Postingan

Terbaru

Aldiron Plaza

Gambar
Setiap orang yang hidup di gemerlap dekade 1970an akhir, 1980an dan 1990an di Jakarta akan mudah mengenal Aldiron Plaza. Pusat perbelanjaan di kawasan Blok M ini konon menjadi tempat berkumpul kawula anak muda di dekade tersebut, terbukti dari beberapa tulisan di dunia maya yang membahas mall tersebut (10).

Berdesain futuristis, pusat perbelanjaan rancangan PRW Architects ini mulai dibangun Mei 1977 dan selesai dibangun pada bulan Juli 1978 (lebih cepat 6 bulan dari rencana) (1)(8) menurut pengumuman iklan di harian KOMPAS, dan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo (bukan Ali Sadikin seperti yang diklaim beberapa media daring) pada tanggal 23 Desember 1978 (2). Pembangunan dilaksanakan oleh Ekatana Konstruksi (1). Mall ini dimiliki dan dikelola oleh Aldiron Hero melalui kerjasama dengan Pemda DKI selama 25 tahun, mulai 1976 sampai 2001 (9).
Memorabilia masa lalu Aldiron Plaza menjadi populer dikalangan generasi 1970an, 1980an dan 1990an, bila menghitung beberapa tulisan yang…

Menara Sona Topas

Gambar
Menara Sona Topas, atau resminya bernama Sona Topas Tower, atau nama lamanya BCD Tower atau Menara BCD, adalah gedung berlantai 22 yang dirancang dengan gaya modern oleh tim arsitek dari Nikken Sekkei bersama dengan Arkonin dan dibangun oleh Jaya Obayashi. Gedung dengan luas lantai kasar 25 ribu meter persegi ini selesai dibangun pada bulan Mei 1993 atau Agustus 1993, tergantung dari mana sumber yang anda kutip.

Menara Sona Topas, yang berlapis aluminium perak dan kaca biru dengan ciri khas potongan bidang miring di bagian depan gedung ini, awalnya merupakan kantor pusat dari Bank Central Dagang sebelum bank tersebut babak belur oleh malaise moneter 1998 dan gedung ini dibeli oleh Grup Mayapada pada awal 2000an. Saat ini, Menara Sona Topas menjadi kantor pusat dari Maybank Syariah Indonesia (d.h Maybank Indocorp) (3) dan Bank Capital yang berpindah dari Menara Mulia pada 2004 hingga pindah lagi ke Menara Jamsostek pada 2018 (masih buka cabang di Sona Topas) (4), serta dihuni oleh pe…

Wisma Keiai

Gambar
Wisma Keiai, dulunya bernama Wisma Kyoei Prince, adalah gedung perkantoran berlantai 26 di dekat Wisma Prince Centre di kawasan bisnis Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta (1)(2). Gedung rancangan Toda Corporation dan Wiratman & Associates ini dibangun juga oleh Toda Corporation tetapi bersama Jaya Konstruksi mulai bulan Agustus 1991 hingga selesai dibangun pada November 1993 (1). Sekitar 55 juta dolar AS digelontorkan untuk membangun gedung dengan floorplate kasar 42 ribu meter persegi ini (1). CTBUH mencatat gedung ini memiliki ketinggian 120 meter.

Perancangan eksterior Wisma Keiai bisa dibilang biasa saja, bahkan tidak spesial. Hal ini terjadi karena Ir. Achmad Noer Z, arsitek senior Wiratman & Associates, mengatakan bahwa perancangan gedung ini lebih pada efisiensi dan fungsionalnya (1). Eksterior luar gedung menggunakan panel beton yang sudah dicetak (pre-cast). Secara interior, Wisma Keiai memiliki atrium 3 lantai yang digunakan untuk klinik, ritel dan dealer mobil (1)(2)(…

Hotel Menara Peninsula

Gambar
Hotel Menara Peninsula adalah hotel berbintang empat yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman di Slipi, Jakarta Barat. Dirancang oleh Timothy Seow dari Singapura bersama dengan tim arsitek Cipta Mustika pimpinan Jeanne Dipotontro, dengan gaya arsitektur pascamodern, Hotel Menara Peninsula yang memiliki 387 kamar ini dibangun oleh pemborong swasta Tatamulia Nusantara Indah mulai November 1995 dan selesai dibangun sekitar April 1998, beberapa minggu sebelum kerusuhan Mei 1998 meletus.

