Posts

Dua Tahun SGPC dan Perjalanan ke Depan

Dua tahun sudah Setiap Gedung Punya Cerita eksis di dunia maya untuk membuka sejarah, profil dan informasi gedung-gedung yang mungkin terlupakan di dunia maya Indonesia, dengan menggunakan sumber-sumber yang tak mungkin terjangkau dunia maya, maupun yang pernah ada di dunia maya tetapi tidak seratus persen tersentuh masa kini. Memecah kebuntuan dari miskinnya konten dunia maya di Indonesia, blog ini, sampai akhir November 2020, telah mencatat 318 artikel, sudah termasuk artikel bebas mengenai hal-hal terkait gedung-gedung di Indonesia, baik arsitektur, industri konstruksi dan properti dan perkotaan di Indonesia. Untuk merayakan hari jadi blog ini, penulis menulis alasan dan ide di balik pembuatan blog ini, bagaimana penulis mendapatkan sumbernya dan tantangan yang dihadapi. Awal muasal Data Emporis dan CTBUH yang bolong Sebenarnya ide ini muncul semenjak penulis masih SMP, saat menemukan laman web database gedung bernama Emporis. Anda tahu Emporis? Bila anda tidak tahu, Emporis adalah

Menara Mulia

Image
Menara Mulia adalah sebuah gedung perkantoran besar, berlantai 24 dan dua besmen, berketinggian 124 meter dengan jumlah lantai sekitar 80 ribu meter persegi, berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Gedung bergaya pascamodernisme rancangan Architects Pacific bersama dengan Team 4 Architects ini selesai dibangun pada Maret 1992. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor Jaya Konstruksi bersama dengan Mowlem International, sebuah perusahaan konstruksi asal Inggris. Bila berpatokan pada kontrak 19 bulan dengan pengembang Sanggar Mustika Indah, seharusnya konstruksi bisa dimulai pada Agustus 1990. Foto DBG,  Rancangan Menara Mulia bisa dikatakan simpel, mewah tetapi masih tegak dengan panji pascamodernismenya, memiliki mahkota alias spire berbentuk piramida dan berbentuk segi delapan agar tidak terlihat terlalu gemuk. Redaksi majalah Prospek, mengutip baginda properti Ciputra, menyebut Menara Mulia "seperti bergegas membawa Jakarta ke abad 21", da

International Financial Centre 1

Image
Gedung IFC 1 adalah sebuah gedung berlapis kaca yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dimiliki oleh Keppel Group. Dikembangkan oleh Bahana Dharma Utama (perusahaan milik Grup Salim), dirancang oleh tim arsitek dari Nihon Sekkei bersama dengan Dacrea (seperti yang mereka lakukan di Wisma Kuningan pada tahun yang sama), gedung ini dibangun oleh Shimizu Dextam dan selesai dibangun antara tahun 1985 dan 1986. Karena foto di Majalah Konstruksi sudah menampilkan Gedung IFC 1 sudah jadi per Desember 1985, tahun 1985 akan digunakan untuk pendataan. Gedung lama IFC 1 memiliki luas lantai total seluas 46.300 meter persegi. Foto DBG,  Awalnya, IFC 1 bernama Wisma BCA, dan merupakan kantor pusat dari Bank Central Asia, bank milik Grup Salim. Pada tahun 1998, sebagai akibat dari krisis moneter dan rush BCA, BCA beserta aset-asetnya diambil alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Untuk menutupi kerugian Bank Central Asia termasuk menjual Wisma BCA, B

Gedung Guru Indonesia

Image
Gedung Guru Indonesia adalah gedung perkantoran dan tempat pertemuan yang merupakan kantor sekretariat dari Persatuan Guru Republik Indonesia sejak 1950an setelah pindah dari kota Surakarta ke Jakarta.

