loncati karena gedung ini sudah sering dibahas).

Gedung KPPN Jakarta (Sawah Besar)

Image
Ini merupakan gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedua yang dibahas Setiap Gedung Punya Cerita.

Gedung Film Pesona Indonesia (terbaru 7 Oktober 2020)

Image
Gedung Film Pesona Indonesia, sebelumnya dan masih bernama Gedung Film, atau Gedung Badan Sensor Film, dibangun sebagai hasil dari tukar guling tanah (ruislag) yang dilakukan Dewan Film Nasional dan Badan Sensor Film (1) , bersama dengan bantuan dana dari pemasukan yang diterima Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (1) .

Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga

Image
Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga sebenarnya merupakan bagian dari kompleks yang awalnya diberi nama Pusat Komunikasi Pemuda yang terdiri dari plaza, bangunan berlantai 10, Wisma Menpora (auditorium) dan pusat olahraga. Pusat Komunikasi Pemuda dirancang oleh tim arsitek dari Konsultasi Pembangunan dengan Ir. Asdarianto Asmoeadji sebagai arsitek penanggung jawab, dan Raka Utama sebagai pemborong  (2)(8) .

Gedung BULOG

Image
Gedung Badan Urusan Logistik (Gedung Bulog), sebuah gedung berlantai 17  (1)  yang memang merupakan kantor pusat dari Badan Urusan Logsitik, dan juga salah satu gedung tinggi generasi awal di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Gedung Bulog dengan luas lantai total 14.968 meter persegi dan tinggi 65 meter  (1, kalkulasi manual)  ini dirancang secara keroyokan antara Widya Pertiwi Engineering dan Atalanta Arupadhatu, khusus desain arsitektur  (1) .

Gedung KPPN Jakarta (Jatinegara)

Image
Gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara III dan VII merangkap Kantor Wilayah Perbendaharaan Prov. DKI Jakarta, setinggi 37 meter, saat dibangun adalah gedung tertinggi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Dirancang oleh tim arsitek Yodya Karya (BUMN) dengan gaya arsitektur modern dengan menganut paham form follow function , Gedung KPPN Jatinegara dibangun di lahan bekas Studio Film Cendrawasih. Sumber: Majalah Konstruksi, September 1982 Bangunan berlantai 8, yang disebut oleh pewarta Majalah Konstruksi edisi September 1982, ibarat "Gulliver diantara Liliput" di bilangan Jatinegara di masanya, dibangun oleh kontraktor swasta Raka Utama dengan penasihat dari Departemen Pekerjaan Umum. Struktur bangunan yang sederhana seperti beton bertulang dan pondasi tiang pancang, didukung oleh lama pekerjaan yang cepat dan efektif sehingga pembangunan gedung yang ditargetkan memakan waktu 2 tahun (April 1981 - April 1983), bisa selesai pada September 1982. 2,8 milyar rupiah diha

Kantor Gubernur Jawa Tengah (terbaru 17 Juni 2020)

Image
Sejarah gedung dalam pembuatan. Kompleks perkantoran Gubernur Jawa Tengah, berlokasi di Jalan Pahlawan, Semarang, adalah kawasan perkantoran yang dibangun untuk pemerintah daerah Jawa Tengah. Kompleks Gubernur Jawa Tengah ini memiliki 5 gedung, diantaranya gedung Setwilda berlantai 12 (Gradhika Bakti Praja), kantor DPRD Jawa Tengah, dan tiga gedung kecil lainnya. Keseluruhan gedung-gedung di kompleks tersebut (diasumsikan oleh penulis) dirancang oleh tim arsitek Pola Dwipa dan dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors  (1) .

Gedung Kwartir Nasional Pramuka RI (terbaru 20 Februari 2021)

Image
Gedung Kwarnas Pramuka Republik Indonesia yang memiliki 17 lantai ini merupakan gedung pemberian Pertamina kepada Gerakan Pramuka Indonesia, ditandatangani akta kerjasamanya oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 26 Maret 1992. Gedung Kwarnas dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors dan Reka Adi Samudera dalam bentuk joint operation mulai 15 Maret 1993 dan selesai dibangun sekitar November 1995 (1) , dan dirancang oleh tim arsitek dari Tripanoto Sri Konsultan, dengan Ir. Franky du Ville sebagai arsitek kepala dari perusahaan tersebut, yang juga merancang Museum Purna Bhakti Pertiwi yang terkenal dengan tumpengnya.

Menara Bank BTN

Image
Menara Bank BTN, atau Menara Bank Tabungan Negara, berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 1, tepat di belakang kantor lama Bank Tabungan Negara yang awalnya adalah kantor Postspaarbank/Bank Tabungan Pos. Sejarah Gedung Postspaarbank penulis loncati karena sudah terlalu sering dibahas .

Gedung Ditjen Permasyarakatan Kemenkumham

Image
Gedung berlantai 6 ini merupakan kantor dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sebelumnya bernama Ditjen Bina Tuna Warga, sejak 1981. Singkat kata, gedung modernis biasa-biasa saja ini secara desain dan struktur merupakan rancangan Biro Insinyur Exakta pimpinan Hannyoto Roosseno, anak Roosseno, maestro teknik sipil Indonesia  (1) .

Kementerian Hukum dan HAM (terbaru 21 Oktober 2019)

Image
Kawasan perkantoran Kementerian Hukum dan HAM - dulunya Departemen Kehakiman - terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Jakarta, yang  terdiri dari lima bangunan, yaitu Gedung Balitbang HAM, Gedung Utama, Gedung Ditjen Administrasi Hukum dan bekas Sentra Mulia.

Gedung Waskita Heritage (terbaru 29 April 2020)

Image
Kantor Pusat Waskita Karya, atau bisa kita sebut sebagai Gedung Waskita, bisa dibilang adalah gedung tinggi ketiga (tercatat dalam bentuk artikel oleh SGPC adalah Wisma Hayam Wuruk dan Kementerian ESDM, dan ada beberapa gedung brutalist lain yang terjaring namun belum didata menjadi artikel) yang membawa panji arsitektur brutalist di Indonesia, tetapi bisa penulis sebut sebagai brutalist yang terakhir, dan paling terlambat, karena Gedung Waskita dibangun pada periode akhir 1980an dan awal 1990an, dimana di era tersebut bangunan baru sejenisnya sudah beralih ke panel aluminium yang lebih ringan dan modern dibanding beton dan keramik lantai.

Gedung Kementerian Dalam Negeri (terbaru 2 Februari 2021)

Image
Gedung Kemendagri yang berlokasi di kawasan Medan Merdeka Utara ini merupakan kantor Kementerian Dalam Negeri sejak lama. Penulis hanya membahas gedungnya yang dibangun pada 1977 dan gedung baru di Jalan Veteran, yang dibangun di atas gedung utama lama Kemendagri.

Kementerian Luar Negeri RI (terbaru 21 Juni 2020)

Image
Gedung Kementerian Luar Negeri dibangun sebagai bagian dari ekspansi operasional Kemenlu, menggantikan gedung lama yang dianggap sudah tak lagi representatif untuk kebutuhan organisasi kementerian (1) (2) . Dirancang oleh tim arsitek Perentjana Djaja  (1) (2) , gedung bergaya modernis dengan dominan lapis cokelat dan putih ini mulai dibangun pada 7 Januari 1971  (1) , dengan peletakan batu perdana dilakukan oleh Menlu Adam Malik  (1) . Sebagai imbas dari pembangunan kantor Kementerian Luar Negeri yang baru, sebagian organ operasional Departemen Luar Negeri dipisah ke Senayan dan Jalan Sam Ratulangi  (1) . Tidak hanya Deplu yang terimbas, Departemen Kehakiman (sekarang Kementerian Hukum dan HAM) juga harus minggir ke Jalan Hayam Wuruk karena kompleksnya sudah dialokasikan untuk Deplu  (2) .

Gedung Kementerian Sosial (terbaru 22 September 2020)

Image
Gedung berwarna putih di bilangan Salemba ini adalah kantor dari Kementerian Sosial RI, dulunya bernomenklatur Departemen Sosial, sejak Maret 1987.

Gedung-gedung pemerintahan, sebuah garis besar

Image
Penulis mengawali bulan Agustus, bulan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, dengan tulisan mengenai pembahasan umum bangunan pemerintah. Untuk Agustus ini, blog SGPC menerbitkan gedung baru setiap Selasa dan Jumat, 100% gedung pemerintah dan BUMN. Tambahan lainnya adalah kategori baru yaitu J-pemerintah untuk gedung yang murni dibangun untuk kepentingan pemerintah, gunanya memutus saturasi kategori J-perkantoran yang sifatnya akan dipersempit ke gedung perkantoran bersifat niaga. Skup penulis terbatas pada gedung yang sumbernya cukup lengkap dari pemberitaan seperti majalah Konstruksi, Cipta PUTL atau harian Kompas dan Sinar Harapan, dan mayoritasnya dibangun di pertengahan dan akhir Orde Baru dan awal dari Orde Reformasi. Jika anda punya koreksi silahkan anda tulis di bagian komentar, bila perlu sertakan e-mail anda untuk kontak pribadi. Pemerintah Pusat Seragam? Gedung Kementerian Kesehatan, karya tim arsitek Arkonin (konstruksi 1983-1987). Foto sendiri,  Seperti