Hotel Menara Peninsula dibuka pada sekitar Juni 1998 ditengah ketidakpastian ekonomi dan politik nasional yang membuat banyak proyek-proyek properti terhenti. Hotel berlantai 24 dengan 2 basement ini dibangun dengan biaya 45 juta dolar Amerika Serikat.

Hotel milik Grup Sintesa ini memiliki 387 kamar yang terdiri dari 10 tipe kamar, dua rumah makan, dua lounge, spa, kolam renang dan sasana, membidik pasar pebisnis maupun wisatawan kota.

Secara struktur, Hotel Menara Peninsula menggabungkan flat slab dan te…

Hotel Ibis Slipi

Gambar
Hotel Ibis Slipi adalah hotel berlantai 16 dan berketinggian 58 meter yang dikelola oleh Grup Accor asal Perancis di bilangan Jalan Letjend S. Parman, Kelurahan Slipi, Jakarta Barat. Gedung berlanggam pascamodern ini dirancang oleh arsitek asal Perancis, Guillaume Cochin, bersama dengan tim arsitek dari Wiratman & Associates (1). Hotel yang dari atas berbentuk L ini dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM) mulai Desember 1992 hingga selesai dibangun pada September 1994, dan dibuka pada tanggal 17 September 1994 (1)(5). Investor lama yaitu PSP Inti Utama yang membangun hotel ini merogoh 82 milyar rupiah (setara Rp 740 milyar rupiah nilai 2019) untuk perencanaan, pembangunan dan investasi hotel ini (2).

Secara arsitektural, Hotel Ibis Slipi yang membawa langgam pascamodernisme, mengadaptasi kedinamisan arsitektural selaku Jakarta sebagai kota metropolitan. Konsep serasi tersebut, menurut Patricia Rosilawati dari Wiratman & Associates di dalam Laporan Perencanaan seperti…

Midtown Residence Simatupang

Gambar
Salah satu kompleks apartemen di kawasan Jalan TB Simatupang ini dirancang oleh tim arsitek Enviro-Tec, firma arsitek Singapura yang dinaturalisasi menjadi firma arsitek Indonesia karena proyek-proyeknya lebih banyak dirancang di Indonesia (1). Kompleks apartemen milik Niaz Emerald kini telah bertransformasi menjadi kompleks apartemen dan hotel dengan nama Midtown Residence, sejak Juni 2016 (2).

Midtown Residence memiliki dua tower masing-masing 71 unit apartemen dan 80 unit hotel yang terdiri dari 16 tipe apartemen dan 3 tipe kamar hotel (1)(4). Sebelumnya, kawasan yang dulunya 100 persen hunian apartemen tersebut memiliki total 142 unit apartemen (4). Kawasan perhotelan dan apartemen tersebut memiliki fasilitas bersama seperti fitness, rumah makan Townhall, kolam renang dan dua balai sidang Midtownhall yang berkapasitas 20 orang (3).
Secara desain arsitektur, apartemen kembar berlantai 16 meter ini berlanggam pascamodernisme dan interiornya dirancang sedemikian rupa agar pemilik ap…

Gedung Signify (update 18 Januari 2020)

Gambar
Sebuah pemberitaan harian Republika tertanggal 17 Oktober 1996 mewartakan Gedung Philips diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI bid. Ekonomi & Pembangunan Ir. T.B. Rais, menggantikan Gubernur Soerjadi Soedirdja yang berhalangan hadir, pada tanggal 16 Oktober 1996. Dalam peresmian gedung berlantai 5 ini, Philips Indonesia tak lupa menyerahkan bantuan berupa rehabilitasi gedung dan penerangan sekolah kepada pemerintah DKI Jakarta.

Gedung bergaya pascamodernisme ini cukup mudah dikenal dengan bentuk tiga lengkungan di sisi timur gedung yang menghadap Jalan Warung Buncit Raya. Tidak ada informasi soal siapakah pemborong dan arsitek Gedung Signify hingga saat ini.


Gedung lama milik Philips yang berlokasi di sebelahnya, kini ditempati oleh perusahaan kemasan Tetra Pak. Kedua gedung tersebut beralamat di Jalan Buncit Raya Kav. 99-100 Jakarta Selatan. Sejak bisnis lampu Philips berganti nama menjadi Signify, nama gedung pun berubah menjadi Gedung Signify.

Signifikasi: Tidak ada


Setiap Gedung …