Hotel Inna Grand Bali Beach (update 2 September 2019)

Hotel Grand Bali Beach
25 April 2014 - foto pribadi, Creative Commons License
CATATAN: Versi lengkap ada di web Sarasvati.co.id, yang diberikan pada blog ini adalah versi kombinasi dari web tersebut, dengan sumber yang dihimpun oleh “Setiap Gedung Punya Cerita”, mulai dari Bali Post, Kompas, majalah Konstruksi hingga web resmi Inna Hotel Group (cek sumber).

Sejarah

1958-19 Januari 1993

Sejarah pembangunan hotel ini erat dengan visi Orde Lama untuk membentuk citra Indonesia di mata internasional melalui pariwisata. Setahun menjelang Dekrit 4 Juli 1959, pada 1958 pemerintah Soekarno berhasil melobi pemerintah Jepang ihwal dana pampasan perang dengan mengeluarkan kesepakatan untuk membayar ke pemerintah Indonesia sebanyak 223 juta dolar AS selama 12 tahun, menghapus utang perdagangan Indonesia dan bantuan ekonomi 400 juta dolar AS. Dana inilah yang salah satunya digunakan untuk membangun proyek pariwisata, termasuk Hotel Bali Beach.

Pemilihan Sanur sebagai lokasi hotel tidaklah sembarangan, karena Soekarno melihat potensi wisata yang besar di Pantai Sanur yang hingga sekarang masih merupakan pantai yang vital untuk pecaruan. Pembangunan hotel dimulai sejak 1962, mengutip website PT PP tahun 2004.

Peresmian hotel dilakukan oleh Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 1 November 1966, mengundang sekitar 100 undangan asing dalam pembukaan hotel tersebut. Tetapi baru beberapa tahun dibuka, hotel Grand Bali Beach dilanda masalah kurangnya jumlah tamu dan kerugian keuangan. Pada bulan Mei 1967, harian KOMPAS mewartakan kerugian harian Hotel Bali Beach mencapai sekitar 5000-7500 rupiah per harinya, dan pada Desember 1967 rerata okupansi kamar baru mencapai 25 persen dari 300 kamar. Belum diketahui kapan tepatnya Hotel Grand Bali Beach balik modal.

20 Januari 1993-sekarang

Bali Post 22 Januari 1993
Pada 20 Januari 1993, hotel Grand Bali Beach terbakar hebat sejak jam 12.45 siang, dimulai dari kantor maskapai penerbangan Qantas yang berada di lobi hotel. Kebakaran merembet hingga ke keseluruhan hotel berlantai 10 pada jam 1 siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diklaim yang terhebat dalam sejarah Bali dan di Indonesia pasca kebakaran hebat di Sarinah pada November 1984, sementara kerugian ditaksir mencapai 60 milyar rupiah (lebih dari setengah trilyun rupiah dengan uang 2018). Sumber kebakaran berasal dari arus pendek statis yang ditimbulkan oleh karpet dan stopkontak di kantor Qantas.

Pasca kebakaran, hotel, terutama gedung berlantai 10, ditutup untuk umum. Hampir seluruh kamar hotel rusak, kecuali kamar 327 yang disebut-sebut memiliki kekuatan mistis. 300 kamar tersisa, yaitu yang berada di wing selatan dan cottage, selamat.

Hebatnya, hotel tersebut secara struktural tidak mengalami masalah yang sangat serius, setelah dilakukan pengecekan oleh Departemen PU, PT PP, Davy Sukamta & Rekan dan Taisei Corporation (pemborong yang membangun hotel ini pada 1962-66), dan pada 4 Oktober 1993 Inna Grand Bali Beach dibuka kembali setelah direnovasi oleh PT Pembangunan Perumahan, pemborong negara yang membangun gedung tersebut pada 1962-66, mulai Maret 1993 dan selesai Agustus 1993, lebih cepat dari jadwal September 1993.

