Posts

Showing posts from 2018

Gedung BRI 1

Image
Bukan berita bohong, bukan kabar palsu. Gedung BRI 1 yang sekarang tegak bersama Gedung BRI 2 ini awalnya bernama Wisma Sudirman (2) dan rencananya akan dibangun dua tower (1). Wisma Sudirman dimiliki oleh PT Metropolitan Development (2) sebelum BRI membeli gedung ini sebagai kantor pusat mereka (1). Sebelum diputuskan menjadi perkantoran, PT Metropolitan Development memang bermaksud membangun mall, tetapi berubah rencana karena melimpahnya permintaan kantor (2).

Gedung ini merupakan gedung yang penggarapannya paling Indonesia. Desain arsitektur dan pemborongnya berasal dari tangan-tangan handal dari Indonesia (1). Pembangunan dilakukan oleh pemborong nasional Jaya Konstruksi dimulai Januari 1983 (2) dan selesai pada Desember 1985 (1), tepat sebelum gedung BRI diresmikan Menkeu Radius Prawiro pada 16 Desember 1985 (3), hari HUT Bank Rakyat Indonesia ke-90.

Belum diketahui kapan Gedung BRI 1 ini mengalami perubahan drastis pada wajah gedungnya. Gedung ini, seperti gedung era 1980an la…

Hotel Hasta (Update 18 Agustus 2019)

Image
Sebuah iklan yang ditemukan penulis di majalah arsitektur dan interior "Pola" terbitan Juli 1976 (bukan Majalah Cipta) menunjukkan Hotel Hasta yang berlokasi di Jalan Asia Afrika, persis di sebelah kompleks Gelora Bung Karno Senayan.

Dalam buku laporan akhir Asian Games 1962, dijelaskan bahwa “wisma atlet putri yang berdiri seperti jelita di tengah desa” ini memiliki 18 unit yang cukup untuk menampung 350 atlet putri (2). Wisma Hasta juga memiliki ruang makan untuk 100 orang (6), klinik, ruang rekreasi, tempat berbelanja dan telepon umum, bahkan dipercantik dengan waduk. (2) Proyek wisma atlet, spesifiknya Wisma Atlet Putri, sebagai bagian dari pembangunan kompleks olah raga Gelora Bung Karno, berjalan mulai kuartal kedua 1960 (3) dan selesai pada sekitar Mei 1962 (6), tepat menjelang Asian Games 1962 ditabuh.

Pasca-Asian Games, asrama putri ini beralih fungsi menjadi Wisma Hasta, namun tepatnya masih diselidiki penulis. Pada Pekan Olahraga Nasional ke-11 pada 1977, peran W…

Hotel Inna Grand Bali Beach (update 2 September 2019)

Image
CATATAN: Versi lengkap ada di web Sarasvati.co.id, yang diberikan pada blog ini adalah versi kombinasi dari web tersebut, dengan sumber yang dihimpun oleh “Setiap Gedung Punya Cerita”, mulai dari Bali Post, Kompas, majalah Konstruksi hingga web resmi Inna Hotel Group (cek sumber).
Sejarah 1958-19 Januari 1993 Sejarah pembangunan hotel ini erat dengan visi Orde Lama untuk membentuk citra Indonesia di mata internasional melalui pariwisata. Setahun menjelang Dekrit 4 Juli 1959, pada 1958 pemerintah Soekarno berhasil melobi pemerintah Jepang ihwal dana pampasan perang dengan mengeluarkan kesepakatan untuk membayar ke pemerintah Indonesia sebanyak 223 juta dolar AS selama 12 tahun, menghapus utang perdagangan Indonesia dan bantuan ekonomi 400 juta dolar AS. Dana inilah yang salah satunya digunakan untuk membangun proyek pariwisata, termasuk Hotel Bali Beach.

Pemilihan Sanur sebagai lokasi hotel tidaklah sembarangan, karena Soekarno melihat potensi wisata yang besar di Pantai Sanur yang hi…

Intiland Tower Surabaya

Image
Sebelum gedung ini dibangun, lahan yang sekarang menjadi Intiland Tower ditempati oleh sebuah bioskop bernama Bioskop Bayu (2), yang sudah diratakan sebelum pembangunan gedung ini dimulai. Konstruksi gedung tersebut dimulai pada April 1996 (3) dan pembangunannya selesai pada Agustus 1997 (2). Wisma Dharmala Sakti, begitu nama aslinya, dirancang oleh Paul Rudolph bersama dengan perancang lokal dari PT Gunawan Cipta Arsindo (1). Sialnya, Paul Rudolph wafat di bulan yang sama dengan akhir pembangunan Wisma Dharmala Sakti Surabaya, menjadikan gedung ini karya terakhirnya di Indonesia (Rudolph juga mendesain beberapa gedung Intiland yang sayangnya tidak dibangun, semuanya di Jakarta dan memiliki langgam yang setara dengan gedung-gedung Dharmala Intiland lain). Rudolph juga tak akan melihat hasil karyanya berdiri dengan gagahnya di Kota Pahlawan.

