Posts

Showing posts from 2019

Menara TVRI

Image
foto pribadi,  Menara Utama Televisi Republik Indonesia, dirancang oleh tim arsitek Yodya Karya dengan RBW Consulting Engineer pimpinan Wiratman Wangsadinata  (5)  sebagai perancang strukturnya, dan pembangunannya dipimpin oleh Ir. M. Arifin dan digarap Waskita Kajima, dibangun sebagai bagian dari perluasan dan perbaikan kualitas siaran Televisi Republik Indonesia setelah booming pembangunan gedung-gedung tinggi di Jakarta pada tahun 1970an; pada saat itu Wisma Nusantara dan Balai Kota DKI Jakarta sudah menyalip tinggi menara lama TVRI - dibangun oleh NEC - yang hanya berketinggian 85 meter  (3) (4) . Menara yang tingginya mencapai 144,7 meter ini (147,3 meter dari pintu lift yang terbenam 2,6 meter di bawah permukaan tanah)  (2) (3) (4)  dibangun mulai April 1975 dan selesai dibangun pada bulan Agustus 1977 dengan biaya 379 juta rupiah  (3) (4) . Studionya sendiri, sebagai bagian dari paket pembangunan Menara TVRI, baru diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1982  (1) . Fungsi m

Bank Danamon (Gubernur Suryo)

Image
Gedung imut tapi beratrium. Foto pribadi,  Sesuai namanya, gedung berlantai 5 ini adalah satu dari dua kantor cabang utama Bank Danamon se-Surabaya (satu lainnya eks Bank Nusantara Parahyangan) (2) dan kantor wilayah Jawa Timur. Gedung ini dirancang oleh Atelier 6 dan pembangunannya diborong oleh Decorient Indonesia mulai 6 Juli 1988 hingga selesai dibangun dan dibuka pemakaiannya pada tanggal 17 Oktober 1989. Awalnya merupakan kantor Bank Duta, sejak 1999 gedung ini menjadi kantor dari Bank Danamon yang merupakan leburan dari beberapa bank-bank BTO BPPN. Gedung Bank Danamon yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo ini dilihat dari luar tidak begitu spesial alias lebih bernuansa form follow function , mahkota segitiga di sisi barat dan timur awalnya menjadi "rumah" logo Bank Duta menjadi fitur penonjol dari eksterior bangunan yang dilapisi aluminium berwarna kelabu dan kaca transparan ini. Tetapi, di dalam gedung, terdapat atrium tertutup pada lantai 2 yang merupakan

Gedung Jiwasraya Gondangdia

Image
Nirkontribusi pada cakrawala. Foto pribadi,  Gedung ini sepintas biasa saja, tidak ada yang spesial. Berlantai 4, luas lantai 2.528 meter persegi dan bergaya pascamodern. Konsultannya hanya firma lokal, yaitu Patroon Arsindo, saat pembangunan dipimpin oleh Ir. Firmansyah IAI. Yang bikin spesial dari gedung ini hanya satu, tulisan mengenai bangunan ini tercetak di Majalah Konstruksi di edisi yang sama dengan bintang arsitektur Indonesia, Wisma 46. Tapi dari aspek lain, tidak ada yang spesial seperti struktur dan tenant. Dalam artikel tersebut, Gedung Jiwasraya Gondangdia membawa citra proteksi dan perlindungan, sesuai dengan citra Jiwasraya yang merupakan BUMN asuransi, yang diwakilkan oleh lengkung ke bawah pada bagian atas bangunan; dan pada hadapan barat gedung juga terdapat lengkung ke dalam, dilapisi oleh granit, berguna sebagai pemantul sinar matahari. Penangkal petir dipasang di bagian dekoratif yang merupakan pengejawantahan dari penyesuaian konteks sekitar yang didomina

Hotel Shangri-La Jakarta (terbaru 27 Agustus 2020)

Image
Tulisan ini merupakan seri kedua dari tiga seri tulisan mengenai Kompleks Kota BNI.

Kabut Sejarah Gedung Tinggi Indonesia - Alasan SGPC Tidak Membicarakan "Gedung Tertinggi" (terbaru 27 Desember 2019)

Image
Sebuah metafora tentang blog ini.  India, 10 Februari 2020 Beberapa dekade belakangan, di kota-kota besar Indonesia, pencakar langit sudah menjamur bak cendawan di musim hujan, dibangun sebagai bagian dari investasi properti dan untuk mengatasi sempitnya lahan di kota-kota besar. Gedung tinggi tak hanya dianggap habis manis sepah dibuang seperti budaya pop lain, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidup sebuah kota. Sayangnya, di Indonesia, data mengenai gedung tinggi masih kurang lengkap dan rawan dengan spekulasi-spekulasi liar. Per data Skyscrapercenter milik Council of Tall Buildings and Urban Habitat (Dewan Bangunan Tinggi dan Hunian Urban), hanya ada 101 gedung tinggi di Jakarta yang terdata dari segi tahun konstruksi antara 1950 sampai 2002; diantara itu hanya 43 yang tinggi gedungnya tercatat. Untuk Surabaya saja, di rentang yang sama, hanya ada 11 dan tidak ada yang punya tinggi gedung. Masalah kosongnya data tersebut dijadikan alasan dalam pembuatan blog ini. H