Biaya yang dihabiskan dalam renovasi mencapai 82 milyar rupiah (Rp 840 milyar dengan uang 2018) dan memperkerjakan 1500 tenaga kerja. Dana renovasi mayoritas diongkosi PT PP melalui obligasi, dan asuransi dari kebakaran gedung, dan desain gedung ini mulai mendapat sentuhan ciri khas Bali dengan batu padas merahnya. Tidak ada pengaruh apa-apa terhadap larangan gedung lebih tinggi dari 15 meter dimana Hotel Grand Bali Beach memang diberi pengecualian khusus.

Akibat kebakaran tersebut, Hotel Indonesia Group, diwartakan KOMPAS, menuntut Qantas ke pengadilan pada 7 Juni 1993. Belum diketahui putusan dari kasus HI melawan Qantas terkait kebakaran Hotel Bali Beach.

Beberapa tahun pasca renovasi, Hotel Indonesia Group mencanangkan revitalisasi besar-besaran di hotel seluas 42 hektar ini pada 29 Juni 2018.

Arsitektur

Atrium Grand Bali Beach
Atrium hotel, foto pribadi, Creative Commons License

Walau dibangun di Bali, sentuhan Jawa kuno terhadap hotel yang sejatinya bergaya internasional ini, sebagai ikon Indonesia modern, cukup kuat. Unsur Jawa yang diadaptasi oleh hotel ini adalah bunga teratai (padma) untuk tata arsitektur eksterior dan interiornya. Update 2 September 2019: Versi Majalah Konstruksi memberi penjelasan lain, akibat dari renovasi. Atrium empat lantai tersebut dirancangan oleh biro interior Atelier 6, mengambil inspirasi dari Bali masa sebelum masuknya Agama Hindu, dan tangganya dari Pura Segara di Sanur Kaja. Interior atrium versi lamanya tidak ada yang spesial.

Ukiran di Bali Beach
Ukiran yang tidak kelar itu.
Foto 22 Desember 2018, Creative Commons License
Ukiran di Bali Beach
Soekarno gendong anak.
Foto 22 Desember 2018, Creative Commons License

Sebuah ukiran dibuat di tembok hotel, ide dari Presiden Soekarno sendiri, divisualkan oleh pemahat G. Sidharta Soegijo dan pelukis Lee Man Fong. Ukiran ini tidak selesai, dan beberapa ukiran hanya menyisakan sketsa yang tergambar.

Renovasi Hotel Grand Bali Beach sejak 1993 mengadaptasi nuansa tradisional Bali dan standar hotel bintang 5 abad 21 yang menuntut luas kamar yang lebih lapang. Akibatnya, lebar balkon yang awalnya mencapai 2,5 meter, menyusut 75 cm. Dalam sebuah presentasi desain antara Team 4 dengan Kadirjen Pariwisata Joop Ave, Joop berujar kalau pada tahun 1960an Hotel Bali Beach adalah contoh untuk hotel lain, jadikanlah pelopor lagi untuk tahun 2000an, menggambarkan citra baru pada hotel Grand Bali Beach.

Hotel ini sebenarnya bukan satu-satunya hotel tertinggi di Bali walau larangan pembangunan gedung lebih tinggi dari 15 meter diberlakukan sejak November 1971. Pada 1995, Hotel Nikko Nusa Dua berdiri setinggi 15 lantai, dari posisi terendah dan menempel pada tebing, memanfaatkan celah regulasi yang ada.

