Postingan

Terbaru

Hotel Grand Inna Tunjungan

Gambar
Hotel yang merupakan bagian dari Grup Hotel Indonesia ini berlokasi di pertigaan Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Simpang Dukuh, dekat dengan Gedung Bank Danamon dan Tunjungan Plaza. Hotel berlantai 7 ini memiliki 119 kamar yang terdiri dari 69 kamar kelas superior, 46 kamar deluxe dan 4 suite. Selain itu, Hotel Grand Inna Tunjungan memiliki 6 ruang konferensi yang berkapasitas mulai dari 15 orang sampai 350 orang, dua kedai kopi, kolam renang hingga pijat.

Hotel Grand Inna Tunjungan sebelumnya bernama Hotel Simpang dan Hotel Inna Simpang, dan dibangun di atas bekas Hotel Simpang lama. Hotel ini resmi dibuka operasionalnya pada tanggal 25 Agustus 1980 oleh Kadirjen Pariwisata Departemen Perhubungan, Achmad Tirtosudiro, sebagai Hotel Simpang.

Saat peresmian, Hotel Simpang memiliki 128 kamar. Tidak diketahui kapan hotel ini diresmikan penuh, siapakah pemborong, arsitek dan biaya pembangunan Hotel Simpang, yang disebutkan berasal dari kredit dari Bank Pembangunan Indonesia.
Data dan fakta…

Hotel Lumire Jakarta

Gambar
Hotel Lumire Jakarta, dahulu bernama Hotel Dai-Ichi Jakarta (1993-1998) dan Aston Atrium Senen Hotel (1999-2009) (1)(3), adalah hotel berlantai 16 dan 2 basement dengan 343 kamar yang tersedia saat ini, di kawasan Segitiga Senen. Hotel Lumire adalah gedung terakhir yang dibangun di kawasan Segitiga Senen dan dibangun oleh J.O. Wijaya Karya dengan pemborong dari Jepang Tekken Corporation, mulai Oktober 1991 hingga rampung pembangunannya pada bulan November 1993 (1). Ongko Group yang sebelumnya memiliki proyek ini bersama Grup Gemala merogoh biaya Rp 130 milyar rupiah untuk mengembangkan proyek ini (1)(4).

Hotel rancangan tim arsitek dari Atelier 6 ini masih melanjutkan ciri khas tetangganya sebagai bagian dari Segitiga Senen, yaitu dominasi bentuk kotak pada podium, tetapi berbeda dengan tetangga sebelahnya, yaitu Menara Cowell, desain towernya jauh lebih luwes dengan lengkungan dan fungsional agar bisa memaksimalkan ruang yang ada (1).

Hotel Lumire Jakarta memiliki 343 kamar yang ter…

Plaza Atrium

Gambar
Plaza Atrium adalah sebuah pusat perbelanjaan berlantai 6 dengan 1 basement, dengan luas lantai mencapai 66 ribu meter persegi, kemungkinan diperluas, yang menjadi bagian dari revitalisasi kawasan Segitiga Senen sejak awal tahun 1990 (1). Mal Plaza Atrium, sekarang milik Grup Cowell Development sejak November 2012 (2), dirancang oleh sayap lokal Denton Corker Marshall, PT Duta Cermat Mandiri dan dibangun oleh pemborong swasta Duta Graha Indah mulai bulan Januari 1991 dan selesai dibangun pada bulan Juli 1992 (1).

Mal Plaza Atrium, sebelumnya bernama The Atrium, diresmikan oleh Wiyogo Atmodarminto pada tanggal 21 Agustus 1992 (3), bersamaan dengan peresmian Gedung Perkantoran Atrium di sebelahnya. Dalam waktu yang bersamaan, beberapa tenant seperti Yaohan (10), bioskop Cineplex 21 Atrium, Church's Texas Fried Chicken, KFC dan California Fried Chicken mulai membuka gerainya di The Atrium (4).

Plaza Atrium pernah dirusak oleh massa pada saat kerusuhan Mei 1998, dan sempat diserang t…

Cowell Tower

Gambar
Atau disebut juga dengan Menara Cowell, atau Graha Atrium, atau Bunas Center, atau Gedung Bunas.


Gedung berlantai 16 dengan luas lantai 32 ribu meter persegi sudah termasuk parkiran ini dirancang oleh tim arsitek dari Atelier 6, dan strukturnya dirancang oleh Limaef (1).