Dalam progres pembangunannya, proyek Wisma Dharmala Sakti ini sempat digoyang oleh masyarakat lokal karena pekerjaannya mengganggu kenyamanan mas…

Gedung Dewan Pers RI (update 4 November 2019)

Image
Belum jelas asal usul dan pencetusan awal dari dibangunnya Gedung Dewan Pers kecuali disebutkan oleh Majalah “Konstruksi” bahwa pembangunan gedung ini dimulai pada bulan Oktober 1980 (1). Gedung ini selesai dibangun pada akhir Februari 1982 dan langsung diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Maret 1982 (1), lebih cepat dari rencana awal yang dipatok oleh pihak pemborong yaitu pada 11 Maret 1982 (1). Namun, baru sejak 22 Desember 1982, sekretariat pusat Dewan Pers secara penuh pindah ke gedung ini (2). Sebelum 1982, Dewan Pers diduga berkantor di gedung Deppen yang kini adalah kantor Kemenkoinfo.

Desain gedung ini dirancang oleh tim arsitek dari PT DACREA bersama dengan Gunawan Dipl. Ing., selama enam bulan, dengan desain yang fleksibel mengingat tim arsitek tidak mengetahui pasti organisasi kerja Dewan Pers RI. Akibatnya, gedung tersebut dibangun secara pratekan tanpa tiang kolom di tengah ruangan. (1)
Gedung Dewan Pers sebenarnya terdiri dari 3 blok, yaitu Gedung A, Gedung B dan G…

Dibalik Layar: Meluruskan Narasi Miring Menara Saidah

Image
Ini merupakan artikel khusus mengenai penulis mencari data mengenai Menara Saidah untuk pembuatan artikel di blog Setiap Gedung Punya Cerita. Entri gedung selanjutnya akan ditampilkan Jumat depan dengan subyek Gedung Dewan Pers.

Tulisan ini sengaja dibuat untuk menggambarkan bagaimana penulis mengumpulkan data lewat luar dunia maya untuk mendobrak narasi netizen masa kini tentang Menara Saidah yang identik dengan horor dan miring.

Dari mana penulis mendapat sumber itu? Kenapa penulis dicerca dan dibilang "jangan asal mengklaim tahu sejarah sebenarnya tanpa ke sana langsung?" Lah bukannya gedung itu kosong dan pengelolanya dikenal tak terbuka? Penulis, khusus untuk ini, memberikan kronologis di balik pembuatan post tentang Menara Saidah yang mulai ditentang salah satu netizen di Ensiklopedia Bebas.
Juni 2018 Sebelum ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada karyawan Perpustakaan Nasional RI Medan Merdeka Selatan yang masih memperbolehkan penulis mengecek isi-isi majalah Ko…

Menara Saidah (update 17 Oktober 2019)

Image
Ide pembangunan Menara Saidah sebenarnya adalah alasan strategis, berlokasi di Jalan M.T. Haryono dan dekat dengan kawasan industri di Bekasi dan Cikarang. Menara Drassindo (bukan Menara Grancindo, yang sering diberitakan media massa) awalnya dioperasikan oleh PT Mustika Ratu Adji, patungan Grup Drassindo dan Mustika Ratu (perusahaan kosmetika ternama yang berkantor di Graha Mustika Ratu).(1)

Gedung bergaya Greek Revival ini dibangun oleh pemborong milik negara PT Hutama Karya, bersama dengan Mustika Ratu Adji (1), sejak Juli 1995 dan selesai dibangun pada November 1997 (lebih cepat dari rencana awal Juli 1998(7)), bertepatan dengan malaise moneter nasional (membantah bahwa gedung ini mulai beroperasi pada 2001 (6)). Pembangunan terlambat selesai selama dua bulan karena masalah kontraktor mekanik & listrik (M&E).
Kala selesai dibangun, gedung berstatus semi-strata dengan 36 persen gedung disewakan dengan banderol awal 9-13 dolar AS/meter persegi (November 1997: Rp. 32.400-46.…