Graha CIMB Niaga

Image
Dilihat dari utara, menampakkan modernisme. Foto pribadi,  Graha CIMB Niaga (tetapi masih populer bernama Graha Niaga, dan diinggriskan sebagai Niaga Tower atau CIMB Niaga Tower Sudirman) adalah gedung bergaya pascamodernisme rancangan Kohn Pedersen Fox bersama dengan Wiratman & Associates  (1) (2) (5)  yang dibangun oleh Waskita Karya mulai September 1990 hingga selesai dibangun pada awal Juni 1993 dan dibuka 10 Juni 1993  (1) (6) . Sebelum dibangun Graha Niaga, di lahan ini berdiri gedung milik PT Inremco  (3)  (Indonesian Republic Motor Company, distributor mobil Ford, Hino, dan BMW) yang dibongkar saat pembangunan dilakukan sekitar 1990. Pengelola gedung Grahaniaga Tatautama membeli lahan Inremco pada tahun 1989  (3)  untuk membangun gedung ini, yang pernah diwarnai sengketa dan penyegelan sebagian lahan Niaga Tower, yaitu lahan pelataran parkir, secara sepihak oleh "pemilik tanah" pada 7 Februari 1994  (3) (4) . Tidak diketahui bagaimana perjalanan kasus hukum

Kantor Pusat Hutama Karya

Image
Kokoh dan monumental, ciri khas brutalisme. Sumber foto: Majalah Konstruksi, Desember 1980 Kantor Pusat Hutama Karya, berlokasi dekat dengan Persimpangan Cawang, atau dikenal dengan Gedung Hutama Karya atau Wisma Hutama Karya, terserah anda enaknya disebut apa, hanyalah sebuah gedung berlantai 5 yang sesuai namanya dibangun dan ditempati oleh BUMN pemborongan Hutama Karya. Gedung setinggi 24 meter tersebut dirancang oleh Encona Engineering dan Wiratman Wangsadinata berperan sebagai penasihat teknis bangunan. Perlu diingat, peran Wiratman di gedung ini tidak tercatat di buku biografi resmi Wiratman Wangsadinata rilisan Imelda Akmal. Alasan yang sangat jelas dibalik pembangunan kantor Hutama Karya di Jalan M.T. Haryono adalah Hutama Karya harus minggir dari Menteng yang dinyatakan merupakan daerah perumahan. Ditambah lokasinya yang hanya lima menit dari Bandara Halim Perdanakusuma (bandar udara internasional Jakarta saat itu) menjadikan Gedung Hutama Karya lama ini sangat strat

Hotel Ibis Arcadia Jakarta

Image
Sebelum direnovasi, 2014. Foto pribadi,  Hotel ini sangat kurang signifikan dan kecil dari segi jumlah lantai (8) dan kamar (94) tetapi sekali penulis menemukan sejarahnya di koran dan majalah, oke mari kita ulas  (1) (2) . Hotel Ibis Arcadia adalah hotel milik Grup Brasali, dan dikelola oleh AccorHotels Asia Pacific melalui merek Ibis - dan mencitrakan dirinya sebagai hotel butik kecil yang menawarkan kenyamanan seperti di rumah (1) . Hotel tersebut dirancang oleh tim arsitek Perentjana Djaja dan dibangun mulai Januari 1993  (2)  dan selesai dibangun pada sekitar pertengahan 1994, dengan pembukaan perdana (soft opening) dilakukan pada Juli 1994  (3) . Hotel Ibis Arcadia diresmikan operasionalnya (grand opening) pada pertengahan Desember 1994, yang diramaikan dengan pameran lukisan karya Affandi  (3) . Hotel Ibis Arcadia berlokasi sangat strategis, dekat dengan Sarinah, Monumen Nasional dan kompleks bisnis M.H. Thamrin dengan beberapa langkah kaki saja  (1) . Jangan ditanya kap

