Intiland Tower Surabaya

Wisma Intiland
12 September 2016. Foto pribadi, Creative Commons License
Sebelum gedung ini dibangun, lahan yang sekarang menjadi Intiland Tower ditempati oleh sebuah bioskop bernama Bioskop Bayu (2), yang sudah diratakan sebelum pembangunan gedung ini dimulai. Konstruksi gedung tersebut dimulai pada April 1996 (3) dan pembangunannya selesai pada Agustus 1997 (2). Wisma Dharmala Sakti, begitu nama aslinya, dirancang oleh Paul Rudolph bersama dengan perancang lokal dari PT Gunawan Cipta Arsindo (1). Sialnya, Paul Rudolph wafat di bulan yang sama dengan akhir pembangunan Wisma Dharmala Sakti Surabaya, menjadikan gedung ini karya terakhirnya di Indonesia (Rudolph juga mendesain beberapa gedung Intiland yang sayangnya tidak dibangun, semuanya di Jakarta dan memiliki langgam yang setara dengan gedung-gedung Dharmala Intiland lain). Rudolph juga tak akan melihat hasil karyanya berdiri dengan gagahnya di Kota Pahlawan.

Dalam progres pembangunannya, proyek Wisma Dharmala Sakti ini sempat digoyang oleh masyarakat lokal karena pekerjaannya mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Untung pihak kontraktor memasang fitur pengaman di rumah-rumah masyarakat yang berada di samping proyek (5)

Kala selesai dibangun, gedung ini dirancang menjadi sebuah gedung yang berfungsi ganda sebagai kantor dan pusat perbelanjaan, belakangan sudah menjadi kantor murni dengan sedikit ritel (1). Kantor grup Dharmala dilebur ke dalam Intiland Tower dan sisanya disewakan ke publik (1). Per annual report 2017, 68 persen ruang kantor terisi dengan rata-rata biaya sewa 183,5 ribu rupiah per meter persegi per bulan (4), lebih rendah dibanding saat gedung ini selesai dibangun, yaitu 75 persen saat diwartakan Majalah Konstruksi pada September 1997 (1), dengan harga sewa bulanan mencapai Rp. 29.400 (setara Rp. 204 ribu pada 2018) per meter persegi. (1)

Arsitektural

Saat sedang dibangun
Foto dari Tatamulia Nusantara
Desain gedungnya yang unik dan miring ini merupakan lanjutan dari konsep arsitektur tropis yang sudah Paul Rudolph terapkan sebelumnya melalui Wisma Dharmala Sakti di Jakarta, walau perlu disesuaikan dengan lahan gedung yang mengotak (1). Penggunaan teras dan overhang miring pada gedung yang kemiringannya mencapai 64 derajat dan dilengkapi dengan sun-shading, ditujukan untuk mengurangi panas masuk ke gedung tanpa menangkis cahaya, sehingga bisa menekan ongkos lampu dan penggunaan AC, walau harus mengorbankan ruang kantor. (1)

Finishing gedung menggunakan mayoritas marmer untuk atrium dan lantai gedung, sementara eksterior tidak disinggung. (1)

Data dan fakta (1)

  • Alamat: Jalan Panglima Sudirman 101-103 Surabaya
  • Arsitek:
    • Paul Rudolph (arsitek utama)
    • Gunawan Cipta Arsindo (architect of record)
  • Pemborong:
    • Tatamulia Nusantara Indah (struktur dan arsitektur)
  • ACSET (pondasi)
  • Lama pembangunan: April 1996 – Agustus 1997
  • Jumlah lantai: 12
  • Biaya pembangunan: Rp 49 milyar (1997, setara Rp 340 milyar pada 2018)
  • Signifikasi
    • Arsitektural (satu dari dua mahakarya Paul Rudolph di Indonesia)

Referensi

  1. Saptiwi (1997). “Wisma Dharmala Surabaya, Desainnya Unik nan Cantik”. Majalah Konstruksi, September 1997
  2. “Wisma Dharmala Bereksterior Unik”. Jawa Pos, 8 Juli 1996
  3. “Padukan Kantor dan Perbelanjaan, Dharmala Bertekad Pulihkan Bisnis Perkantoran”. Jawa Pos, 17 April 1997
  4. Annual Report Intiland 2017
  5. IRS (1996). "Kontraktor Dilaporkan ke Dinas Tata Kota". Jawa Pos, 24 Desember 1996.

Lokasi


View Larger Map

Tambahan

28 Desember 2018: Nama judul diganti agar sesuai dengan nama resminya, Intiland Tower Surabaya.

Comments

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Gedung Sekretariat ASEAN