Pembangunan Graha Atrium, dikembangkan oleh Indokisar Djaya milik Grup Ongko, dilakukan oleh pemborong swasta Total Bangun Persada mulai September 1990 hingga selesai dibangun pada akhir Agustus 1992, dan diresmikan bersamaan dengan peresmian Mall Plaza Atrium Senen pada tanggal 21 Agustus 1992 (1)(5).

Sebulan kemudian Bank Umum Nasional milik Grup Ongko, pindah ke gedung ini dan menjadi kantor pusat hingga krisis moneter 1998 (2).

Desain gedung perkantoran Menara Cowell sebelum direnovasi oleh pihak Cowell, memang dirancang lebih selaras dengan daerah sekitarnya, terutama podiumnya yang mengikuti dominasi bentuk segi empat pada gedung-gedung sekitarnya (Plaza Atrium, Hotel Lumire dan pertokoannya) (1). Berlanggam pa…

Segitiga Senen: Sejarah dan Selayang Pandang

Gambar
Segitiga Senen adalah sebuah kompleks bisnis yang memadukan pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel yang berada di dalam kawasan "Segitiga" di Senen, Jakarta Pusat, berlokasi di dekat Pasar Senen, segi empat Kalilio alias kawasan Mitra Oasis, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, atau RSPAD.
Sejarah 1960an - Oktober 1988 Proyek peremajaan kawasan yang dulunya merupakan ruko-ruko kumuh dari era Belanda (108) tersebut, bernama Vinckepasser, sudah dicanangkan dan direncanakan sejak 1962 (103) atau 1965 (201), bergantung sumber, saat PT Pembangunan Jaya bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta ingin merombak kawasan Senen (201). Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai bagaimana tata loka dari kawasan Senen di tahun 1960an yang dicanangkan Jaya dan Pemda DKI, terutama ditengah kondisi politik yang bergejolak.

Baru pada tanggal 15 Juli 1974, Walikota Jakarta Pusat, Eddy Djadjang Djajaatmadja, sudah mencetuskan ide tersebut secara serius (101). Saat itu, pihak pemda menyarank…

Kedutaan Besar Uni Soviet

Gambar
Gedung Kedutaan Uni Soviet dibangun mulai 14 Mei 1974 dalam sebuah upacara penanaman kepala kerbau oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik dan Dubes Soviet untuk Indonesia Pavel Kuznetsov (1). Kedutaan Uni Soviet dibangun di area yang sama dengan Kedutaan Jepang, Australia dan Jerman Timur dan Hotel Asoka.

Tahun 1976 gedung tersebut sudah selesai dibangun (3) dan diresmikan penggunaannya oleh Menlu Indonesia ad interim Mochtar Kusumaatmadja dan Dubes Soviet untuk Indonesia Ivan F. Shpedko pada tanggal 22 Desember 1977 (2). Uniknya, rival Soviet di masa Perang Dingin, Perancis dan Inggris, dikabarkan oleh harian KOMPAS, hadir di hajatan peresmian kedutaan Soviet di Jakarta, dan seluruh pihak yang hadir hanya bisa melihat 2 lantai pertama gedung yang sejatinya berlantai 12 tersebut (2).

Tidak diketahui siapakah arsitek asal Soviet yang merancang gedung ini bersama dengan Arkonin (5). Interior gedung kedutaan Soviet disebut, dalam laporan KOMPAS, membuat pengunjung tertegun dengan…

Prama Grand Preanger

Gambar
Hotel Prama Grand Preanger adalah sebuah hotel bersejarah yang berlokasi di Jalan Asia Afrika, Bandung. Berlokasi di daerah strategis, Prama Grand Preanger kaya akan sejarah, dan gedung rancangan C.P. Wolff Schoemaker, guru arsitektur Presiden masa depan Indonesia Soekarno, inilah yang sering dibahas oleh bumi Internetsentris Indonesia dan Dilanowcy fanatik arsitektur era kolonial. Maka tulisan blog untuk bagian sejarah, karena menurut penulis dianggap merupakan reinventing the wheel, akan penulis hindari dalam pembuatan blog ini.

Bila anda ingin membacanya, bacalah referensi nomor (1)(2) untuk informasi lengkap tentang gedung era kolonialnya (foto atas).
Sejarah gedung ekspansi Grand Hotel Preanger ditutup pada 1 Juni 1987 (7), dalam rangka ekspansi dan renovasi hotel.


Pembangunan ekspansi vertikal Hotel Grand Preanger, bersama dengan renovasi gedung lamanya, dimulai pada bulan November 1987 (6) dan selesai dibangun pada akhir tahun 1989; pada bulan Februari 1990, Wakil Presiden Rep…