Graha Irama

Image
Graha Irama dengan logo lama Indorama. Foto pribadi,  Graha Irama, atau Graha Indorama setelah penempat utama gedung ini, yaitu perusahaan petrokimia Indorama, adalah gedung perkantoran bergaya pascamodern yang dibangun di kawasan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Gedung yang dimiliki oleh Perhimpunan Penghuni Graha Irama ini rancangan gedungnya dibuat oleh Cameron Chisholm & Nicol dari Perth, WA, Australia bersama dengan Airmas Asri  (1) . Sebelumnya nama gedung ini bernama Times Square sejak pertama dibangun mulai Februari 1993 hingga ganti nama seperti sekarang sejak akhir Oktober 1995  (3) . Graha Irama dibangun oleh pemborong swasta Tata Mulia Nusantara mulai April 1993 dan diperkirakan selesai dibangun pada bulan September 1994. Secara struktur Graha Irama dibangun di atas pondasi bored pile sedalam 20 meter dengan struktur utama beton bertulang biasa dengan shear wall bebas kolom. Kulit luar dilapisi kaca berwarna kebiruan, dan lapis aluminium dan granit untuk 3 lantai terb

Graha Unilever

Image
Eks Graha Unilever, 2012. Foto Pribadi,  Gedung Graha Unilever. Gedung berlantai 14 dan memiliki luas lantai total mencapai 21.800 meter persegi ini merupakan gedung rancangan Hellmuth, Obata & Kassabaum selanjutnya di Jakarta, barangkali yang terkecil diantara gedung-gedung rancangan HOK di Indonesia. Graha Unilever selesai dibangun sekitar akhir tahun 1994; Unilever Indonesia pindah ke gedung ini mulai 11 November 1994 hingga keluar dari gedung ini sejak Juni 2017. Saat pertama dibangun, Unilever menempati 8 lantai dari 14 lantai yang tersedia. Tenant lainnya yang tercatat berkantor di gedung ini, sepengetahuan penulis dari iklan yang didapatkan, adalah Bank Aken. Data dan fakta Alamat: Jalan Gatot Subroto Kav. 15 Jakarta Arsitek: Hellmuth, Obata & Kassabaum Pemborong: Duta Graha Lama pembangunan: selesai dibangun 1994 Jumlah lantai: 14 + 1 basement Signifikasi:  Tidak ada Referensi Hadi Prasojo (1995). "Menpera Resmikan Graha Unilever". Maja

Menara Hijau

Image
Menara Hijau ada di kiri foto ini. Foto pribadi,  Menara Hijau, sebelumnya Gedung Kiani Murni (1) , Gedung Bank Umum Nasional  (4)  dan Wisma Kalimanis  (5) , hanya merupakan gedung perkantoran berlantai 14 dan 2 basement di bilangan Cawang, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek Parama Matra Widya, yang juga merancang Wisma Tugu yang ikonis, gedung sederhana bergaya modern ini dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan, yaitu BUMN pemborongan, mulai Oktober 1992 hingga selesai dibangun pada Desember 1993  (1) . Pihak arsitek dalam web resminya mengklaim gedung tersebut dirancang sekitar tahun 1992  (3) . Sebelum Menara Hijau dibangun, terdapat sebuah gedung berlantai 3 yang dihancurkan sekitar pertengahan 1992 (6) . Sesuai namanya, Menara Hijau awalnya merupakan kantor pusat dari Grup Kiani Metra 72, dan Grup Kalimanis dimana mereka menempatkan logo Kalimanis Group di sisi barat dan timur bangunan  (1) . Kedua grup tersebut terlibat dalam bisnis perkayuan yang secara langsung mempeng

Palm Court Apartments (terbaru 21 Mei 2020)

Image
Bergaya tropis tetapi desainnya mirip gedung era 1970an. Foto pribadi,  Palm Court Apartment (Apartemen Palm Court) ini tergolong apartemen dengan desain yang cukup unik dan mengejutkan, karena pembangunan gedung, dengan desain arsitektur didominasi lapis beton putih ala 1980an, selesai di akhir tahun 1990. Apartemen yang dulunya bernama Kondominium Palma Citra dan Palm Court Condominium tersebut dirancang oleh tim arsitek dari Seifert Asia, sayap dari Richard Seifert & Associates dari Inggris bersama dengan tim arsitek Armekon Reka Tantra. Pembangunan Palm Court Apartment diborong oleh PT Sumicon Utama dan dibangun mulai Oktober 1988 dalam tahap pilling dan selesai Oktober 1990 untuk tower kedua dan Desember 1990 untuk tower pertama, dengan biaya pembangunan menghabiskan 34 milyar rupiah. Desain arsitektur Palm Court Apartment, pernah diindonesiakan sebagai Kondominium Palma Citra, dilihat dari atas menggunakan pola point (titik tower), dan secara desain bangunan menganut g

Atria @ Sudirman (terbaru 19 Mei 2020)