Wisma Indocement

Image
Wisma Indocement adalah sebuah gedung berlantai 23 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Gedung rancangan Palmer & Turner bersama dengan Perentjana Djaja tersebut merupakan kantor pusat dari perusahaan semen Indocement Tunggal Prakarsa, dan dibangun mulai 1982 hingga selesai dibangun sekitar 1985, menurut data Pusat Data Properti Indonesia tahun 1995. Tidak ada informasi kontraktor struktur atas gedung ini; pondasi digarap oleh Total Bangun Persada, afiliasi Grup Salim. Foto DBG,  Gedung berlantai 23 ini - seperti Gedung Panin Centre - sangat minim informasi arsitektural dan struktural di dunia maya (penulis coba upayakan dengan mencari sumber buku lainnya), tetapi sejarah kepemilikan bangunan ini cukup detil dan cukup berwarna. Dekade 1980an, Perwick Agung, pemilik lama gedung ini yang dimiliki oleh Grup Salim, menggelontorkan biaya sekitar 52 juta dolar AS untuk membangun Wisma Indocement. Perwick Agung dicaplok oleh Indocement

Apartemen Brawijaya (terbaru 25 November 2020)

Image
Apartemen Brawijaya adalah apartemen kelas menengah ke atas yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Apartemen rancangan Archurban Architect & Planner bersama dengan Atelier 6 ini memiliki 152 unit apartemen dengan dua blok gedung, dengan 10 lantai dan masing-masing blok memiliki 76 unit apartemen. Pembangunan apartemen ini dilakukan oleh Murinda Iron Steel mulai Desember 1992 sampai benar-benar rampung pada Juni 1994. Apartemen yang diperkenalkan pada Mei 1993 tersebut menghabiskan biaya 32 juta dolar AS atau Rp 66,2 milyar (1993, setara Rp 666 milyar nilai 2020). Salah satu tower, dilihat dari kolam renang. Foto oleh salah satu mitra anak elevator. Apartemen Brawijaya pada awalnya merupakan proyek dari Grup Tigamas. Krisis yang membelit Bank Susila Bhakti, anker Grup Tigamas yang mendanai proyek-proyek properti Grup Tigamas, membuat banyak proyek mereka ambyar , termasuk Apartemen Brawijaya, yang akhirnya dibeli dan dilanjutkan oleh Gru

Millennium Hotel Sirih Jakarta

Image
Berlokasi di perempatan Kebon Sirih dengan Jalan Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Millennium Hotel Sirih Jakarta adalah sebuah hotel berbintang empat yang merupakan bagian dari jaringan hotel asal Inggris Millennium Hotel & Resorts sejak 19 November 1996. Awalnya bernama Hotel Grand Metro Equatorial, hotel bintang empat tersebut dirancang oleh tim arsitek dari Hilman & Mitra bersama dengan Dang Design Consultants; dan dibangun oleh Yakin Maju Jaya mulai Maret 1992 sampai September 1994, saat hotel ini dibuka untuk umum pada 16 September 1994. Sebelum dibangun, lahan Hotel Millennium adalah sebuah kantor perusahaan ban Dunlop. Foto DBG,  Sebelum menjadi bagian dari kelompok properti Harmas Jalesveva, hotel ini dikembangkan oleh PT Tanah Abang Indah Pratama, patungan Bank Bali dengan Grup Metro, pengembang Metro Pasar Baru. Dibangun saat persaingan hotel berbintang empat di Jakarta sedang panas-panasnya, Tanah Abang Indah Pratama menginvestasi

Apartemen Prapanca

Image
Apartemen Prapanca adalah sebuah apartemen kecil yang dikembangkan oleh Pudjiadi Prestige dan dirancang oleh Perentjana Djaja, firma arsitektur nasional, di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Dibangun mulai September 1991 dan selesai dibangun dan dibuka pada bulan Agustus 1992, apartemen berlantai 9 ini hanya memiliki 32 unit tipe 177 meter persegi (setiap lantainya memiliki 4 unit), dan dengan luas tanah hanya setengah hektar (5000 meter persegi). Apartemen ini memiliki fasilitas kolam renang, sasana kebugaran, mini tennis, squash dan sauna. Foto DBG,  Pembangunan Apartemen Prapanca dilakukan ditengah kebijakan pemerintah yang memperketat sirkulasi uang, atau dalam bahasa teknisnya uang ketat. Tetapi permintaan akan apartemen dari komunitas ekspatriat masih tinggi. Dengan pendanaan dari bank yang sangat dibatasi, Pudjiadi setidaknya bisa mendapat 45 persen sindikasi dana dari bank dari 14 juta dolar (Rp 26,2 milyar, nilai 1991, Rp 304 milyar nila