Data dan fakta

  • Alamat: Sanur, Denpasar
  • Arsitek:
    • Ir. Rusjdi Hatamarrasjid (desain awal)
    • Team 4 Architects (renovasi)
  • Pemborong:
    • PT Pembangunan Perumahan (struktur dan renovasi)
    • Taisei Corporation (pendamping untuk struktural)
  • Lama pembangunan:
    • Konstruksi awal: November 1962 – November 1966
    • Renovasi: Maret – Agustus 1993
  • Dibuka:
    • 1 November 1966 (awal)
    • 4 Oktober 1993 (pembukaan kembali pasca-renovasi)
  • Jumlah lantai: 10
  • Jumlah kamar: 246 kamar
  • Biaya pembangunan: USD 10 juta (1966, senilai dengan USD 79 juta pada 2018)
  • Signifikasi:
    • Sejarah (dibangun dan dicanangkan oleh Presiden Soekarno)
    • Arsitektural (dibangun sebelum gedung tinggi diatas 15 meter dilarang di Bali)
    • Pariwisata (landmark Bali)

Referensi

  1. Online
    1. Silvia Galikano (2017). “Hotel Bali Beach, Karunia Bung Karno Untuk Sanur”. Sarasvati, 6 September 2017. (arsip)
    2. Portfolio PT PP tertanggal 2004
    3. Web resmi Inna Hotel Group:
      1. Revitalisasi Hotel Bali Beach (arsip)
      2. Profil (arsip)
    4. Web “Architecture Heritage” (arsip)
  2. Media cetak, diurut berdasarkan tanggal penerbitan
    1. NN (1966). “Laporan Pembukaan Resmi "Bali Beach" Hotel: Dibangunan Utk Mengembangkan Kepariwisataan: Biaja Pembangunannja $ 10 Djuta”. KOMPAS, 7 November 1966
    2. ANTARA (1967). “Bali Beach Hotel Rugi Rp 7.500 Tiap harinja”. KOMPAS, 18 Mei 1967.
    3. BW (1967). “Hotel Bali Beach masih terus defisit: Kekurangan biaja baru tertutup sekedarnja kalau kamar2 jang terisi 45%”. KOMPAS, 13 Desember 1967.
    4. NN (1987). "PRW Architects PT: Tidak mau terlalu ekspansif". Majalah Konstruksi No. 107, Februari 1987.
    5. “HBB Ludes Terbakar – Kerugian lebih dari Rp 60 milyar”. Bali Post, 21 Januari 1993.
    6. “HBB Segera Dibangun Kembali”. Bali Post, 22 Januari 1993.
    7. “Nomor 327, Kamar Yang Misterius”. Bali Post, 22 Januari 1993.
    8. “HBB Mulai Terima Tamu”. Bali Post, 26 Januari 1993.
    9. ABA (1993). “Pembangunan kembali Hotel Bali Beach yg terbakar 20 Januari lalu, tdk terkena Perda no 6/1989 ttg RUTR daerah Bali”. KOMPAS, 4 Maret 1993.
    10. ABA (1993). “Biaya Pembangunan Kembali Hotel Bali Beach Rp. 75 Milyar”. KOMPAS, 18 Maret 1993.
    11. DRK (1993). “Bali Beach, Oktober Beroperasi Penuh”. Media Indonesia, 9 Mei 1993.
    12. Sari (1993). “Ekor kebakaran Hotel Bali Beach, PT HII tuntut Qantas”. KOMPAS, 9 Juni 1993.
    13. ABA (1993). “Hotel Bali Beach siap dipakai Kongres [UN]WTO”. KOMPAS, 24 September 1993.
    14. PT PP (1993). Iklan Reopening Hotel Bali Beach. Bali Post, 4 Oktober 1993.
    15. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati (1993). " Pembangunan Kembali Hotel Bali Beach, Grand Bali Beach, Hanya dalam waktu 6 1/2 bulan". Majalah Konstruksi No. 187, November 1993.

Lokasi


View Larger Map

Perubahan


  • Pertama ditulis 25 Desember 2018
  • 27 Desember 2018: Menambah gambar
  • 12 Januari 2019: Penambahan tag
  • 26 Mei 2019: penambahan foto. Tulisan tambahan ditambah nanti.
  • 2 September 2019: tulisan tambahan pada arsitektur dan sedikit tentang sejarah. Arsitek awal Hotel Grand Bali Beach tervalidasi sumber cetak (Majalah Konstruksi Feb. 1987)

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI