Posts

Terbaru

Catatan penulis blog mengenai sidebar dan search (ditulis ulang)

Penulis sejak beberapa hari yang lalu mengidentifikasi masalah pada blog Setiap Gedung Punya Cerita, dimana dalam beberapa kasus tertentu anda tidak bisa membuka bagian sidebar blog, tombol "lebih banyak" pada arsip dan tombol untuk pencarian (search) bila menggunakan Google Chrome dan Mozilla Firefox. Fungsi tersebut hanya berfungsi saat awal anda membuka website ini, dan tidak berguna setelahnya. Hal tersebut tidak berlaku pada browser lainnya seperti Microsoft Edge dan Samsung Internet.

Hal ini sangat mengganggu pembaca blog karena secara langsung navigasi pembaca akan semakin sulit. Dengan 85 persen pembaca blog SGPC menggunakan Chrome dan sistem operasi Android dan kebijakan Google terkait mobile first, jelas bug tersebut sangat membingungkan penulis. Dari Inspect Element di Chrome, penulis menemukan masalah pada cookie yang dimatikan browser, semoga hal ini bisa ditindaklanjuti pengelola Blogger dan Cloudflare.

Penulis memohon maaf atas gangguan tersebut, untuk sementa…

The Sultan Residence

Image
Untuk hotelnya, sabar menanti ya.......

Kembar, blocky, mewah. Begitulah yang bisa penulis jelaskan dari Apartemen Sultan Residences yang sekawasan dengan Hotel Sultan. Saat pertama dibangun, apartemen eksekutif yang awalnya bernama Hilton Residence ini memulai pembangunannya pada tanggal 23 September 1985 (3), dengan pemborong dilakukan bersama antara Handara Graha dengan Shimizu Construction (1). Tower pertama Apartemen Sultan Residences mulai dipasang panel precast-nya pada bulan Juli 1986, topping-off 25 Februari 1987 dan selesai dibangun pada tanggal 23 September 1987 (1)(3)(4).

Kemudian pada tanggal 15 April 1988 precast pertama untuk kembarannya mulai dipasang, juga dilakukan oleh pemborong yang sama (2)(3). Tower kedua Apartemen Sultan Residence topping-off pada 27 Desember 1988 dan resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1989 (3)(5). Bangunan kembar tersebut memiliki total 260 unit, 30 lantai dengan 2 basement dan tinggi bangunan 91,5 meter (bila menghitung shaft elevator yang penuli…

Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia

Image
Gedung YTKI dengan plot gedungnya kecil dan ramping dengan desain arsitektur modern ala salah satu gedung di Angola - mulai dibangun pada tanggal 19 Desember 1973 dengan bantuan Yayasan Friedrich Ebert (Friedrich Ebert Stiftung, FES) dari Jerman (1). Gedung yang resminya bernama Pusat Pembinaan Tenaga Kerja ini adalah hasil kerja sama antara FES dengan YTKI yang terjalin sejak 1967, termasuk pembinaan ketenagakerjaan untuk angkatan kerja di Indonesia (2)(3).

Pembangunannya disebutkan berasal dari pemborong-pemborong Jerman, sayangnya penulis sampai saat ini belum menemukan siapa saja arsitek maupun pemborong gedung yang biayanya konon diatas 11 juta Deutschemark (3), tetapi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo, menyebut bahwa Prof. Gunawan, dosennya, adalah arsitek gedung YTKI (4). (Penulis perlu bukti lebih sahih yaitu Konstruksi dan koran Merdeka atau Sinar Harapan untuk memperkuat atau membuang first-hand view Agus Prabowo)

Gedung yan…

Graha Merah Putih

Image
Graha Merah Putih, gedung bernama nasionalis ini dirancang, awalnya, oleh tim arsitek Ciriajasa dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 12 Januari 1987 dan selesai dilaksanakan sekitar awal kuartal pertama tahun 1989. Dengan luas kasar gedung 36 ribu meter persegi dan tinggi gedung mencapai 78 meter, gedung yang awalnya merupakan kantor Wilayah Telekomunikasi IV Perumtel ini dibangun di bekas gudang kabel telepon.

Desain Graha Merah Putih memang dirancang harmonis dengan Widya Graha LIPI. Kata Ir. Wibowo Iman, orang nomor satu di PT Ciriajasa kepada kru majalah Konstruksi Rahmi Hidayat dan Esti Susanti, "karena letaknya berdampingan dengan gedung LIPI yang sudah lebih dulu hadir dengan bentuk ellips, maka kami mencoba mengadaptasi dengannya [Graha Merah Putih] agar tercipta keharmonisan lingkungan." Iman juga menyinggung respek antar gedung yang sayangnya terabaikan saat Telkom malah menunjuk arsitek Australia Woods Bagot merancang ekstensinya di belakang.

Pondasi yang…

Gedung Temas Line

Image
Berlokasi di Sunter, Gedung Temas Line tergolong kurang signifikan, hanya berlantai 5 dan GFA 8.440 meter persegi (2) dengan gaya arsitektur modern. Awalnya gedung berkelir komposit aluminium dan kaca ini merupakan kantor pusat dan pabrik perusahaan kosmetika asal Jepang, Tancho, di Indonesia mulai 1995-2001. Tancho berubah nama menjadi Mandom Indonesia sejak 2001 hingga pindah kantor pusat ke kawasan industri MM2100 Bekasi medio 2015 lalu. Mandom kini berkantor di Wisma 46 dan di kawasan industri MM2100 Bekasi berikut pabriknya (6).

Mandom mengumumkan bahwa Temas Line telah menebus mahar Rp 500 milyar (2015, setara Rp 568 milyar nilai 2019) untuk tanah dan kompleks bekas Mandom Sunter. Mandom beralasan karena daerah Sunter rawan banjir dan kemacetan (3)(4) - peristiwa banjir pada Februari 2015 yang memaksa Mandom menunda produksi mereka selama dua hari, membuktikan kekhawatiran Mandom (7). Temas Line resmi berkantor dari gedung ini efektif sejak 21 September 2015 (5).

Gedung Temas L…

Kedutaan Besar Perancis

Image
Pembangunan Kedutaan Besar Perancis memang sangat berkaitan erat dengan hubungan bilateral Indonesia dengan Perancis yang dimulai sejak 1951. Belum diketahui lokasi kedutaan besar Perancis antara 1951 hingga 1973, tetapi sejak 1973 hingga sekarang, Kedubes Perancis berada di Jalan M.H. Thamrin Nomor 30, Jakarta.
Sejarah gedung Soejoedi (1973-2012)Arsitek: Soejoedi Wirjoatmodjo (Gubah Laras)Pemborong:Pembangunan Jaya (struktur)PT Taman Tropik (lanskap)Lama pembangunan: selesai dibangun September 1973Dihancurkan: Sebelum 2013Tinggi Gedung: 19 meterJumlah lantai: 5Biaya pembangunan: Rp 200 juta (1972)Signifikasi: Arsitektur (salah satu mahakarya Soejoedi) Gedung berlantai 5 ini merupakan gedung lama Kedutaan Besar Perancis yang dirancang oleh arsitek legendaris nasional Soejoedi Wirjoatmodjo dari Gubah Laras, yang terkenal dengan karyanya seperti Gedung CONEFO (sekarang DPR/MPR/DPD RI) dan berikutnya adalah Manggala Wanabhakti dan Gedung Sekretariat ASEAN. Luas gedung hanya 2.000 meter p…

Gedung Jaya (1996)

Image
Video oleh Outger.com, karena penulis memang belum pernah memfoto gedungnya
Gedung berlantai 17 ini memang bernama Gedung Jaya (tidak ada kaitannya dengan Gedung Jaya di Thamrin milik Jayaland, kebetulan segrup dengan Jaya Property), dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan Bintaro Jaya, dan ide dari pendiri Bank Bali, Djaja Ramli, yang ingin membangun kantor Bank Bali yang dekat dengan kediaman karyawan mereka.

Gedung rancangan Arkonin ini menjalani konstruksi mulai 5 Mei 1995 dan selesai dibangun sekitar November 1996, dengan divisi kredit Bank Bali, sekarang menjadi Bank Permata, menempati Gedung Jaya Bintaro sebagai tenant perdana sejak Januari 1997. Foto gedungnya yang sudah rampung tersebut sudah terlihat di Iklan Bintaro Jaya yang terbit di harian KOMPAS tertanggal 4 Desember 1996. Jaya Konstruksi membangun gedung ini.

Gedung Jaya seluas 23.850 meter persegi ini menganut gaya modernisme akhir, dengan rangka prisma sebagai spire alias pucuknya. Lapis gedung didominasi k…