Image
Sebelumnya bernama Wisma Standard Chartered. Foto pribadi,  . Atria @ Sudirman adalah salah satu gedung tinggi di Jalan K.H. Mas Mansur, Jakarta, dekat dengan Intiland Tower yang memiliki desain khas. Tetapi Atria @ Sudirman ini memiliki desain yang tidak kalah khas dengan tetangganya, karena Atria @ Sudirman memiliki atrium setinggi 8 lantai yang mumpuni. Gedung yang awalnya menjadi kantor Standard Chartered Bank dirancang oleh tim arsitek dari divisi desain Shimizu Corporation bersama dengan tim arsitek Shimizu Lampiri pimpinan Kazuhiko Kuroda dan dibangun oleh divisi pemborongan Shimizu Corporation selama 22 bulan. Dengan tahun penyelesaian Oktober 1993 menurut web resmi Shimizu Corporation, gedung yang awalnya bernama Atria Square dan BSD Building ini mulai dibangun Januari 1992. Atria @ Sudirman, berlantai 24, dirancang dengan gaya modernisme akhir, memiliki desain gedung yang cukup unik. Hal ini terlihat karena gedung ini memiliki atrium yang sangat menonjol bila dilihat

CoHive 101

Image
Foto lama saat gedung ini masih menjadi kantor XL. Foto pribadi,  Gedung CoHive 101 adalah gedung tinggi pertama yang menjadi kantor co-working alias ruang kerja bersama (RKB) murni (bukan sewaan di gedung perkantoran niaga lain) di Indonesia  (6) (7) . Gedung yang berlokasi di Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Kompleks Mega Kuningan ini, memiliki sejarah yang tidak terlalu panjang. Awalnya bernama Pusat Data Bank Danamon atau Wisma Danamon, desain eksterior CoHive 101 digarap oleh tim arsitek dari Arkonin, sementara pembangunan gedung ini dilakukan oleh Kaliraya Sari bersama dengan Jaya Konstruksi mulai Februari 1996 dan selesai dibangun pada bulan April 1998, awalnya, sesuai dengan namanya, diperuntukkan sebagai pusat data dan arsip Bank Danamon (1) . Belum diketahui mengapa dan kapan Bank Danamon menjual gedung berlantai 17 ini ke Excelcomindo Pratama. Excelcomindo Pratama (XL), perusahaan telekomunikasi ternama, pindah ke gedung ini mulai awal 2000 hingga pemindahan sele

Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta (terbaru 16 Mei 2020)

Image
Hotel legendaris di Jakarta. Foto pribadi,  Hotel Grand Sahid Jaya di Jalan Jenderal Sudirman adalah satu dari sedikit bangunan di Jalan Jenderal Sudirman yang dibangun pada dekade 1970an, yang tetap bertahan hingga kini. Dirancang oleh tim arsitek PRW Architects, gedung ini dibangun mulai 8 Juli 1970  (1)  dan selesai pada awal 1974 oleh Waskita Karya  (19) . Hotelnya sendiri diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 23 Maret 1974 (6) . Sejarah 1970-1986 Proyek Hotel Sahid Jaya didasari oleh kurangnya hotel bertaraf internasional di Indonesia, spesifiknya Jakarta saat itu (19) ; di tahun 1969, KOMPAS mewartakan bahwa hanya ada 2000 kamar hotel berstandar internasional yang beroperasi di Indonesia  (20) . Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi PATA (Pacific Asia Tourism Association) 1974 turut mendorong pembangunan lebih banyak ruang hotel  (19) . Tetapi, awal dari proyek ini diwarnai masalah sengketa tanah. Akhir Mei 1970, tanah yang awalnya merupakan rumah-rumah,

Plaza Warly (terbaru 19 Juli 2020)

Image
Gedung yang sebelumnya merupakan kantor pusat dan supermarket Dwima adalah rancangan firma lokal Nusa Arte Politan, dan pemborongnya adalah Hammer Sakti untuk pondasi dan Binareka Sarana Ageng untuk struktur utama. Plaza Dwima 1, begitu nama awalnya, dibangun mulai September 1989, selesai pada bulan Desember 1990 (14 bulan), dan diresmikan 30 Mei 1991 oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto. Soal rancangan, diklaim mengikuti citra korporasi Grup Dwima dan finishingnya tipikal gedung berlanggam pascamodern era 1980an, lapis kaca dengan komposit. Saat dibuka, 1991. Foto Gedung Dwima I pra-renovasi di dunia maya sulit dicari. Foto: M. Zakir Salmun/Warta Ekonomi Gedung Dwima I hanya berlantai 7, tinggi sekitar 27 meter dan memiliki luas lantai awal 10.891 meter persegi, yang diperkirakan sudah bertambah seiring renovasi. Penulis tidak mengetahui nasib dari Grup Dwima pasca krisis moneter 1998. Sebelum direnovasi menjadi sebuah hotel dengan 98 kamar dan kedai kopi kelas atas, gedung